Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Nyidam


__ADS_3

"halo bu, assalamualaikum" maya melakukan panggilan telfon kepada orang tuanya


"walaikumsalam, iya nak halo apa kabar?" jawab bu sari disebrang


"kabar baik bu, kami sehat semua disini. ibu sama bapak gimana kabarnya?" kami juga sehat dan baik nak


"bu, maya ada kabar bahagia" maya menjeda ucapannya "ibu mau nambah cucu lagi" lanjut maya


"alhamdulillah nak, kami ikut bahagia. sangat bahagia anak bungsu ibu mau jadi orang tua" ucap bu sari haru tak terasa meneteskan air matanya


kedua bercerita banyak hal. maya juga mendapat nasehat dari ibunya tentang masa kehamilan. seletah hampir satu jam dalam panggilan telfon maya pun mengakhirinya


"sekarang giliran kamu mas ayo telfon ibu, aku ingin menyampaikan kabar bahagia ini" maya penuh semangat meminta aldo menghubungi mertuanya yaitu bu sarah


tak berbeda jauh dengan percakapan maya dan bu sari keduanya pun asik bercerita hingga lupa aldo menunggu disampingnya. akhirnya maya menghentikan kesibukanya dengan sang mertua setelah melihat aldo bermuka masam


"ya sudah bu nanti maya sambung lagi ya, sepertinya mas aldo lapar" maya memutuskan sambungan telfonya


"sudah?" satu kata penuh penekanan yang aldo katakan pada sang istri. maya pun membalasnya dengan tawa geli karena baru kali ini lihat suaminya ngambek

__ADS_1


"kamu lucu deh mas" maya menyolek dagu aldo dengan mengdipkan sebelah matanya


"sudah malam ayo kita makan, nanti keburu dingin makananya" aldo menuntun maya menuju meja makan


"mas jangan beri nasi di piringku, aku tak mau makan nasi baunya aku ngga suka" ucap maya menutup hidungnya. aldo mengambil piring baru untuk sang istri dan piring maya ia yang gunakan


"tapi kamu harus makan banyak sayang jangan diet-diet. mas mau anak kita dan ibunya sehat dan tak kekurangan gizi" aldo sambil mengunyah makananya


setelah selesai dengan makan malamnya maya dan aldo menuju kamar untuk beristirahat dan aldo ada sedikit pekerjaan kantor yang harus diselesaikan


bik marni membersihkan meja dan dapur kemudian beristirahat juga


maya dan aldo tertidur pulas dengan maya berbantalkan tangan besar aldo. "mas, mas bangun mas" maya menggoyang-goyangkan lengan suaminya


"bukan mas, aku lapar" maya takut mengungkapkan keinginanya


"mas ambilkan roti ya atau mau susu saja?" aldo hendak beranjak tanganya dicekal oleh maya


"aku mau makan nasi goreng yang dekat kostan dulu" maya menunduk takut suaminya memarahinya

__ADS_1


"astaga sayang kenapa ngga bilang dari tadi. apa masih buka jam segini?" waktu sudah menunjukan jam 01.30 dini hari. maya mengangguk karena dulu ia pernah tengah malam kelaparan dan warung tenda nasi goreng masih buka hingga hampir subuh tiba


"masih mas, dia buka sampai hampir subuh" ucap maya


" ya sudah tunggu disini ya mas keluar dulu, setengah jam lagi mas pulang" aldo mengambil jaket dan kunci motor agar lebih cepat sampai


"aku mau ikut mas" rengek maya dengan manja membuat aldo tak mampu menolaknya


"ya sudah kita naik mobil saja" aldo menukar kunci kendaraanya


keduanya keluar rumah dan menuju tukang nasi goreng yang dimaksud maya. untungnya warungnya masih buka. maya memesan nasi goreng ekstra pedas kali ini padahal biasanya dia tak begitu menyukai rasa pedas


"mang seperti biasa ya tapi ekstra pedas!"


pesan maya pada pedagangnya


"mas mau makan apa?" aldo pun akhirnya ikut memesan


"mas mau mie kuah saja, biar anget di badan" pesananya sudah disampaikan pada sang pedang. tak lama makananya pun tersaji

__ADS_1


maya yang bilang tak mau makan nasi karena bau, tapi kali ini nasi gorengnya dilahap habis olehnya


maya laper apa doyan ya?😂


__ADS_2