
Keadaan tak kunjung membaik bahkan cenderung semakin buruk, Suci memutuskan untuk mencari pekerjaan di sela-sela kegiatannya kuliah. Banyak yang harus ia fikirkan, selain biaya hidup sehari-hari, ia juga membutuhkan banyak uang untuk membayar kuliahnya yang tak murah, sangat mahal di ukuran orang seperti Suci, selain itu, ia juga harus menabung untuk biaya persalinannya kelak. Ia sudah tak mau lagi memakai uang Arga, kalimat yang kerap kali terlontar dari bibir pria itu sangat menyakitinya, ia bertahan di situ karena cintanya pada Arga, juga karena bayi yang ada dalam kandungannya.
Pagi-pagi sekali, Suci sudah bersiap, libur kuliah tak menjadikannya berleha-leha. Ia harus segera mendapatkan pekerjaan, karena itu pagi ini ia bertekad mencari jembatan penghasil uang untuk menopang hidupnya dan janin yang ada dalam kandungannya.
"Loh nyonya, pagi-pagi sekali sudah mau pergi??". Bi Imah bertanya, wanita tua itu baru saja kembali berbelanja di pasar.
"Iya Bi, mumpung libur kuliah, aku mau nyari kerjaan bi".
"Nyari kerjaan? Nyonya kan lagi hamil, sebaiknya nyonya jangan bekerja".
"Justru itu bi, aku butuh banyak uang untuk kuliah dan menabung untuk biaya persalinan ku nanti."
"Nyonya, apa tidak sebaiknya tuan muda tahu tentang kehamilan nyonya??"
"Tidak bi, aku tidak mau anak ku mendapatkan penolakan. Biarkan seperti ini bi, aku tidak sanggup mendengar kemarahan dia lagi".
Bi Imah mengangguk pasrah, ia pun tak bisa terlalu ikut campur dalam masalah rumah tangga tuannya, ia tak pernah tau masalah apa yang mengakibatkan sikap tuannya berubah, tapi melihat Suci ia tak tega. "Tapi nyonya belum sarapan kan? Bibi bikin sesuatu buat nyonya sarapan yah, tunggu sebentar".
"Bibi jangan, tidak usah bi, aku takut mas Arga bangun dan melihat. Lebih baik aku pergi sekarang bi".
"Tapi nyonya..."
"Aku pergi ya Bi, doakan aku semoga aku bisa dapat pekerjaan secepatnya".
Bi Imah lagi-lagi hanya bisa mengangguk, ia sangat ingin memberi tahu situasi ini pada nyonya dan tuan besarnya, tapi lagi-lagi langkahnya terbatas karena ia hanyalah seorang pelayan di situ, meski ia sudah di anggap keluarga, tapi ia merasa tidak berhak mengadukan masalah rumah tangga tuan mudanya.
Di sisi lain, Arga baru saja bangun dari tidurnya, tak ada Suci di sampingnya membuatnya sulit tertidur dan akan selalu terlambat ketika bangun, kehadiran Suci sudah terbiasa untuk Arga, namun dia sendiri yang menginginkan situasi seperti ini. Dia tak mengingat ucapannya sendiri, bahwa ia bersyukur dengan adanya musibah ini ia memiliki Suci, tapi mendapati bukti bahwa Suci sengaja menjebaknya membuatnya marah dan kecewa pada Suci, kepercayaannya pada Suci mulai terkikis.
Arga berdecak malas, ia mengusap wajah kusutnya dengan kedua telapak tangannya. Biasanya pakaian gantinya telah siap di sisi ranjang, tapi kali ini bahkan ranjang pun masih berantakan karena ia bangun terlambat. Tak ingin membuang waktu, ia pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, segera bersiap untuk pergi ke kantornya.
Wangi harum masakan tercium oleh indera penciumannya, Arga melangkahkan kakinya ke ruang makan, entah mengapa ia merindukan masakan hasil tangan istrinya, tapi ia segera menepisnya. Rasa kecewa masih membutakannya.
"Silahkan tuan muda". Bi Imah membalikkan piring di hadapan Arga, hendak mengambilkannya nasi dan lauk pauknya namun Arga menolak.
"Saya saja bi".
Bi Imah mengangguk, ia memilih menuangkan air minum pada gelas tinggi di hadapan Arga. Arga termenung, ini yang selalu Suci lakukan, melayaninya dengan baik dan memperlakukannya bak seorang raja, Suci sangat memuliakannya. Tanpa sadar Arga bertanya pada Bi Imah.
__ADS_1
"Suci masih di kamarnya bi??"
Bi Imah menunduk, ia bingung harus menjawab apa. Berterus terang kah? Atau berbohong saja. Keterdiaman wanita tua itu membuat Arga kembali bertanya.
"Bi?? Apa yang bibi sembunyikan dari ku??"
"Tidak ada tuan muda". Bi Imah semakin menunduk ketika tatapan Arga mengintimidasinya.
"Lalu dimana dia??"
"Nyonya, nyonya pergi sejak pagi tadi tuan".
"Pergi???"
"Katanya mau mencari pekerjaan tuan".
Arga terdiam dengan perasaan tak menentu, "Jadi dia benar-benar akan membuktikannya pada ku???" Batinnya
Namun rasa kecewanya lagi-lagi membuat ia semakin berfikir buruk tentang Suci. "Apa dia sengaja ingin mempermalukan aku dengan bekerja??"
Bi Imah berniat menjelaskan semuanya pada Arga, namun Arga beranjak meninggalkan meja makan tanpa menyentuh sarapannya sedikit pun. Bi Imah semakin gelisah, "maafkan bibi nyonya". Lirihnya
❤️❤️❤️
Matahari mulai meninggalkan peraduannya, cahayanya mulai tergeser oleh waktu. Kilau cahaya senja mulai tampak di langit, seorang pria terlihat gusar di salah satu ruangan di rumahnya.
Arga, pria itu tengah menunggu istrinya yang sampai saat ini belum juga menampakan batang hidungnya, padahal hari sudah petang. Ia tak dapat menampik jika ia pun khawatir dengan keberadaan istrinya.
Derap langkah seseorang dari teras membuatnya melangkah cepat ke arah jendela kaca, ia sedikit membuka tirainya, Suci nampak berjalan dengan raut lelahnya. Amplop cokelat berukuran besar yang di dekap Suci mencuri perhatiannya, Arga tebak itu adalah surat lamaran pekerjaan Suci.
Sebelum Suci membuka pintu utama, Arga bergegas membukakan pintu untuk iperempuan itu. Suci terlihat kaget dengan kehadiran Arga, ia tampak menyembunyikan amplop cokelat yang di dekapnya ke belakang tubuhnya.
Suci memberanikan diri menatap manik tajam Arga, untuk sesaat ia melihat ada sorot kecemasan dalam mata itu, namun dugaannya terpatahkan ketika pria itu mulai berbicara.
"Dari mana saja kamu?? Mencari pekerjaan? Kenapa repot-repot cari kerjaan kalau kamu bisa menjebak pria lain Suci??"
Suci menunduk, bahunya yang naik turun menandakan jika ia tengah menangis terisak. Lagi-lagi kata-kata yang keluar dari mulut Arga sangat melukainya.
__ADS_1
Suci memilih menghindar, ia melangkah cepat melewati Arga masuk ke dalam rumah. Tak sanggup rasanya mendengar penghinaan yang pria itu lontarkan, terasa sangat menyakitkan bagi Suci karena kalimat hinaan itu keluar dari mulut pria yang sangat di cintainya.
Suci setengah berlari menaiki anak tangga, menghindari Arga yang berteriak mengejarnya.
"Suci!! Aku belum selesai bicara. Berhenti Suci!!".
Suci terus melangkah menaiki anak tangga, hingga tarikan di lengannya membuat langkahnya terhenti seketika, tubuhnya yang lelah tak dapat menyeimbangi tarikan keras dari Arga, Kaki nya terpeleset ujung tembok anak tangga dan tubuhnya berguling-guling ke lantai bawah.
Suci mengernyit merasakan rasa nyeri di sekitar kepala dan perutnya. Air matanya menetes, samar-samar ia mendengar Arga memanggilnya bersamaan dengan derap langkah yang memburu.
Arga terkejut mendapati Suci terjatuh berguling-guling dari atas tangga, ia mencoba menahan tangan Suci tapi tangan itu terlepas begitu saja.
"Suci..." Pekiknya.
Arga menepuk-nepuk pipi Suci, mata perempuan itu masih terbuka walau terlihat sayu. "Suci maafkan aku".
"Astaghfirullah nyonya.." Bi Imah menjatuhkan secangkir kopi yang hendak ia suguhkan pada Arga, ia berlari. Bi Imah menangis saat melihat darah segar mengalir dari ************ Suci dan pelipisnya. "Nyonya ya Allah..."
"Bi...Tolong anak ku bi" Lirih Suci, hampir tak terdengar namun masih jelas terucap sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.
Arga terdiam, masih mencerna kalimat terakhir yang Suci utarakan sebelum perempuan itu tak sadarkan diri.
"Apa maksud perkataannya bi??" Teriak Arga.
"Nyonya sedang hamil tuan, tolong selamatkan dia dan anaknya".
Setetes air mata menetes dari ujung mata tajam Arga, ia terduduk di lantai dengan merengkuh kepala Suci di pangkuannya. "Gak mungkin, kenapa dia tidak mengatakannya?".
"Nyonya terlalu takut pada anda, ia takut anda menolak kehamilannya tuan, tolong bawa dia ke rumah sakit tuan, dia dan bayinya harus selamat". Bi Imah terisak menatap Suci yang wajahnya kian memucat.
Arga mengusap perut datar Suci, tubuhnya semakin bergetar saat darah semakin banyak keluar dari ************ istrinya. Dengan sisa tenaga yang ia punya, Arga mengangkat tubuh Suci. Berlari menggendongnya menuju ke mobil kemudian ia bawa ke Rumah sakit terdekat.
Gaess, cerita Sagara & Mayra Mak post malem atau gak besok yah....pantengin terus aja...follow akun Mak supaya kalian tau Mak post kapan..otomatis cerita2 Mak akan jadi list favorit di ponsel kalian...
itu covernya ya gaes...
__ADS_1