
Arga kelimpungan, pasalnya Suci masih tak berhenti menangis dari sepuluh menit yang lalu saat mereka menyelesaikan kegiatan panas mereka dalam melepas rindu, melepas segala pembatas yang terbangun di antara mereka sebelumnya.
"Sttttt udah dong sayang, jangan nangis terus, nanti abi sama ummi fikir kamu di apa apain sama aku". Kata Arga, pria itu mengusap kening berkeringat istrinya, mengecupnya berkali kali agar istrinya itu berhenti menangis.
"Kamu kan emang apa apain aku mas, sakit tahu". Ia mengomel di sela sela isakan tangisnya.
Arga tertawa tanpa suara, membuat Suci memukul dada polosnya dengan gemas. "Jahat, aku kesakitan malah di ketawain".
"Maaf sayang, aku gak tahu. Aku kira gak bakalan sakit, kan bukan yang pertama kalianya aku sama kamu..."
Suci membekap mulut Arga, membuat pria itu menyipitkan matanya karena tertawa. "Jangan di terusin mas, aku malu".
"Punggung aku aja kamu cakar aku gak nangis loh". Arga berucap setelah tangan Suci tak lagi membekap mulutnya.
"Itu kan beda, sakit banget tahu mas. Aku bilang juga pelan pelan, kamu malah gerasak gerusuk". Suci kembali terisak, ia kita tak akan sesakit dulu, tapi ternyata sama saja, perih, panas, nyeri, ngilu, nikmat, semua bercampur menjadi satu.
"Iya maaf maaf, udah jangan nangis lagi. nanti juga gak sakit kok, mau coba lagi gak?" Arga mengusap-ngusap dagu Suci, yang di singkirkan Suci saat mendengar kalimat dari pria itu.
"Masih kerasa ngilu loh mas. Tega banget kamu".
Arga kembali tertawa, ia sangat suka menggoda Suci. "Maklum lah sayang, udah lama aku tahan-tahan, wajarlah kalau sekarang aku puas-puasin".
Suci menengadah, meminta penjelasan Arga atas kalimat yang baru saja di ucapkannya.
"Iya, emang udah lama aku tahan-tahan. Kamu aja yang gak tahu. Dari sejak kejadian malam itu, gak tahu kenapa aku terus keinget kamu, selain karena rasa bersalah, gak tahu kenapa kamu itu kaya apa yah, kaya kokain buat aku, minta nagih".
__ADS_1
"Ih, nakal banget sih otak kamu".
"Normal lah sayang, aku kan cowok, beda sama kamu".
"Jangan-jangan sama perempuan lain juga kaya gitu yah??"
"Enak aja, enggaklah, sama kamu doang. Bukan kamu aja yang pertama buat aku, tapi aku juga pertama buat kamu."
"Masaaaaa??" Suci menahan tawanya saat pria itu mengecup hidungnya dengan gemas.
"Aku tuh laki-laki baik tahu, sholeh, bertanggung jawab pula. aku pernah pacaran sekali dulu, terus aku di tinggalin. Selebihnya aku gak pernah deket sama perempuan lagi. kamu aja dateng-dateng langsung bikin aku mabuk kepayang".
Suci melingkarkan tangannya pada perut polos Arga, ia mengusap-ngusap dada bidang suaminya denga pipinya. "Untuk pertama kalinya aku mensyukuri musibah yang menimpa aku, karena musibah itu aku memiliki kamu sekarang mas, aku gak tahu nasib aku kaya gimana kalau saja itu bukan kamu".
Mereka saling mendekap erat, meski kata cinta belum terucap dari bibir keduanya, tapi mereka telah menyatu dan saling bersyukur karena telah saling memiliki.
******
Pagi harinya, Suci kocar kacir karena bangun terlambat dari biasanya. Ia membangunkan Arga yang masih terlelap. "Mas, bangun mas. Kita kesiangan".
Arga menggeliat, namun kembali memejamkan matanya.
"Mas, bangun. Udah siang, kita terlambat bangun, waktu subuh sebentar lagi habis mas".
Arga membuka matanya, menatap jam yang tergantung di dinding kamar istrinya. "Astaghfirullah, jam setengah enam yah??"
__ADS_1
"Iya mas, cepetan bangun. Kita belum mandi lagi".
Arga meraba-raba kasurnya. "Mana lagi??" Gumamnya
"Cari apa mas?"
"Celana aku mana sayang? Masa aku ke kamar mandi gak pakai apa-apa?"
"Astaghfirullah, iya lupa. Pakai handuk aja mas".
Suci menyodorkan handuk pada Arga, ia berbalik badan saat Arga berdiri untuk memakai handuknya.
"Kamu juga belum mandi?". Tanya Arga.
"Belum mas, kamu dulu aja".
"Kita udah telat sayang, mandi barengan aja".
"Gak mau, kamu duluan aja. aku malu".
"Malu kenapa sih, aku juga udah liat semuanya, buruan nanti waktu subuhnya abis". Arga menarik tangan Suci, perempuan itu terlihat pasrah, benar kata suaminya, mereka sudah sangat terlambat jika harus mandi bergantian.
Akhirnya, mereka mandi bersama. Meski hasrat Arga kembali naik, namun untuk saat ini ia harus menahannya. Kalau saja waktunya tak terlambat, mungkin mereka akan mengulang adegan panas mereka kembali.
SEBELUM CERITA SAGA SAMA ARA AKU PUBLISH, RAMEIN DULU LAPAK INI YAH. AKU AKAN PUBLISH CERIA MEREKA KALAU KOMENAN DI SINI TEMBUS 20 KOMEN AJA...HAHAHAHA
__ADS_1