Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Garis Dua


__ADS_3

pagi hari seperti kemarin maya merasa mual dan lari ke kamar mandi untuk kesekian kalinya. dari subuh perut maya sudah terasa mual


maya menutup pintubdan juga memelankan suaranya agar tak membangunkan tidur suaminya.


"kenapa ngga bangunin mas, hmm" aldo berada di belakang maya memegangi tengkuk sang istri. " kita harus ke dokter sekarang, tidak ada penolakan!" aldo tak tega melihat istrinya beberapa hari ini mengalami hal yang sama. namun keduanya belum menyadari ada yang hadir disana


"aku cuma mau tidur mas" maya memeluk suaminya dengan manja dan itu sangat di sukai aldo


"ya sudah ayo sepertinya istri cantikku ini sedang ingin jadi putri tidur" aldo menggendong maya dan membawanya kembalu ketempat tidur


"dan mas jadi pangeran yang bangunin putrinya" maya malah membayangkan seperti dongeng dengan senyum-senyum sendiri


"yang ada mas pangeran yang ni*durin sang putri" aldo terkekeh melihat istrinya kesal jika ia goda


"sudah jangan cemberut nanti makin cantik" aldo mengecup berkali-kali wajah maya yang seakan tak pernah membuatnya bosan


karena maya tak mau kerumah sakit maka aldo memanggil putra untuk datang ke rumahnya, ia adalah teman sekaligus dokter langgananya


"permisi pak ada dokter di ruang tamu" ucap bik marni memberitahukan jika putra sudah datang dibalik pintu kamar majikanya


"ayo sayang kita periksa dulu, mas ngga tenang kalau belum di periksa" aldo menggakat begitu saja tubuh maya seperti sebuah kapas lalu membawanya menemui putra

__ADS_1


"pagi pengantin yang sudah tak baru!" putra mengejek kedua pasangan mesra itu


"bilang saja kau iri kan, nih istri gue kalau pagi mual-mual tolong diperiksa" ucap aldo mendudukan maya diatas sofa


"mas!" maya memberikan penekanan pada aldo agar tak berbicara sembarangan


"sebentar saya cek dulu tensi darahnya" ucap putra mengeluarkan sebuah alat medic nya


"emmm terakhir ha*id kapan?" tanya putra pada maya


"sepertinya bulan lalu" maya mejawab ragu karen Ia tak ingat pasti kapan terakhir datang bulan


"kalau begitu pakai alat ini untuk tes urine" putra memberikan alat tes kehamilan pada maya dan aldo hanya fokus melihat istrinya saja


"apa istriku hamil?" aldo harap-harap cemas keduanya sudah menikah sekitar 4 bulan. aldo mengharapkan istrinya hamil namun juga tidak memburu-buru takut sang istri setres memikirnya


"bisa jadi, jika kerjamu bagus" putra mejawab dengan ekspresi muka datar tanpa dosa


"si*alan, lo pikir gue ngga mampu gitu!" aldo kesal selalu saja putra membuatnya ingin melayangkan kepalan tanganya padan temanya itu


setelah lima menit berlalu maya keluar kamar mandi dengab wajah sulit diartikan " gimana sayang?" aldi tak sabar dengan hasilnya ia menghampiri maya

__ADS_1


" gimana hasilnya?" maya masih belum menjawab, aldo pasrah saja ia menyerahkan semua pada sang pencipta



tanpa kata, senyum maya merekah seketika dan menujukan hasil alat itu pada aldo.


"apakah ini tandanya dok?" tanya maya menujukan dua garis merah didalam alat tersebut


"tentu saja perbuatan suami mu berhasil" putra tak langsung menjawab kebenaranya namun melalui perumpamaan yang mendapatkan pukulan dilenganya oleh aldo


"yang benar saja, jika tidak bisa menjekaskan jangan jadi dokter!" aldo mulai hilang kesabaran jika berhadapan dengan putra


"hahahaha" maya dan putra malah tertawa melihat aldo yang hampir mengamuk


"mas, itu artinya disini ada sesuatu yang ajaib" maya menunjuk perut ratanya "benar kan dok?" maya meminta penegasan dari putra


putra mengangguk dan " selamat ya al akhirnya benihmu tak terbuang sia-sia" putra masih saja menggoda aldo


aldo memeluk maya erat dan tak terasa meneteskan air matanya, ia sangat terharu dan juga bahagia. kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah sang istri hingga maya merasa malu oleh sikap aldo namun ia juga menyukainya


"ehemnm ada orang ini!" ucapan putra tak dihiraukan aldo

__ADS_1


"pulang sana tugasmy sudah selesai, terima kasih" aldo masih tak melepaskan maya dari pelukanya


"hati-hati kalau mau nengok tanaman, tanya dokter kandungan supaya lebih jelas lagi tentang infornasi kehamilan maya" putra beranjak pergi meninggalkan pasangan sedang bahagia


__ADS_2