PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
KODE


__ADS_3

Jalanan masih tampak ramai, padahal malam sudah cukup larut. Tapi aktivitas para penghuni bumi masih terlihat sibuk, itulah ibu kota, seakan tiada lelahnya walau malam hari sekalipun.


Arga dan Suci baru saja pulang menghadiri resepsi pernikahan Clara, kali ini Arga mengendarai mobilnya sendiri, Vino pamit pulang lebih dulu karena ada urusan yang mendadak.


“Sayang, apa kamu mau beli sesuatu dulu? Cemilan atau jajanan?”


Arga memberika penawaran, selain karena memang perhatian pada Suci, ia juga tak mau kerepotan lagi membeli sesuatu yang Suci inginkan ketika mereka sampai di rumah nanti. “Mumpung masih di luar sayang”. Kata Arga lagi.


“Enggak mas, aku masih kenyang. Aku lelah, ngantuk”.


Arga tersenyum, menoleh sekilas kemudian mengusap puncak kepala istrinya, “Yaudah, kamu tidur aja. Nanti aku bangunin kalau kita udah nyampe rumah”.


Suci menganggukan kepalanya, ia menyandarkan kepalanya pada sandaran jok, mencari posisi nyaman kemudian memejamkan matanya.


Setelah menempuh perjalanan dalam keheningan, akhirnya mobil mewah milik Arga sampai di depan pagar tinggi rumahnya. Ia menyalakan klakson, dan penjaga rumahnya sigap membukakan gerbang tinggi menjulang itu. Satpam membungkukkan badannya untuk menyambut kedatangan tuannya, kemudian menutup kembali pintu gerbang bercat hitam itu.

__ADS_1


Sementara satu penjaga yang lainnya membukakan pintu mobil untuk Arga.


“Pak Mun, tolong masukan mobilnya ke garasi yah, aku sangat lelah. Istriku juga sudah tertidur”. Pak Mun mengangguk, Arga memberikan kunci mobilnya pada pak Mun, ia sendiri menggendong Suci yang tertidur memasuki rumah dan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


Karena pergerakan kaki yang sedikit menghentak ketika menaiki anak tangga, membuat Suci mengerjap dan perlahan membuka matanya. Wajah tampan Arga yang terlihat di atasnya membuat Suci tersenyum dan menyusupkan wajahnya pada dada bidang pria itu.


“Eh, kok bangun sayang??” Tanya Arga


Suci tersenyum, “Kenapa kamu gak bangunin aku? Aku kan berat, harusnya kamu gak usah gendong aku”.


Suci terkekeh, posisinya sangat terasa nyaman, hingga meski terbangun ia enggan turun. “Nanggung mas, lanjutkan perjungan mu”.


Mereka berdua tertawa, Suci membuka pintu kamar karena tangan Arga tengah menggendongnya, kemudian Arga menutup kembali pintunya dengan kakinya.


“Turunin di sana mas”, Suci menunjuk sofa, “Ah..akhirnya sampai rumah, aku sangat lelah”.

__ADS_1


“Istirahat sayang, aku mau mandi sebentar”. Kata Arga


Suci mengangguk, ia memilih mengganti pakaiannya dengan daster rumahan kemudian kembali duduk di sofa menunggu Arga menyelesaikan kegiatan mandinya. Arga memang tak terbiasa tidur dalam keadaan berkeringat, semalam apapun jika dia beraktivitas yang menguras keringat maka ia akan membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur.


Beberapa menit berlalu, pintu kamar mandi terbuka. Arga muncul dengan handuk melingkar di area pinggangnya. Rambutnya yang basah masih meneteskan air ke pelipisnya, membuat pria itu terlihat lebih segar dan……seksiiiih. Itulah kesan Suci untuk Arga saat ini.


Dengan gugup Suci menghampiri Arga, memberikan pakaian santai untuk suaminya yang tadi telah ia siapkan. “Ini bajunya mas..”


Arga menerima pakaian yang Suci sodorkan, dengan sengaja pria itu menampilkan senyum menggoda yang membuat Suci semakin gugup dan menelan ludahnya dengan susah payah. “terima kasih sayang..”


Suci mengangguk, kemudian kembali duduk di sofa dan menyalakan televisi untuk mengalihkan otak liarnya dari tubuh seksi yang tengah memakai pakaiannya itu. Sejak hamil ia juga jadi sering ingin menyentuh suaminya, ia menjadi sedikit liar dan agresif. Mungkin karena pengaruh hormon kehamilannya yang terkadang meningkat dari biasanya.


“Kok malah nyalain Tv? Katanya lelah, istirahat sayang, aku gak mau kamu kelelahan”.


Suci diam, otaknya bekerja mendadak untuk memberikan jawaban atas pertanyaan suaminya. Tidak mungkin kan jika ia mengatakan kalau dirinya sangat tergoda oleh tubuh seksi suaminya dan sangat ingin menerkamnya. "Aku...mendadak tidak lelah, aku juga belum ngantuk."

__ADS_1


Suci mencoba peruntungan dengan memberikan kode pada suaminya, kali saja pria itu peka dan menyerangnya lebih dulu, jika Arga yang menyerang lebih dulu, Suci tidak akan merasa malu bukan?


__ADS_2