PERAMPAS KEHORMATAN KU

PERAMPAS KEHORMATAN KU
RUMUS ISTRI


__ADS_3

Setelah melalui perdebatan dan pertempuran panas siang hari hingga sore hati itu, akhirnya Suci mengenakan gaun pilihannya sendiri yang dulu di berikan Arga saat pertama kali menikah dan sama sekali belum ia pakai. Gaun berwarna hitam dengan aksen blink berwarna senada dengan gaunnya di bagian leher dan pinggang itu sangat elegan, lengannya panjang, dan bagian bawahnya berpotongan payung, hingga sangat nyaman di pakai Suci karena tidak sempit saat Suci melangkahkan kakinya. Jilbab segi empat yang ia ikat ke bagian belakang lehernya semakin mempermanis penampilannya.


“Cantik banget sih istri aku, tapi aku benar kan sayang, apapun yang kamu pakai memang terlihat indah, tapi lebih indah lagi jika kamu tak memakai apapun.”


Suci mendelikkan matanya, ia menghampiri Arga yang tengah berdiri mengamatinya di sisi ranjang. Tangan kecilnya memukul dada Arga, “jangan mulai deh mas, aku udah cantik nih, masa iya aku harus buka-buka lagi. Kali ini aku gak akan terpancing”.


Arga tertawa, “Ya kali aja kamu tergoda. Aku kan Cuma mencoba peruntungan sayang”.


“Gak akan terpancing, udah ayok, nanti kita kemaleman loh”.


Arga malah diam seraya menatap Suci dengan sebelah alis terangkat, bibirnya berkedut menahan tawa, jika ia melepaskan tawanya, ia takut mood Suci akan hancur dan mengakibatkan huru-hara yang akan menggagalkan acara pergi mereka.

__ADS_1


“Kok malah diem mas? Ayok lah..’


“Kamu mau pergi kaya gitu yank? Kamu udah cantik, elegan, gaun bagus banget, tapi bawahnya pakai sandal jepit?”


Suci menunduk menatap kakinya, kemudian berdehem dengan mengangkat dagunya. “Kenapa memangnya kalau aku pakai sandal jepit? Kamu mau bilang aku jelek? Asal kamu tahu ya mas, ini tuh fashion yang lagi hits di tahun ini, kamu aja yang gak tahu”.


Setelah menyembur Arga dengan kalimat itu, Suci beranjak meninggalkan Arga ke ruang ganti. Pria itu menganga dengan mata berkedip. “Benarkah begitu? Apa aku sudah ketinggalan jaman? Tapi aku gak pernah lihat fashion model begitu?”


Tak lama, Suci kembali keluar dari ruang ganti, kakinya sudah terbungkus cantik dengan flat shoes berwarna hitam. Membuat Arga mengerutkan dahinya merasa bingung melihat Suci, “Ucapannya tidak sesuai dengan tindakannya”. Batin Arga


“Kenapa kamu liatin aku kaya gitu mas??” Protes Suci.

__ADS_1


“Kenapa ganti sepatu? Bukannya pakai sandal jepit lagi ngehits?” Tanyanya dengan polos. Karena memang semakin kesini fashion di negaranya ini semakin nyentrik kadang cenderung aneh. Jadi Arga percaya saja dengan ucapan istrinya yang sebenarnya hanya ngeles saja.


“Ak..aku berubah fikiran, pakai sandal jepit gak baik buat kaki aku malam-malam begini. Kaki aku bisa sakit flu terkena angin malam”. Jawabnya


Dan dari jawaban itulah Arga menyadari kebodohannya, ya tuhan, Arga seorang CEO cerdas, kecerdasannya itu tak perlu di ragukan lagi, Arga bahkan mampu menaklukan klien yang garang sekalipun, tapi lihatlah sekarang, ia di bodohi istrinya sendiri. Entah Suci yang bodoh, atau Arga yang bodoh, keduanya sama-sama melontarkan kalimat yang bodoh juga.


Arga kehabisan kata-kata mengahadapi istrinya itu, ia hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya dengan bibir terkatup rapat.


Sementara Suci, dengan acuh tak merasa bersalah sedikitpun ngeloyor pergi keluar kamar meninggalkan Arga yang masih syok dengan apa yang baru saja terjadi.


Arga bahkan bingung harus menyalahkan siapa, harus menyalahkan dirinya yang bodoh atau istrinya itu yang telah dengan berani mebodohinya, tapi Arga mencari aman. Karena sejak menikah ia jadi menghapal sebuah rumus, rumus pertama istri selalu benar, rumus kedua, jika istri salah maka jawabannya akan kembali ke rumus satu, jika ia yang salah tentu saja jawabannya juga akan kembali ke nomor satu, intinya, dimana-mana istri memang selalu benar titik no debat-debat.

__ADS_1


GUYS, MAMPIR DI CERITA MAK YANG LAIN YAH..ADA KIFAH CINTA YANG MASIH ON GOING, ADA JUGA YANG TAMAT. KLIK AJA PROFIL MAK YA GUYS....


__ADS_2