Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
dinda jujur


__ADS_3

"pak reza tolong bukakan pintu"


"iya non," jawab reza membuat maya kaget sedangkan aldo sudah tau bahwa dinda keponakan pak candra tentu saja kekayaan ayahnya tak beda jauh denganya


dinda duduk disamping supir sedangkan maya dan aldo duduk dikursi belakang


"ayo jalan pak," ucap dinda


"apa masih sakit may? " tanya dinda lagi pada maya


"udah mendingan kok din,, nanti sampai rumah dikompres pasti sembuh"


"baiklah, pak reza tolong antarkan pak aldo dulu ya baru kita pulang biar maya menginap saja dirumah" "kalau dikosan kamu akan sendirian may!" ucap dinda


"tidak usah din, saya pulang saja nanti merepotkan semua"


 "saya tidak butuh penolakan" ucap dinda, reza dan aldo hanya geleng geleng kepala dengan ucapan dinda anak sultan mah bebas gitu lah kira kira


beberapa jam kemudian sudah sampai didepan rumah aldo,


"terima kasih bu dinda, pak reza", "sampai ketemu lagi may cepet sembuh ya"


maya makin heran aldo memanggil dinda dengan sebutan bu, dan pak reza menyebutnya dengan panggilan non namun masih maya simpan pertanyaan itu sampai nanti mereka hanya berdua saja


"kita langsung pulang pak, atau saya antar pak reza pulang" goda dinda


"tidak usah non,, kendaraan saya ada dirumah non dinda dan saya masih ada perlu juga dengan bapak"

__ADS_1


"hemmmm baiklah,,," sabar ya may sebentar lagi kita sampai rumah orang tua ku" ucap dinda


tak berapa lama mobil memasuki gerbang tinggi nan mewah dan nampak rumah yang bagaikan istana terpampang didepan mata


maya kagum dengan apa yang dia lihat,


"ayo may turun kita sudah sampai,,,"pak tolong bantu


reza ikut memapah maya membawanya masuk kedalam.


"mami, teman aku ada yang luka dia menginap malam ini izin dinda,"


maminya yang sedang nonton tv datang mengahampiri, "ya ampun kenapa sayang kakinya, "bik tolong panggilkan dokter ya sekarang" ucap mami dinda


"halo tante, maaf saya merepotkan,, saya tidak apa-apa tante nanti juga sembuh kok" ucap maya sopan dan canggung


"ayo bawa ke kamar dinda perintah" mami dinda kepada reza,


"kalian istirahat ya biar cepat sembuh,,,mami turun dulu kalau butuh sesuatu panggil bik ani saja"


iya mi"ucap dinda


"makasih pak," ucap maya kapada reza


"ayo may duduk" ajak dinda,  mengajaknya duduk disofa yang ada dikamarnya


"dinda kamu harus jelaskan semua ini" ucap maya

__ADS_1


"tenang saja nanti akan aku ceritakan semuanya,, aku  tidak bermaksud jahat may"


dinda menceritakan bagaimana dulu dia banyak teman dan juga mempunyai pacar tapi semuanya berkhianat dan hanya mengicar harta semata, ia mengaku nyaman dan bahagia punya teman sekaligus sahabat seperti maya yang tulus dan tidak pernah mempermasalahkan apa statusnya.


"maafkan aku ya may, aku hanya takut meskipun aku tau kamu tulus tapi aku baru berkata jujur pada mu saat ini. lagian semua ini milik orang tuaku kan bukan milik ku" ucap dinda merendah


keduanya berpelukan, maya memaklumi dinda, dan dinda bahgia maya tak marah kepadanya karena menutupi jati dirinya yang sebenarnya


*****


aldo yang sampai dirumah langsung mandi karena terasa gatal badannya, setelahnya memesan makanan lewat aplikasi dan dia duduk melihat tv


aldo teringat saat menggendong maya, kenapa dia bisa sepanik itu saat maya terluka, dan tadi saat di bus aldo menjaga maya agar tak terjatuh dan menyediakan bahunya untuk bersandar


apa aku mulai.....ahhhh tidak mungkin, pasti hanya rasa kasihan tolak pikiran aldo yang tak mau lagi berurusan soal cinta


maya sedang apa ya, aldo mengambil ponsel dan hendak menghubungi maya namun ragu,, kenapa aku harus menelfonya


tapi kan dia bawahanku dikantor,, akhirnya dipencetlah nomer ponsel maya dan tersambung


"halo may, bagaimana keadaanmu" tanya aldo


"halo pak, saya dirumah dinda dan dirawat dengan baik, kaki saya sudah diobati pak dan sudah bisa berjalan,"


"ohh,,, syukurlah kalau begitu"


"terima kasih juga pak tadi menolong saya" ucap maya

__ADS_1


"hemmm iyaa,,,ya sudah saya tutup telfonya"


panggilan telfon terputus


__ADS_2