Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
mengantar bik marni


__ADS_3

siang hari sesuai yang dijanjikan oleh aldo jika ia mau mengantarkan bik marni pulang kampung. setelah dirayu oleh istri dan adiknya


"ayo kita berangkat!" ajak maya semangat


"riko kamu didepan biar kakak sama bik marni dibelakang" ucap maya tapi dilarang aldo.


"kamu mau kemana temani mas, biar riko duduk dibelakang dan bik marni di tengah" aldo tak mau jauh dari istrinya


"baiklah tuan" ucap maya dan melakukan perintah suaminya


"apa ini tidak merepotkan pak, bu" tanya bik marni tak enak


"tidak bik, biasanya bik marni merawat kami. ini tak seberapa dengan yang bik marni lakukan" ucap maya


"terima kasih pak ,bu" ucap bik marni lagi


"tidur sayang nanti kamu lelah" ucap aldo lembut pada istrinya


"pemandanganya bagus mas, sejuk jadi sayang kalau buat tidur" maya tak mau meninggalkan aldo mengemudikan mobil sendiri takut ngantuk


"tak jauh dari tugu disana belok kanan pak, disitu gubuk saya" ucap bik marni merendah


"baik bik" jawab aldo singkat


sampai dirumah bik marni yang terlihat sepi karena hanya ada dua anak bik marni yang besar sudah kuliah dan yang sakit masih sekolah SMP.

__ADS_1


"mari silahkan masuk, maaf begini keadaanya" ucap bik marni mempersilahkan kami masuk


"nduk buatkan minum buat majikan ibu ya" perintah bik marni pada anak sulungnya yang mengurus adiknya dirumah saat bik marni bekerja


sebelumnya bik marni juga sudah pernah bekerja diluar negeri. namun anaknya memintanya untuk pulang


"silahkan diminum pak, bu, mas" ucap salsa anak bik marni


" terima kasih" ucap maya dan salsa kembali kedapur


"buk majikan ibu tampan dan cantik ya!" ucap salsa dan diperingatkan oleh bik marni agar tak berbuat macam-macam


setelah memeriksakan anak lelaki bik marni yang sakit, ketiganya pamit untuk pulang hari suda semakin sore. tadinya maya meminta menginap tapi aldo menolak karena melihat anak bik marni dengan tatapan berbeda


"kami pamit bik, jika anaknya sudah sembuh segera pulang. kasihan ibu repot" ucap aldo tanpa basa basi


"kenapa ngga nginep aja sih mas, inikan sudah malam" maya kesal dengan suaminya dan riko berpura-pura tak dengar drama percintaan orang didepanya. aldo tak mau menjawab


"mas kalau anak bik marni sudah lulus kita kasih kerjaan di butik saja.. kita cukup kewalahan sekarang" maya mengoceh pada suaminya


"memang disana tak ada orang yang buruh pekerjaan juga, kemarin intan besok anak bik marni" ucap aldo tak kalah kesal dan maya pun terdiam


tak lama aldo membelokan mobilnya kesebuah bangunan yang berjajar ditengah perkebunan teh.


"mas kita ngapain kesini?" tanya maya bingung

__ADS_1


"katanya mau liburan, ini mas sudah siapakan. ayo turun! " aldo membangunkan adiknya yang baru saja tertidur di mobil


"wahhh ke puncak!" riko tersenyum senang


"sana kamar bujang jauh-jauh" aldo menunjuk sebuah kamar di ujung untuk riko agar tak menganggunya denga sang istri


riko pun mengerti dan membawa tas rangselnya kedalam kamar.


"kak lapar" ucap riko setelah keluar kamar dengan wajah segar


"aku juga lapar mas" maya melingkarkan tanganya ke lengan aldo


"kita cari makan diluar saja, kasian penjaga vilanya jika harus keluar lagi" ajak aldo


"berangkat!" ucap maya dan riko bergantian


"mas mau bakso, somay sama jagung bakar" ucap maya


"kak maya mau makan atau jualan itu" ucap riko mengejek


"mas adikmu nakal" keluh maya pada aldo


"riko!" ucap aldo tak terima istrinya dijahili. maya menjulurkan lidahnya pada riko


"iya maaf kak bumil" ucap riko

__ADS_1


"oke" maya membalas dengan mengacungkan jempolnya pada riko


__ADS_2