
Walau aku ragu, atas saran dari umi dan abi juga ustad yang menjadi guru kami, maka aku menerima lamarannya. Tapi mas, kamu tahu? Sampai saat ini, belum ada satu pria pun yang mampu menggetarkan hati ku selain kamu. Belum ada yang mampu membuatku jatuh cinta selain kamu. Karena aku menerima lamaran mas Justin karena allah, dan niat beribadah memperbaiki diri agar kami terhindar dari dosa yang tak kami sadari dan terhindar dari fitnah”.
“Lalu kenapa tatapan mu padanya sangat dalam Suci, aku cemburu.” Lirih Arga
“Aku hanya kaget mas, aku tak menyangka bertemu dengannya lagi setelah terakhir kalinya aku bertemu dengannya saat sebelum musibah malam itu terjadi. Aku memutus komunikasi dengannya, aku juga tidak pernah mau menemuinya lagi. Selain karena trauma dengan seorang pria, aku juga merasa tak pantas dan malu mas. Mungkin aku salah dengan meninggalkannya tanpa sebuah kejelasan, tapi saat itu aku benar-benar tidak bisa menemui siapapun”.
“Dan tadi kamu menghabiskan waktu bersamanya??”
Suci menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. “Tidak mas, aku bertemu dengannya saat aku akan pulang dan mencari taksi. Tapi tas aku di jambret mas, dan kebetulan mas Justin lewat di sana. Dia menawarkan aku tumpangan pulang, karena aku juga bingung gak bawa uang sedikitpun jadi aku terima tawarannya. Uang aku, ponsel dan semua identitas aku di ta situ hilang di jambret mas”.
“Pantas saja nomor kamu gak aktif”.
__ADS_1
“Ponsel aku memang udah mati dari siang mas, dan sekarang hilang”.
“Lain kali jangan pergi sendiri lagi, kamu tahu? Aku hampir gila karena mencemaskan mu”.
“Maafkan aku, aku hanya perlu waktu untuk merenung mas. Apa sampai sini kamu menerima penjelasan aku??”
Arga mengangguk. “Kamu gak bohong kan kalau kamu sama sekali tidak jatuh cinta padanya??”
“Karena dia sangat mencintai kamu sayang”.
“Tapi aku hanya mencintai kamu mas”.
__ADS_1
Arga membawa Suci ke dalam dekapannya, air matanya tumpah sudah. Berbagai rasa terasa berkecamuk dalam dirinya, haru, bahagia, khawatir, rindu, semua bercampur menjadi satu. Dan semua itu terbayar dengan dekapan hangat yang di balas oleh Suci.
"Aku juga mencintai kamu sayang, sangat mencintai kamu. Aku takut kamu akan merasa lebih bahagia dengan orang lain dari pada dengan ku". Lirih Arga
"Kenapa kamu jadi tidak percaya diri seperti itu mas? Mana Yusuf argantara yang aku kenal? Aku mengenalnya sebagai pria yang kuat dan selalu percaya diri, optimis dan bijak tentunya. Tapi kamu menyerahkan ku begitu saja. Kesel tau".
"Maaf sayang, aku juga gak tahu kenapa aku seperti itu. Apapun yang menyangkut kamu aku selalu merasa bodoh dan merasa takut yang berlebihan. Aku takut kamu tidak bahagia bersama ku".
"Aku sangat bahagia mas, kamu dengar kan? Aku sangat bahagia. Jangan meragukan ku lagi, apalagi meragukan diri mu sendiri, karena perasaan seperti itu akan menumpuhkan rasa ketidakpercayaan mas, dan dalam sebuah hubungan kepercayaan adalah pondasi yang penting."
Arga mengangguk, ia mengecup puncak kepala istrinya dengan perasaan yang membuncah. Rasanya lega, bahagia dan entah rasa apalagi yang di rasakannya saat ini, perutnya terasa di gelitik ribuan kupu-kupu hingga membuat sudut bibirnya terus mengembangkan sebuah senyuman.
__ADS_1