PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
JUSTIN 2


__ADS_3

“Suci..Kau kah itu??”


Suci tercekat, menatap pria bertubuh tinggi yang satu tahun yang lalu tempatnya berbagi cerita, berbagi suka, berbagi sedih, dan…berbagi kasih.


Arga tak mengerti dengan situasi ini, ia menatap Suci dan Justin secara bergantian. Matanya membulat saat Justin melangkah cepat menghampiri Suci, nyaris memeluknya jika saja Suci tak melangkah mundur dan Arga bergeser berdiri tepat di hadapan Suci.


Justin menatap Arga dengan tatapan tajam penuh Tanya. “Minggir Arga, jangan menghalangi ku”. Kalimat dingin dan dalam itu membuat Arga justru tertantang.


“Kenapa aku harus menyingkir?”


“Dia Suci ku!!”


Arga kaget bukan main, ada yang meng klaim istrinya sebagai milik pria lain. Namun Arga menetralkan kembali raut wajahnya, ia menatap datar Justin dengan tangan mengepal. “Suci mu?? Tanyakan sendiri padanya, dia milik siapa??” Arga bergeser, membiarkan Suci berhadapan dengan Justin dan dengan dirinya.


Yang membuat Arga terkejur adalah, air mata yang metes di pipi istrinya dengan di sertai sebuah senyuman. Ada sorot kerinduan di mata basah perempuan itu.

__ADS_1


Arga menghela nafas panjang, “Katakan sayang, kamu milik siapa??”


Justin menoleh pada Arga, kata SAYANG yang Arga ucapkan membuatnya marah. Ia lalu menoleh pada Suci, meminta penjelasan atas semua kejadian membingungkan di depannya.


“Apa yang terjadi Suci?” Tanya Justin


Suci menunduk dengan bahu naik turun, tubuhnya bergetar karena tangis, “Maafkan aku mas, aku..aku milik mas Arga, dia suamiku”.


DEG


Bibirnya tampak bergetar, matanya memerah menahan tangis, tangannya mengepal karena amarah, entah harus marah pada siapa tentang kenyataan baru yang terjadi dalam hidupnya. “Jadi, jadi kamu menghilang selama hampir satu tahun ini, karena kamu menikah dengannya? Kamu menyakitiku..”


“Maafkan aku mas, aku bukan wanita yang baik untuk mu”.


Justin memejamkan matanya, air mata menetes begitu saja seiring dengan matanya yang terpejam. Rasanya sesakit ini, ketika ada seorang perempuan yang mampu mengeluarkannya dari keputus asaan masa lalu juga dari kemarahannya pada takdir lalu cinta yang sangat besar tumbuh di hatinya, namun ternyata takdir kembali membuatnya terluka dengan kenyataan bahwa wanita yang sangat di cintainya kini menjadi milik sahabat barunya.

__ADS_1


“Kenapa Suci? Kenapa kamu melakukan ini? Harusnya kamu tidak membuat ku percaya pada cinta lagi jika pada akhirnya kamu sendiri yang membuatku kembali merasakan penghianatan, harusnya kamu tidak berusaha membuatku percaya kembali pada takdir jika kamu sendiri yang pada akhirnya membuat ku kembali tak mempercayainya. Harusnya kamu tidak membuatku melupakan masa lalu ku jika pada akhirnya kamu sendiri yang mengingatkannya kembali. Aku merasa di permainkan Suci..”


“Maaf, maaf mas..”


Justin menghapus air matanya, ia menengadah seraya mengerjap-ngerjapkan matanyas agar air kesedihan itu tak keluar lagi.


Vino melihat Arga yang menatap Suci dengan sendu. Satu hal yang dapat Vino tangkap, jika Suci dan Justin terikat suatu hubungan di masa lalu.


Arga menarik Suci ke dalam dekapannya, mengusap punggung perempuan itu dengan lembut. “Maaf sayang, mungkin aku yang menyebabkan kamu terpisah dari pria yang kamu cintai”.


Arga mengerti, dari segala perkataan Justin Arga dapat menyimpulkan jika Justin dan Suci pernah menjalin hubungan. Arga beralih menatap Justin yang sangat terlihat frustasi.


Di depan matanya, wanita yang sangat di cintainya di dekap oleh pria lain. Justin kecewa dengan takdirnya, ketika ia dapat bangkit dari keterpurukan, dan mulai kembali menata masa depan dengan harapan besar pada Suci, namun ia kembali terluka, bahkan lebih sakit dari luka lamanya.


“Jangan menyalahkan Suci, ini semua salah ku”.

__ADS_1


__ADS_2