
sore hari setelah acara makan siang dirumah tanpa rencana tadi, aldo yang sudah tidak ada pekerjaan iya pulang lebih awal dan maya sedang asik dengan tanaman hijaunya yang menyejukan pandangan
"suamimu kalah menarik dari pada tanamanmu rupanya, menyesal aku membutkannya untukmu!" aldo duduk dikursi teras memandang istrinya yang sibuk memanen sayuran segar untuk makan malam
"tentu saja tidak! inikan untuk makan malam mas" ucap maya dan menghampiri suaminya duduk di kursi
"bik tolong bawakan ini ke dapur ya, dan tolong disiapkan biar saya saja yang masak nanti malam" perintah maya pada bik marni
"iya bu, akan saya lakukan" ucap bik marni dan meminta sayuran pda tangan maya
"terima kasih bik" ucap maya lagi dan dijawab oleh bik marni sebelum masuk ke dalam rumah
"tara!" riko membuat jus buah yang segar dan dingin. memberikan satu untuk maya dan satunya untuk diminum
"buat kakak mana?" tanya aldo ia tak dibagi jusnya
"buat saja sendiri, kakak kan tidak sedang hamil juga" jawab riko dan masuk kembali ke dalam rumah
"adik ngga ada akhlak" umpat aldo
__ADS_1
"sudah mas, ini minum punya ku saja" tawar maya pada aldo
"punyamu yang mana sayang?" aldo tersenyum menyeringai
"jus mas jus, bukan yang lain dasar mesum saja kamu ini!" maya menyibikan bibirnya
"hahaha" aldo tertawa menggelegar
"oh iya mas, aku boleh minta sesuatu ngga?" tanya maya ragu namun akhirnya ia menceritakan jika intan meminta pekerjaan dibutiknya dan juga tempat tinggal karena sewanya hampir habis, awalnya aldo menolak mentah-mentah namun maya menjelaskan dengan pelan dan memberikan pengertian agar tak terlalu membenci intan.
aldo akhirnya mensetujuinya tapi memberikan beberapa syarat dan harus dipenuhi oleh intan, salah satunya tidak tinggal didekat rumahnya lagi dan jangan membuat kesempatanya yang hanya akan aldo berikan pertama dan terakhir untuknya.
setelah makan malam ketiga orang itu nonton tv bersama, tak lama bik marni membawakan kopi untuk aldo dan susu untuk maya
"pak, bu bolehkah saya cuti satu minggu, anak saya sedang sakit dan tidak ada yang mengurus dirumah. jika sudah sembuh saya akan langsung kembali kesini jika masih dibutuhkan" bik marni takut ditolak oleh majikanya karena belum ada setahun bekerja namun sudah minta izin cukup lama
"boleh bik, masa jaga anaknya sakit tidak boleh. kapan bik marni akan berangkat" ucap maya menetap suaminya dan memberikan kode
"tidak apa-apa bik tapi jangan lama-lama ya, ibu juga kasihan disini" ucap aldo tak mau istrinya kelelahan
__ADS_1
"iya pak, bu terima kasih, saya akan berangkat besok pagi. rumah saya tak terlalu jauh jadi setelah anak saya baikan saya akan langsung kesini lagi pak" bik marni pamit ke belakang lagi setelah izinnya diterima oleh maya dan aldo
"rumah bik marni dimana kak?" tanya riko yang belum mengenal bik marni
"tak jauh dek, mungkin butuh waktu dua jam saja untuk pulang. tempatnya indah kalau kata bik marni daerah pegunungan gitu" ucap maya
"bagaimana jika kita antar" ucap maya dan riko bergantian
"ide yang bagus" tapi mas tidak izinkan jika tanpa mas pergi jauh-jauh
"mas ayolah" maya melirik riko agar ikut merayu kakaknya
"iya kak, aku kan belum jalan-jalan boleh ya?" rengek riko seperti bocah kecil minta mainan
"setelah jam makan siang mas bisa antarkan atau tidak sama sekali! "aldo melangkahkan kakinya ke kamar
maya dan riko merasa senang berhasil merayu aldo "ayo kita tidur besok mau jalan-jalan" ajak maya yang sudah menyusul suaminya
"terima kasih mas, baik deh suami aku" ucap maya memeluk suaminya dari belakang
__ADS_1
"itu tidak gratis ya sayang" aldo membalik badannya dan menggendong maya dan merebahkan diatas kasur dan terjadilah kegiatan yang iya-iya antara keduanya