PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
SEMAKIN MEMBAIK


__ADS_3

Beberapa hari menjadi istri Arga dan tak keluar rumah mewah itu sama sekali mulai membuat Suci merasa jenuh, bosan dan badannya terasa sakit. Ia di larang melakukan ini dan itu oleh nyonya Tara dan suaminya.


Selain menyiapkan keperluan Arga, Suci sama sekali tidak boleh melakukan kegiatan apapun apalagi bekerja membantu para pelayan sesuai dengan yang sering ia lakukan selama tinggal di rumah itu.


Ya, kemajuan Suci semakin baik, ia sudah bisa menyiapkan keperluan suaminya meski harus kucing-kucingan dengan pria itu. Saat pagi datang, Suci akan terburu-buru menyiapkan kopi dan pakaian untuk Arga, itu semua ia lakukan ketika Arga memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, sebelum Arga selesai Suci pun harus sudah keluar dari kamar pria itu. Itu salah satu usaha Suci untuk meraup pahala dari suaminya tanpa harus bertemu dengan pria itu dan akan membuat Suci ketakutan lagi.


Pagi ini, Suci memberanikan diri untuk menemui Arga dan meminta agar ia bisa bekerja lagi di perusahaan suaminya. Sekuat tenaga ia menahan rasa takut dan gemetar di tubuhnya saat ia sampai di depan pintu kamar pria itu. Helaan nafas panjang terdengar keluar dari bibirnya, ia benar-benar harus menyiapkan hati dan mentalnya untuk berbicara pada Arga.


Dengan tangan bergetar ia mengetuk pintu kamar.


Tok tok tok

__ADS_1


Suci menggigit bibir bawahnya saat terdengar derap langkah kaki mendekat ke arah pintu, dan tak lama pintu terbuka, Arga muncul dari balik pintu dengan sudah berpakaian rapi yang sebelumnya Suci telah persiapkan. Pria itu sedikit terkejut dengan keberadaan istrinya di depan pintu kamarnya.


"Suci? Ada apa? Apa kamu membutuhkan sesuatu?". Tanya Arga.


Suci menundukan kepala, jemari tangannya saling meremas dan terasa sangat dingin. "Ma..maaf pak Arga, aku, aku mau kembali bekerja, apakah boleh?".


Arga terdiam, pria itu tampak tengah berfikir. "Kenapa kamu ingin bekerja lagi? Apa kebutuhan mu kurang?".


Suci menggeleng cepat, ia menengadah sekilas menatap suaminya kemudian kembali menunduk. "Bu..bukan seperti itu pak, aku hanya tidak terbiasa berdiam diri saja. Di sini gak boleh bantu-bantu, aku gak enak aja cuma numpang tapi gak ngapa-ngapain". Lirih Suci.


Suci terpaku mendengar penuturan Arga, ia merasa di hargai. "Tapi..."

__ADS_1


"Yaudah kalau kamu mau kerja gak papa, akan ada dua pengawal yang menjaga kamu, jangan khawatir, mereka perempuan kok".


"Itu berlebihan pak, aku orang biasa, aku gak terbiasa dengan pengawalan seperti itu, lagi pula aku OG pak, bukan pemimpin perusahaan seperti bapak".


"Kata siapa kamu bukan pemimpin perusahaan? sekali lagi aku tegaskan, kamu istri aku, artinya kamu juga pemilik perusahaan. Dan kamu akan aku pindahkan jadi sekretaris pribadi aku, supaya kamu tetap dalan pengawasan ku, aku gak mau kejadian buruk terjadi lagi padamu."


"Tidak tidak, aku ingin tetap menjadi OG pak".


"Kalau begitu kamu harus memakai pengawal, tidak ada bantahan lagi Suci. Kalau kamu tetap ingin bekerja sebagai OG, kamu harus mengikuti aturan ku."


Suci menunduk pasrah, "Baiklah, tapi dari kejauhan saja ya pak, aku gak nyaman".

__ADS_1


"Good, istri yang baik". Arga mengusap puncak kepala Suci, membuat Suci semakin menunduk, tapi rasanya sangat nyaman. Suci merasa terlindungi.


gaess mampir ke apk hijau yuk. masih gratis kok belum Mak kunci...cari aja SAVANA ALIFA di kolom pencarian kemudian klik ORANG...💜💜🙏🙏


__ADS_2