
Semakin hari, tingkah Suci semakin aneh dan menyebalkan. Arga di buat kelimpungan, dan puncaknya pagi ini. Saat Arga masih tertidur pulas dengan memeluk Suci, perempuan itu tampak menggeliat kemudian memekik keras, membuat Arga reflek terbangun dan mendudukan dirinya. Ia baru bisa tertidur menjelang subuh, karena semalaman Suci memintanya memijat kakinya, dan sekarang, pagi-pagi sekali Suci membuatnya kaget dan terbangun dengan kepala yang terasa pening.
“Ada apa sayang??” Tanya Arga dengan panik, ia memeriksa keadaan Suci dan memastikan istrinya baik-baik saja, “Kamu gak papa kan??’ tanya Arga lagi.
“Kenapa kamu tidur disini mas?” Tanya Suci dengan ketus, membuat Arga mengernyit tak mengerti.
“Maksud kamu??” Arga balik bertanya, ia mulai mencium hal tidak beres lainnya pada istrinya.
“Kamu kan tahu aku gak suka sama bau kamu, kenapa malah tidur di ranjang mas??”
“Terus aku harus tidur dimana sayang?” Arga melirik jam dinding yang tergantung di atas pintu masuk kamarnya, “Ini masih sangat pagi sayang, tidur lagi yah, aku masih sangat ngantuk”.
__ADS_1
Arga bersiap kembali merebahkan tubuhnya, namun tangan Suci manahannya. “Ada apa lagi? Aku sangat ngantuk”. Keluh Arga
“Tidur di sofa mas, aku gak suka kamu disini, kamu bau, sangat bau..”
Arga menghela nafas dalam, matanya terpejam sejenak untuk menghalau rasa kesal pada istrinya. Beberapa hari ini Suci mengatainya sangat bau, dan ia masih bisa bersabar, meski aneh, Arga masih bisa menerimanya. Tapi kali ini tidak, Arga sangat kesal, Suci sudah keterlaluan padanya.
“Kamu tuh kenapa sih sebenarnya? Kamu mengatakan aku bau, padahal aku tahu betul kalau aku gak bau, kamu juga menyuruhku memijat kakimu semalaman, aku juga gak keberatan. Dan sekarang kamu mengusirku dari ranjangku sendiri? Apa menurutmu itu tidak keterlaluan? Kamu membuatku kesal”.
“Kamu membentak ku mas?” Suci mulai terisak, ia menangkis tangan Arga yang hendak menyentuhnya, pria itu terlihat sangat frustasi dan putus asa.
“Bukan seperti itu sayang, kamu sangat aneh akhir-akhir ini, aku hanya…”
__ADS_1
“Aku tahu aku memang aneh, aku juga menghina mu, tapi aku juga gak tahu kenapa aku seperti ini. Kamu malah membentakku dan menyalahkan ku. Huaaaaaaa”. Suci menangis kencang, membuat Arga bingung dan kelimpungan. “Aku juga tahu ini ranjangmu, bukan ranjangku, baiklah, aku akan tidur di ranjangku sendiri mulai malam ini, kamu mengusirku..”
Astaga…Arga semakin bingung, pria itu mengusap wajahnya dengan gusar. Tadi Suci yang mengusirnya, tapi sekarang Suci mengatakan Arga lah yang mengusirnya.
“Sayang, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku minta maaf, ok, aku salah padamu. Aku mohon jangan menangis lagi, aku salah aku minta maaf, kemarilah, aku ingin memelukmu”.
Suci merentangkan tangannya dan melingkarkannya di perut Arga. Memeluk pria itu dengan erat seraya masih terisak, namun ia tak bisa membohongi hidungnya sendiri, ia memang tidak menyukai wangi tubuh suaminya. Dan hal itu tak bisa Suci paksakan dan tahan lagi, perempuan itu sedikit mendorong dada Arga hingga pelukan mereka terlepas, kemudian berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya yang sebenarnya masih kosong belum terisi. Rasa pahit seketika memenuhi rongga mulutnya, ia terus berusaha memuntahkan sesuatu yang bergejolak di dalam perutnya, tapi perutnya yang masih kosong membuatnya semakin lemas karena mengeluarkan tenaga yang lebih keras lagi.
Arga mengejar Suci, mengumpulkan rambut panjang Suci dengan satu tangan sementara tangannya yang lain memijat tengkuk Suci agar rasa mualnya sedikit berkurang.
GAESS MAMPIR KE CERITA AKU YANG LAIN YAH, JUDULNYA KIFAH CINTA..MAAACIIIHHH
__ADS_1