PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
SANGAT??


__ADS_3

Karena rasa mual yang teramat mengganggu, akhirnya Suci tak bisa melanjutkan makan siangnya, dan hal itu membuat Arga khawatir. Arga bahkan menemani Suci tak mau menyantap makan siangnya, namun Suci memaksanya dan mengancam akan menyuruhnya tidur di sofa selama tujuh malam, akhirnya Arga menyerah dan menyantap makan siangnya seorang diri.


“Sayang, makanlah sesuatu. Perut mu benar-benar kosong sekarang. Kamu sudah memuntahkan semua isinya. Apa kamu menginginkan sesuatu? Aku akan memanggil Vino agar dia membelikan mu makanan yang lain”.


“Jangan mas, Vino pasti sedang makan siang. Jangan mengganggunya. Dan lagi aku tidak suka bau parfumnya, kalau dia masuk kesini, aku akan merasa mual lagi”.


“Tenang saja, aku akan menyuruhnya berdiri sedikit jauh darimu”.


Meski Suci melarang, namun Arga bersikeras memanggil Vino. Tak lama kemudian Vino memasuki ruangan Arga, baru saja ia akan mendekat namun suara Arga membuatnya mematung seketika.


“Stop di situ Vin, bau mu membuat istri ku mual.” Kata Arga, Vino menghela nafas dalam, berusaha menahan rasa kesalnya. Jika saja Arga bukan bosnya, mungkin Vino akan menerkam Arga saat itu juga.


“Mau makan apa sayang?” Arga menghampiri Suci yang duduk di sofa yang berbeda dengannya. Namun langkahnya terhenti karena pekikan Suci.


“Stooooppp maaas. Jangan deket-deket, aku juga gak suka bau kamu, sana jauhan". Suci bahkan mengibaskan tangannya untuk mrngusir Arga, dan hal itu membuat Vino ternganga dan kemudian bibirnya berkedut menahan tawa.


“Rasain bos, kita sama-sama bau sekarang”. Batin Vino


Arga menelan ludah kasar, menoleh pada Vino dan memberikan tatapan tajam pada asistennya itu. Arga tahu betul, jika Vino tengah menahan tawanya. “Jangan tertawaaaa!!!” Pekiknya, “Puas kamu Vin? Tapi sorry Vin, masih bauan kamu dari pada saya.”


“Sama, kalian sama-sama bau”. Ucap Suci


“Ap..apa?? Bauan dia sayang”. Arga menunjuk Vino dengan dagunya, ia masih tak terima Suci mengatainya bau.


“Kalian sama-sama bau mas, sana jangan deket-deket, aku mual”.


Vino terlihat segan pada Arga, tapi berbeda dengan matanya, sorot matanya menunjukkan kepuasan dan cemoohan pada Arga. Membuat Arga berdecak dengan melirik tajam asistennya itu. “Pergi sana, belikan istriku makanan yang membuatnya tidak muntah dan mengurangi rasa mualnya”.

__ADS_1


“baik bos, saya permisi”. Vino mengangguk pada Suci dan Arga bergantian, kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan Arga.


“Sayang, kamu kenapa sih? Aku gak bau kok, aku sangat wangi seperti biasanya.”


Suci menggelengkan kepalanya, “Kamu bau mas, jangan membuat mood ku semakin buruk.”


Arga menghela nafas pasrah, ini aneh, jika biasanya Suci sangat suka dengan wangi tubuh Arga, tapi saat ini Suci akan muntah jika berdekatan dengannya. “Sepertinya aku harus memeriksakan hidung istriku”. Gumam Arga, alih-alih mengganti minyak wanginya, Arga justru menyalahkan hidung Suci bermasalah. Pria itu masih tak terima jika Suci menuduhnya bau, menurutnya itu sangat memalukan.


Setelah menunggu tiga puluh menit, Vino kembali ke ruangan Arga. Dua tangannya penuh membawa kantung makanan, dengan percaya dirinya ia mendekat pada Suci, namun Arga segera menahannya.


“Heiiii…Jangan terlalu dekat, dia pasti akan mual mencium bau mu itu Vin”.


“Maaf Tuan, tapi saya sudah mengganti pakaian dan parfum saya. Saya yakin saya lebih wangi dari anda yang masih bau”.


Arga berkomat-kamit dengan tatapan membunuh pada Vino, kemudian matanya tampak bergerak menatap Vino dari atas hingga ke bawah, dan ternyata benar, Vino sudah memakai pakaian yang berbeda dari yang tadi ia pakai. “Sial, curang kamu Vin”.


“Ini nyonya bos”. Vino menyimpan semua makanan yang ia beli di atas meja, dan ajaibnya, Suci tak mual lagi mencium wangi baru dari Vino. Ia justru sangat menyukainya.


"wah Vin, kamu sangat wangi. Aku suka wangi kamu." Suci dengan lantang memuji Vino. Membuat Arga nyaris mengeluarkan kedua matanya dan melempar sepatunya pada Vino yang sekarang tampak tesenyum sombong. "Tuh mas, Vino udah wangi. Tapi kamu masih sangat bau."


Sangat? Kali ini Suci bahkan mengatakan Arga sangat bau? Dikatai bau saja Arga sudah sangat terhina, harga dirinya hancur dan saham ketampanannya turun drastis. Dan kata bau itu kini di tambah dengan kata sangat, itu artinya ketampanannya surut sudah ke dasar laut yang kedalamannya tak dapat di duga. Kasihaaaannnn....


Arga menghela nafas panjang, sangat panjang, bahunya meluruh bersamaan dengan tubuhnya yang juga ambruk ke atas meja kerjanya. Keduan tangannya menjadi alas kepala agar kepalanya tak langsung menyentuh meja.


Dan hal itu tak luput dari perhatian Suci dan Vino yang tampak saling melirik kemudian cekikikan bersama.


"Hei, berani kamu menertawakan saya Vinoooo!!! Saya potong gajih kamu 80%." Arga berucap sengit, membuat Vino menelan ludahnya dengan susah payah mendengar potongan gaji yang nyaris terpangkas habis.

__ADS_1


"Sisanya hanya 20% saja bos? Ampun tuan, saya hanya mengikuti nyonya agar moodnya membaik". Vino melirik Suci, berharap perempuan yang moodnya sedang tak karuan itu membantunta dan membelanya di depan Arga.


Tapi sayang, Suci malah terlihat asik dengan makanannya.


"Sudahlah sayang, jangan berdebat terus. Temani aku makan, aku tidak kan bisa menghabiskan makanan sebanyak ini sendiriran. Kemarilah.." Suci melambaikan tangannya, memanggil Arga agar pria itu mendekat padanya.


Dan kata SAYANG yang di sematkan Suci dalam kalimatnya membuat Arga kembali duduk dengan wajah sumringah. Ia mendelik kesal pada Vino, kemudian mengusir asistennya itu. "Sana pergi, ngapain masih disini?"


"Saya hanya memastikan jika gaji saya tidak terpotong tuan, baru saya akan pergi".


"Kamu berani membantah ku hah? Pergi sana, gaji mu tetap aku potong, tapi aku masih berbaik hati pada mu, aku hanya akan memotongnya 75% saja".


"Ya tuhan, hanya berkurang 5% saja dari 80%." Gumam Vino


Arga menahan tawanya, ia sangat puas melihat wajah kusut Vino yang frustasi.


"Mas, jangan gitu. Kasihan dia.."


"Aku hanya bercanda sayang..."


"Kamu hanya bercanda, tapi lihatlah dia, bibirnya bergetar mas, sebentar lagi dia pasti akan menangis."


Arga menoleh pada Vino, benar saja, bibirnya tampak bergetar, matanya mulai berkaca-kaca hendak menangis. Namun bukannya kasihan, tawa Arga justru pecah. "Hahahahaha, kenapa dengar bibir kamu itu Vin?? Pergilah, aku tidak setega itu untuk memotong gaji mu, sana, teruskan makan siangmu".


Tak ingin mencari masalah lagi dengan sang bos, Vino terburu-buru keluar setelah sebelumnya membungkukkan badannya pada Arga dan Suci sebagai tanda hormat.


GUYS, RAMEIN LAPAK SAGARA DAN MAYRA DONK, JUDULNYA "kIFAH CINTA".

__ADS_1


JAN LUPA LIKE KOMEN DAN FOLLOW MAK YA GUYS,,,


__ADS_2