
Mentari pagi masih malu-malu menampakan sinarnya, sang penguasa malam pun masih enggan meninggalkan singgasananya, udara dingin yang menyelusup masuk lewat pentilasi kamar cukup membuat sang empunya kamar lebih meringkuk dan menarik selimut tebalnya. Baru malam ini pria bertubuh tinggi itu nyenyak dalam tidur, setelah sebelumnya ia lewati malam-malam dengan keresahan, kali ini ia bisa terlelap dengan tenang meski masih tidur seorang diri. Maaf dari sang istri berpengaruh besar untuk dirinya, ia kembali mendapatkan ketenangan dalam jiwanya. Meski perempuan itu meminta waktu untuk tetap tidur terpisah, tapi itu tak menjadi masalah untuk Arga, karena maaf dari perempuan itu yang terpenting untuknya.
CEKLEK
Pintu kamar terbuka pelan, perempuan bergamis Latte dengan pashmina berwarna senada masuk dan melangkah anggun dengan senyuman merekah di bibir ranumnya. Satu cangkir kopi hangat yang masih mengepulkan asap ia simpan di atas nakas samping tempat tidur, ia sendiri sedikit membungkuk untuk menyentuh lengan suaminya yang masih terlelap damai.
"Assalamualaikum mas, sudah waktunya subuh." Bisiknya
Arga masih bergeming, tak terusik sama sekali dengan suara lembut Suci yang bagaikan alunan musik merdu bagi tidurnya.
"Mas, sudah masuk waktu subuh. Allah akan marah jika kamu melalaikan perintahnya. Apa kamu mau kenikmatan yang kamu rasakan di ambilnya kembali??" Bisik Suci lagi.
Mata pria itu seketika terbuka, ia menoleh pada perempuan berwajah syahdu yang tengah tersenyum lembut padanya, senyuman yang sangat di rindukannya. Rasanya bagai mimpi bisa menikmati senyuman itu kembali setelah rasa putus asa yang sempat menderanya.
"Assalamualaikum mas". Suci kembali mengucap salam.
"Waalaikumsalam sayang". Jawabnya serak, Arga meregangkan otot-ototnya sebelum akhirnya beranjak duduk dan menyandarkan kepalanya pada sandaran ranjang, untuk mengumpulkan kembali nyawanya dan mengusir sisa rasa kantuknya.
__ADS_1
"Sudah waktunya subuh, ayo mandi, aku akan menyiapkan pakaian ganti untukmu, dan ini kopi special untuk mu".
Arga kembali tersenyum, keadaan ini yang selalu di rindukannya. Apapun tentang Suci selalu ia rindukan. "Terima kasih sayang, hari ini aku gak ke kantor. Kita pergi ke rumah ummi ya sayang".
Suci mengangguk senang, ia segera beranjak untuk menyiapkan pakaian suaminya kemudian menyiapkan sarapan untuknya setelah membereskan tempat tidur Arga yang sedikit berantakan.
Tap tap tap
Suara langkah seseorang menuruni anak tangga membuat senyuman yang terukir di bibir ranum Suci semakin merekah. "Selamat pagi mas, sarapannya sudah siap".
"Pagi sayang". Arga menghampiri Suci, mengecup kening istrinya sekilas sebelum ia duduk di kursi meja makan.
Suci berdehem, menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba saja menguasainya. "Ekheemmm, mau makan sama apa mas??" Tawarnya
Arga menoleh, mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang sedari tadi di otak-atiknya. Pria itu menahan senyum saat melihat rona merah di pipi istrinya. "Kok pipinya merah sayang??" Tanya Arga, ia sangat menyenangkan menggoda istrinya.
"Ah, eng..enggak mas, biasa aja kok. Kamu nih aneh deh, merah kenapa coba. Mas mau makan sama apa??"
__ADS_1
"Iya deh merah, sini coba deketan". Arga menarik tangan Suci, menatap wajah merah Suci dengan seksama. "Cantik banget istri aku". Bisik Arga, pria itu semakin menarik Suci dan memeluk pinggang perempuan itu, Arga menyandarkan kepalanya di perut ramping Suci, mengusak-ngusak hidungnya di sana membuat Suci menggeliat dan tertawa geli.
"Mas.." Pekiknya, "geli ih, kamu nih pagi-pagi bikin aku ketawa aja".
"Berarti tugas aku berhasil dong, aku akan bikin kamu tertawa bahagia setiap hari sayang. Aku gak akan janji, tapi aku akan membuktikannya pada mu."
Suci tersenyum malu, dengan memberanikan diri ia mengusap rambut suaminya. "Aku sudah bahagia sekarang, sangat mas. Aku sangat bahagia. Aku mencintai mu".
Arga terpaku, kalimat keramat itu membuatnya berdebar-debar. Senyum Suci yang malu-malu semakin membuat Arga gemas. "Aku lebih mencintai kamu". Bisiknya
Pagi itu adalah pagi yang paling membahagiakan bagi Arga dan Suci, setelah sekian lama memendam rasa, memendam rindu dan bertahan dengan keegoisan yang membuat mereka terpisah, akhirnya pagi ini mereka kembali merasakan hari yang cerah, merasakan kehangatan di hati mereka.
**Gaess,,,Jan lupa like, komen sama VOTENYA jika berkenan. follow juga akun mak supaya cerita mak otomatis jadi cerita favorit kalian. Tekan tombol love juga supaya tiap Mak up episode terbaru kalian bisa dapet notifikasi nya....
NT/MT SAVANA ALIFA
*******/KMB APP Savana Alifa
__ADS_1
IG @savanagunawan
FB SAVANA ALIFA**