PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

“Jadi istriku hamil??”


“Iya dia sedang hamil, tapi untuk memastikannya bawa dia ke rumah sakit dan periksakan dia ke dokter obgyn, agar semuanya jelas dan pasti”. Jelas Wisnu


Arga mengangguk-anggukan kepalanya seraya mengusap sudut matanya yang berair. Rasanya sangat bahagia, kabar itu juga akan menjadi hal yang sangat menakjubkan untuk Suci, setelah sebelumnya ia melakukan kesalahan pada Suci dan mengakibatkan ia kehilangan calon anaknya, kali ini tidak lagi. Arga tidak akan melakukan kesalahan yang sama dengan mengabaikan Suci.


Kebahagiaan yang membuncah itu membuatnya tak tahan untuk tak memeluk Suci, perempuan yang sudah memberikannya kesempatan untuk memperbaiki diri dan kini di beri kesempatan untuk kembali memiliki seorang anak.


“Selamar Ga, jaga dia baik-baik. Jangan sampai kejadian buruk itu terulang lagi”.


Arga mengangguk, ia menggenggam jemari tangan Suci yang mulai terasa hangat kembali. “Tidak akan Nu, aku akan menjaganya dengan segenap hidupku. Akan aku pastikan dia baik-bak saja.”


“baguslah, dan jangan lupa bawa dia ke dokter obgyn”.

__ADS_1


“Ya, besok aku akan membawanya ke rumah sakit. Hari ini aku ingin dia beristirahat”.


Wisnu menepuk pundak Arga sebelum akhirnya ia pamit untuk pulang. Vino pun juga melakukan hal yang sama meski Arga menatapnya dengan sengit. Arga tak akan merusak hari bahagianya dengan mengomel pada Vino, dia akan membiarkan Vino melakukan hal kurang ajar padanya hari ini saja. Selebihnya, nehii….


Beberapa saat dari kepulangan Wisnu dan Vino, Suci mengerjapkan matanya, kelopak mata indah yang terbingkai dengan buku lentik itu perlahan terbuka sempurna. Satu senyuman manis menyambutnya, Arga masih setia di samping Suci dengan menggenggam jemari lentik perempuan yang beberapa saat lalu di nyatakan hamil itu.


“Mas…” Lirihnya, “Aku kenapa?”


Suci mengerutkan dahinya seraya terus mengumpulkan tenaga dan kesadarannya, ia masih belum sepenuhnya bisa mencerna kalimat yang Arga lontarkan. Sesaat kemudian matanya membulat sempurna dengan mulut menganga dan ia tutupi dengan sebelah tangannya, sementara sebelah tangannya yang lain mengusap perut datarnya. “Obgyn? Maksud kamu?”


Arga mengangguk, kali ini matanya sudah tampak berkaca-kaca karena haru. “Iya sayang, kata Wisnu kamu sedang hamil. Tapi kita harus ke dokter obgyn untuk memastikannya dan mengetahui usia kandungan kamu”.


Suci tak kuasa lagi menahan air matanya, air bening itu menetes begitu saja, namun bukan karena merasa sedih, tapi rasa bahagia yang teramat membuncah dan membuat air bening itu terdorong keluar. “Kamu gak bohong kan mas??”

__ADS_1


“Enggak sayang, kamu sedang hamil. Kita akan segera menjadi orang tua”.


“Ya Allah…betapa baiknya Engkau, hingga kehilangan kami segera Engkau gantikan”. Suci menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia tak dapat lagi mmenahan air matanya. Semuanya terasa mengejutkan dan membahagiakan. Ia tak menyangka Allah akan menggantikan calon anaknya yang hilang dengan cepat.


Arga meraih tubuh begetar Suci, ia mendekapnya dengan erat namun juga lembut. “Kamu benar sayang, Allah maha baik pada kita, terutama padaku, Allah memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku padamu dan pada calon anak kita. Aku janji sayang, aku akan menebus segala kesalahanku pada kalian dengan menjaga kalian.”


Suci mengangguk dalam dekapan Arga, sungguh, ia tak dapat lagi mengungkapkan betapa ia sangat bahagia saat ini, selain bersyukur dan terus mengucap kalimat syukur dalam hatinya.


“Kita ke rumah sakit sekarang aja ya mas, aku udah gak sabar mas”.


“Tapi kamu masih lemah sayang, kamu harus istirahat dulu. Besok aja yah. Aku janji besok aku akan membawamu ke ruma sakit”.


Suci menggelengkan kepalanya, “gak mau mas, aku maunya sekarang aja. Aku mohon mas…”

__ADS_1


__ADS_2