Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
serba salah


__ADS_3

malam hari setelah menemani maya dan anaknya tidur aldo keluar kamarnya dan menemui sang ibu.


aldo mengetuk pintu kamar ibunya pelan dan tak lama pintu terbuka.


"kenapa belum tidur al? mana istrimu kenapa membiarkanmu terjaga. besok kamu harus bekerja kan" ucap bu sarah mau keluar kamar mencari maya


"ibu mau kemana bu?" aldo mengikuti bu sarah keluar kamar menuju kamarnya


"kamu enak sekali tidur, anak saya kerja keras cuma buat biayain kamu yang tukang tidur hah! ayo bangun" bu sarah menggoyangkan lengan maya


"bu jangan maya baru saja tidur kasihan" aldo menahan tangan bu sarah tapi maya sudah terlanjur bangun


"ada apa bu, mas?" maya merasa pusing baru saja ia tertidur setelah memberikan asi pada arvin dan melanjutkan pekerjaanya


"tidak apa-apa tidurlah lagi, mas mau bicara sama ibu dulu" aldo menarik pelan tangan ibunya tapi tak mau keluar


"kamu ya sudah ibu kasih tau, anak itu dijaga jangan malah mengandalkan suami yang sudah lelah bekerja seharian. apa kamu tak diajarkan orang tuamu !" bu sarah terus mengomel pada maya entah ada apa sebenarnya hingga membuat bu sarah menjadi berubah

__ADS_1


"bu tolong ini sudah malam kita bicara lagi besok" aldo memohon pada ibunya sementara maya sudah meneteskan air matanya yang tak bisa ia tahan


"jangan pura-pura baik kamu ya didepan aldo. saya sudah tau sifatmu sekarang" tidak ada lelahnya bu sarah terus memaki maya


"jadi apa yang ibu tau tentang saya?" maya mulai kesal aldo hanya diam saja dari tadi


aldo pun bingung yang satu ibunya yang sangat ia hormati dan satu lagi istrinya yang ia cintai.


"sudah cukup! " aldo berteriak kesal


maya beranjak keluar kamar dan masuk ke kamar arvin tangisnya pecah saat ini tak sanggup lagi ia tahan. dari awal mertuanya datang hanya kesalahan yang selalu dia terima.


seketika arvin terdiam setelah diberikan asi oleh maya. suara gaduh diluar antara aldo dan ibunya membuat maya kesal dan keluar dari kamar anaknya


"sebenarnya apa salah maya bu?" maya masih dalam isak tangisnya


"kamu pikir saya tidak tau kelakuanmu, jangan karena saya pernah baik padamu lalu kamu menginjak-injak anak saya!" bu sarah makin menjadi

__ADS_1


"maya ngga tau apa maksud ibu, sikap maya yang mana membuat mas aldo terijak-injak oleh saya" maya tak mengerti lagi harus bagaimana menghadapi mertuanya


"maya salah apa bu sama ibu? maya ngga tau?" maya duduk bersimpuh


"may bangun jangan seperti ini ayo kita ke kamar, bu tolong hentikan bu jangan buat aldo marah" ucap aldo tegas membawa istrinya kekamar maya hanya diam saja


"anak durhaka bukannya membela ibunya malah membela wanita yang tidak benar!" ucap bu sarah membuat kemarahan aldo memuncak


"kamu tunggu disini dan jangan keluar apa lagi ikut campur masalah diluar. dengarkan mas kali ini saja" aldo menutup pintu kamarnya dan melangkah menemui ibunya. bik marni yang yang melihat keadaan saat ini hanya mengintip saja tak berani ikut campur


"bu sebenarnya apa yang terjadi, kenapa ibu berubah begini, apa yang dilakukan oleh maya" aldo masih menahan amarahnya


"kamu sudah dibodohi aldo, kamu sudah dimanfaatkan oleh istrimu itu. arvin bukan anakmu !" ucap bu sarah sontak membuat aldo meninju lemari kaca disampingnya


darah bercucuran dari tangan aldo. maya yang mendengar suara pecahan benda memaksa keluar dan melihat tangan suaminta penuh darah


"mas aldo" maya mendekatinya dan menarik aldo untuk duduk membawakan kotak obat untuknya

__ADS_1


aldo terdiam jika ia bicara hanya ada amarah yang keluar dan dia tak mau melukai ibunya dan istrinya


__ADS_2