PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
UMMI TERSADAR


__ADS_3

Arga dan Suci memutuskan untuk tidur di rumah sakit, menemani Abi yang saat itu sudah terlihat sangat lelah.


"Abi pulang aja, aku aja yang jaga ummi. Abi pasti cape banget". Kata Suci, ia tak tega pada Abi, di usia yang sudah tak lagi muda harus terjaga sepanjang malam.


"Iya Abi, aku sama Suci aja yang di sini". Timpal Arga.


"Gak apa nak, kalian juga pasti lelah. Maaf Abi mengganggu liburan kalian".


"Abi, liburan itu bisa kapan aja. Tapi ummi lebih penting buat aku". Suci menggenggam tangan keriput Abi, air matanya menetes saat pandangannya teralih pada sosok berharga yang saat ini tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Umi mu belum sadarkan diri nak, Abi sangat khawatir, karena itu Abi menghubungi mu." Abi menoleh pada Arga yang berdiri di samping Suci. "Maafkan Abi nak Arga, Abi merepotkan mu".


"Abi gak ngerepotin, Abi sama ummi itu orang tua aku, mana mungkin aku akan tenang berlibur sedangkan keadaan orang tua aku seperti ini". Arga mengusap puncak kepala Suci yang tengah duduk di sofa bersama Abi, ia tak mau melihat istrinya bersedih, tapi ia pun bisa merasakan betapa cemasnya sang istri.


"Terima kasih nak, Abi gak salah menitipkan Suci pada mu. Kamu sangat baik".


Arga tersenyum lembut, mengusap punggung mertuanya agar pria tua itu tak merasa sedih dan sendirian.

__ADS_1


"Bagaimana ummi bisa jatuh Abi??". Tanya Suci.


"Ummi mu memang sedang sakit beberapa hari ini, Abi tinggal ke dapur untuk membuatkan bubur, saat Abi ke kamar ummi sudah tergeletak di kamar mandi nak. Ini salah Abi, andai saja Abi tidak meninggalkan ummi sendirian, ummi tidak akan seperti ini".


"Abi, jangan menyalahkan diri sendiri. Ini sudah takdir Abi, ini musibah. Kenapa Abi tidak memberi tahu Suci kalau ummi sakit, Suci bisa pulang dan mengurus ummi".


Abi menggelengkan kepalanya, "Kamu sudah mempunyai suami nak, tanggung jawab kamu adalah suami mu, Abi tidak mau merepotkan kamu dan nak Arga."


"Abi, Suci tetap putri abi. Arga akan sangat merasa bersalah jika Suci bersedih karena tak bisa merawat Ummi sama Abi". Kata Arga.


Suci menggenggam tangan Arga yang mengusap bahunya, mengusapkannya pada pipinya. Suci merasa sangat beruntung mempunyai Arga. Kekagumannya kembali bertambah besar.


"Suci.."


Suci terperanjat, ia beranjak ke arah ranjang di ikuti oleh Abi dan Arga.


"Alhamdulillah ummi, ummi sudah sadar". Suci tak dapat lagi menahan air matanya, entah sudah ke berapa kalinya ia menangis sejak memasuki ruangan itu. "Suci di sini ummi".

__ADS_1


"Kenapa kamu di sini? Bukankah kalian sedang berlibur?".


"Ummi, ummi yang lebih penting". Kata Suci.


Ummi tersenyum, mengusap puncak kepala Suci yang memeluknya. "Ummi gak papa nak".


"Bohong, ummi sakit gini masih bilang gak papa, aku berdosa banget sama ummi, aku gak pernah nengokin ummi". Suci semakin sesegukan.


Ummi tersenyum, "Kamu sudah punya suami nak, prioritas utama kamu adalah suami mu. Ummi gak bisa terus ganggu kamu".


"Suami aku baik ummi, dia pasti ngijinin aku untuk merawat Ummi". Suci menoleh pada Arga, pria itu tersenyum lembut. "Iya kan mas??".


"Iya sayang". Jawab Arga.


Ummi dan Abi tersenyum mendengar jawaban Arga, rupanya rumah tangga putrinya baik-baik saja dan tentu saja kemajuan yang baik ketika melihat ada cinta di mata keduanya.


Ummi dan Abi sempat khawatir dengan keadaan Suci, trauma Suci pada Arga sempat menghalangi kedekatan mereka berdua, tapi saat ini sepertinya mereka sudah saling menerima dan saling mencintai meski mereka sama-sama belum menyadarinya. Mata keduanya berbicara, ada cinta yang tengah bermekaran dalam hati mereka.

__ADS_1


Gaessss ramein komennya dong, mood booster banget buat emak..... supaya Mak semangat up lagiii😁😁


__ADS_2