PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
MEMINTA IJIN


__ADS_3

Malam itu terasa hangat, penuh kegembiraan dengan canda tawa. Rumah sederhana itu tampak sedikit ramai walau hanya empat orang saja yang tengah berbincang-bincang.


Di temani dengan cemilan yang juga sederhana, pembicaraan itu terasa sangat berkesan bagi seorang pria sukses sekelas Yusuf Argantara.


“Kenapa di sini kamu bikin makanan yang enak-enak tapi kalau di rumah kamu gak pernah bikin makanan seenak ini??” Arga masih mengunyah, menikmati pisang goreng hangat yang di sajikan istrinya di temani dengan secangkir kopi hangat.


Abi dan ummi hanya tersenyum menanggapi ocehan Arga yang sedari makan malam tadi tak hentinya memuji makanan hasil karya tangan istrinya, dia memuji namun juga memprotes.


“Di rumah kamu aku suka gak di bolehin masak sama koki-koki kamu itu, katanya takut mereka di omelin sama kamu”.

__ADS_1


Arga terkekeh, benar juga. Ia memang mewanti-wanti pada semua pekerja di rumahnya agar tak memperbolehkan istrinya bekerja dan terlalu cape. “Rumah kita sayang”, Ralatnya. “Pengecualian deh, aku ijinin kamu masak”.


“Beneran mas? Aku tuh suka BT kalau gak boleh masuk ke dapur sama Bi Imah”.


“Iya-iya, nanti aku kasih tahu mereka kalau kamu boleh masak dan menguasai dapur mereka.”


“Abi, ummi. Sebenarnya, kedatangan Arga kemari ingin meminta ijin ummi sama abi untuk membawa kembali Suci pulang ke rumah kami. Arga juga mau minta maaf kalau selama menjadi suami putri kalian, Arga selalu menyakitinya. Arga tidak berjanji untuk membahagiakannya, tapi Arga akan buktikan jika tujuan hidup Arga saat ini adalah membahagiakan Suci. Arga ingin menebus semua kesalahan yang telah Arga lakukan padanya, Arga tahu, kesalahan Arga sangat besar, tapi Arga mohon, kasih kesempatan untuk Arga memperbaiki semuanya dan menebus segala kesalahan Arga pada Suci. Ijinkan Arga membawa putri kalian lagi.” Arga menunduk, matanya berkaca-kaca mengingat segala kesalahan yang telah ia lakukan.


Suci mengusap lengan Arga, pipinya basah karena air mata. Tak dapat di pungkiri, jika perasaan kecewa itu masih kerap datang ketika ia mengingat calon buah hatinya yang telah tiada karena perbuatan suaminya, tapi ia selalu menanamkan perkataan sang ummi, jika semua terjadi karena ijin Allah, dan itu adalah takdirnya, hanya saja Arga yang menjadi perantara atas musibah yang ia alami.

__ADS_1


Abi menghela nafas panjang, ia menatap ummi yang mengangguk memberikan ijin atas permintaan menantunya, sesungguhnya, ia pun sudah menduganya, dan ia sangat bahagia melihat Suci sudah lebih baik dan tertawa lagi bersama dengan Arga. Orang tua mana yang ingin melihat rumah tangga putrinya hancur? Meski sangat kecewa atas apa yang Suci alami, namun Abi pun tak bisa egois dengan tak memberikan kesempatan pada keduanya untuk memperbaiki rumah tangga mereka. Ini hanya soal menerima dan ikhlas, dan abi sudah belajar untuk ikhlas atas segala perbuatan menantunya pada putrinya.


“Abi serahkan semuanya pada Suci, kebahgiaanya yang paling penting. Tapi nak, bolehkan Abi minta sesuatu pada mu?” Abi menegakkan tubuhnya, duduk dengan tatapan dalam pada Arga yang kini tampak menatapnya dengan sendu.


“Apapun abi, jika Arga dapat mengabulkannya, maka Arga tidak akan menolak.”


“Abi hanya minta, jika suatu saat putri abi melakukan kesalahan dan mengecewakan mu, kembalikan dia pada kami. Kami akan menerimanya di sini, jangan menggantungkannya dalam kekecewaan yang kamu berikan padanya. Insya allah abi dan ummi sudah memberikannya bekal agama meski tak banyak, dia akan patuh pada mu, dia akan memuliakan kamu sebagai suaminya, karena baktinya padamu adalah ladang pahala yang akan memberikannya tiket syurga. Kamu adalah prioritas utamanya sekarang, dan kamu mengemban tanggung jawab untuk selalu menjaganya”. Abi menghela nafas panjang, menjeda ucapannya dan menatap putrinya dengan lembut. “Suci, apa kamu yakin dengan keputusan kamu? Jangan membuat nak Arga menyesal dengan keputusannya memperjuangkan kamu nak."


Suci terdiam, ia sudah mengambil keputusan sejauh ini, dan tekadnya pun sudah bulat untuk memulainya kembali.

__ADS_1


__ADS_2