PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
PERTEMPURAN PENGANTAR TIDUR


__ADS_3

“Aku tidak bisa membayangkan kalau saat itu kamu benar-benar pergi dan tidak mau memaafkan ku, mungkin aku akan meninggalkan Negeri ini dan lari mencari tempat yang baru, tempat dimana aku tidak akan bisa mengingat mu, meski rasanya aku tidak akan bisa melupakan mu. Kamu adalah hal terbaik dan terindah dari Allah, kamu pencapaian terbesar dalam hidup aku. Meski pertemuan kita adalah sebuah kesalah besar yang aku buat, tapi lewat musibah itu aku dapat memiliki mu, dan aku sangat bersyukur akan hal itu. Aku tidak akan memintamu berjanji untuk selalu berada di sampingku, tapi aku akan mempertahankan mu dengan segenap kemampuan yang aku punya, agar tidak ada celah untuk mu untuk lari dari ku, meski itu hanya sekedar niat dalam hatimu saja, aku tidak akan membiarkan itu terjadi.” Kata Arga lagi.


Suci menatap manik tajam Arga dengan matanya yang berkaca-kaca. Ia tak mengira jia Arga akan melakukan hal sejauh itu demi untuk melindunginya, ia juga tak menyangka jika ternyata Arga sangat terluka dengan keputusannya untuk pergi. “Maafkan aku mas, kamu pasti sangat terluka saat aku memutuskan untuk berpisah dengan mu, aku menyakitimu..”


“Itu tak seberapa di banding dengan luka yang aku kasih ke kamu, kamu lebih menderita disini, sampai kamu memutuskan untuk pergi, itu artinya kamu sudah ak bisa menahannya lagi”.

__ADS_1


“Iya, kita sama-sama terluka mas. Maaf..”


“Aku yang harusnya meminta maaf sayang, karena itu, sebagai permintaan maafku, mala mini aku akan menjadi pelayan mu”.


Suci mengernyit, menatap Arga dengan penuh rasa curiga. Belum sempat ia bertanya, Arga menyerang bibirnya tanpa aba-aba. Suci mendorong wajah suaminya, hingga ciumannya terlepas dan Arga menatap Suci penuh Tanya.

__ADS_1


“Tunggu mas, pantas saja aku mendapatkan pekerjaan itu dengan mudah. Aku bahkan tidak memberikan surat lamaran pekerjaan resmi padanya. Dan anehnya lagi meski aku gak masuk kerja, kak Nata gak pernah menegurku atau memberikan sanksi padaku. Aku mengerti sekarang, kalian memang cocok bersekongkol”. Suci memukul dada Arga pelan, ia tak menyangka jika ia sebodoh itu dengan tak menyadarinya sejak awal. Namun hal itu juga membuat Suci bersyukur, dengan Arga mengawasinya diam-diam, ia justru bisa selamat dari kejadian buruk yang sekali lagi akan mengambil kehormatannya. Arga datang tepat waktu meski saat itu Suci nyaris telanjang.


Arga tertawa, “Sudahlah sayang, itu sudah lewat. Sekarang aku akan membuatmu bahagia. Kamu cukup diam dan nikmati..”


“Tapi mas,,,,”

__ADS_1


Arga kembali mencium bibir Suci, membungkam bibir mungil itu agar tak memberikan protes lagi. Suci hanya bisa tersenyum di sela ciumannya, ia mulai berani mengalungkan kedua tangannya pada leher Arga, membalas pergerakan bibir pria itu dengan tak kalah panas. Erangan-erangan manja dari bibir Suci mulai terdengar saar Arga menyusupkan tangannya di balik piyama tidur Suci, memberikan usapan lembut di area perut hingga mulai nakal naik ke area dada perempuan itu. Malam itu kembali menjadi malam panas untuk Arga dan Suci, dua insan yang tengah dilanda rasa rindu yang menggunung.


Pergumulan panas itu terjadi hampir sepanjang malam, rasa rindu yang terus mendesak membuat mereka saling enggan untuk menyudahi. Namun tubuh yang lelah tak bisa lagi mereka abaikan, hingga mereka terlelap menjelang subuh.


__ADS_2