PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
AKHIRNYA


__ADS_3

Segelas air minum cukup menenangkan rasa kaget dan takut Suci, perempuan itu kini terlihat lebih tenang dan mengeratkan dekapannya pada lengan kokoh Arga yang berbaring miring menghadapnya.


"Sejak kapan kamu seperti ini sayang??" Pertanyaan bodoh itu membuat Arga mengerjap menyadari kesalahannya. "Maaf.." Lanjutnya lagi.


Suci terkekeh pelan, ia sedikit mendongak menatap wajah sendu suaminya. "Kenapa minta maaf?? Kamu gak salah apa-apa mas".


"Pasti semuanya berawal karena aku..." Lirih Arga.


Suci mengangguk, semakin membuat Arga merasa bersalah dan merutuki dirinya. "Tapi kamu juga obat buat aku mas. Aku bisa sedikit melupakan rasa trauma itu ketika sedang bersama kamu. Allah memang adil, kamu yang mengawali semuanya tapi kamu juga membawa obat buat rasa takut aku".

__ADS_1


Arga mengernyitkan dahinya, ia sedikit tak mengerti dengan perkataan istrinya. Secerdas apapun CEO sekelas Arga, akan terlihat bodoh di depan wanita itu. Dan Arga pun merasa ia bodoh jika itu menyangkut tentang Suci. "Obat?? Aku??" Tanya Arga


Suci mengangguk, "kata psikolog aku, aku harus berusaha mengalihkan rasa takut dan trauma aku ke sesuatu yang membuat aku bahagia, nyaman dan aman. Dan aku menemukan ketiga hal itu di dalam diri kamu mas. Dan ternyata benar, aku bisa menangani rasa takut itu ketika kamu ada di samping aku. Aku merasa aman mas, merasa nyaman dan tentu saja aku sangat bahagia."


Arga menatap Suci dengan lembut setelah ia beringsut ke bawah mensejajarkan wajahnya dengan wajah cantik Suci. "Terima kasih sayang, gak ada lagi yang bisa aku ucapin ke kamu selain kata terima kasih karena kamu sudah sangat mencintai aku, kamu ngasih kesempatan ke dua buat aku padahal aku memperlakukan kamu dengan sangat buruk. Aku emang gak pantas di maafkan, tapi aku mau egois, dalam hal menyangkut kamu, aku akan bersikap egois demi bisa memiliki kamu selamanya. Aku memang kejam, tapi aku akan memperbaiki semuanya. Aku gak mau kamu pergi lagi, aku seperti manusia hidup tapi tak bernyawa saat kamu memutuskan untuk pergi. Dan cukup saat itu saja aku seperti itu, akan aku pastikan kamu bahagia di samping aku. Aku juga akan membuktikan kalau aku layak mendapatkan kesempatan itu, dan kamu gak akan menyesal memberikan kesempatan itu pada ku".


Suci menangkup pipi suaminya, kemudian mengusapnya dengan lembut. "Aku sangat mencintai kamu mas, jangan ragukan itu. Dan aku sangat bahagia. Berjanjilah padaku, jika ada sesuatu yang kamu gak suka atau gak sesuai dengan keinginan kamu, bicarakan padaku dengan baik-baik. Beritahu aku dimana letak kesalahan aku agar aku bisa segera memperbaikinya. Dan apapun masalahnya, kita harus selesaikan dengan segera agar tak berlarut-larut. Jangan saling mendiami dan membuat masalahnya bertambah rumit dan panjang."


Suci tersenyum mendengar jawaban Arga, kemudian mereka saling menatap dalam diam. Tatapan dalam yang menyiratkan rasa rindu yang teramat besar. Suci memejamkan matanya saat Arga mulai mendekat dan semakin mendekat mengikis jarak di antara mereka.

__ADS_1


Satu sentuhan hangat di bibir keduanya menyalurkan sengatan-sengatan aneh yang menjalar melalui aliran darah mereka yang terasa memanas. Hanya sebatas menempel saja sudah sangat berpengaruh pada hasrat mereka, cukup lama tak merasakan sentuhan itu membuat mereka dengan cepat merasakan gairah yang memuncak.


Nafas keduanya saling bersahutan dan memburu saat ciuman itu perlahan menjadi ******* lembut dan semakin menuntut.


Arga menjauhkan kepalanya dari Suci, menatap mata Suci dengan tatapan sayu dan berkabut, tatapan mendamba dan meminta lebih.


Suci mengangguk dengan senyuman menawan, tak dapat di pungkiri jika Suci pun menginginkannya, merindukan setiap sentuhan pria berparas tampan itu setelah sekian lama terpisah. "Lakukan mas". Bisiknya lirih.


Arga tersenyum, ia kembali mendaratkan kecupan di setiap inci wajah istrinya sampai mereka hanyut dalam malam yang syahdu penuh dengan kehangatan dan keringat penyatuan mereka.

__ADS_1


**Gaess follow akun Mak yah...


like dan komennya Mak tunggu lohh**...


__ADS_2