
aldo memarkirkan mobilnya tak jauh dari butik maya. dia terus mengawasi keadaan didalamnya yang cukup ramai dengan pelanggnya. sekilas aldo melihat maya yang menggendong anaknya sedang bertemu dengan salah satu pelanggannya.
aldo dapat melihat maya dari luar karena dindingnya terdapat sebagian besar kaca agar orang mudah melihat gaun atau dress yang dipajang.
senyuman aldo mengembang melihat istri dan anaknya baik-baik saja. aldo mengemudikan mobilnya kembali ke kantor saat pulang nanti ia berencana akam menjemput maya dan juga arvin
diperjalanan aldo mendapat kabar dari adiknya jika bu sarah mengamuk tak mau mengajak pulang, akhirnya aldo memutas arah mobilnya dan memberitahukan angga dirinya sedikit terlambat ke kantor
sampainya dirumah aldo dengan cepat masuk kedalam dan menemui ibu serta adiknya. riko segera datang kerumah aldo dengan menempuh waktu kurang lebih empat jam perjalanan.
"ada apa ini?" aldo melihat barang maya dan arvin berantakan dan ibunya yang menangis
"bu ada apa ini!" semua terdiam tak berani bicara apapun melihat tatapan amarah aldo
"ibu akan membuang baju wanita dan anaknya itu" ucap bu sarah
__ADS_1
"bu tolong jangan buat aldo berlaku kasar sama ibu. itu hanya foto rekayasa bu dan ibu langsung mempercayainya. apa ibu tak malu!" aldo mulai berbicara keras dan riko menghampirinya untuk menenangkan keduanya
aldo pergi kedalam kamar dan mengambil sebuah foto
"lalu jika ibu melihat ini apa ibu juga akan melakukan hal sama padaku. apa ibu juga jijik terhadapku!" aldo membanting fotonya bersama intan saat dijebak dulu
"jawab bu apa yang akan ibu lakukan terhadapku!" aldo berteriak
"ini tidak mungkin kan nak, kamu tidak mungkin melakukan ini" bu sarah terkejut dengan foto didalamnya sebuah wajah yang ia sangat kenal.tapi ia tak mempercayai bahwa itu anaknya
"ibu tak mempercayainya aldo dia bukan wanita baik-baik" bu sarah tetap mengelak
"mau ibu sekarang apa?" tanya aldo
"kamu pisah dengan wanita itu, ibu ngga sudi punya menantu yang suka selingkuh. saat kamu kerja kemarin ibu melihat dia video callan dengan banyak lelaki hingga meninggalkan anaknya menangis" bu sarah mulai tenang
__ADS_1
masalalu pernikahan bu sarah dengan pak ibrahim memang tak mudah. mertua bu sarah dulunya sangat kejam padanya hingga membuatnya depresi. bu sarah dianggap pembawa sial dan juga dituduh selingkuh karena anak pertamanya sama sekali tak mirip dengan pak ibrahim ayah aldo
entah mengapa ingatan masalalunya membuatnya merasa maya adalah dirinya. dia ingin menumpahkan dendamnya pada mertuanya dulu kepada maya
"sebaiknya ibu pulang bersama riko jika ibu sudah tenang nanti aldo akan pulang dan menjelaskan semuanya. tolong percaya maya bu dia tidak seperti yang ibu fikirkan" ucap aldo
"kamu berani usir ibumu! bahkan dia hanya bisa menghabiskan uangmu saja apa kau tak pernah tau aldo?" bu sarah tak terima diusir anaknya sendiri karena dulu pak ibrahim selalu membela ibunya dibanding dengannya
"bu aldo tidak mengusit ibu kita hanya butuh waktu untuk tenang, aldo akan menjemput maya dan arvin jadi sebaiknya ibu pulang. nanti kami yang akan datang ke rumah ibu" bujuk aldo pada ibunya
"tak perlu datang jika kau masih bersama wanita itu. anggap saja ibumu sudah mati! ayo riko kita tinggalkan saja tempat ini" bu sarah masuk kekamar dan mengambil barang-barangnya
"bu jangan bicara begitu aldo sangat menyayangi ibu, tapi maya juga istri aldo bu" aldo memegang tangan ibunya
"jangan panggil aku ibumu lagi! dan jangan injakan kakimu dirumah ku " bu sarah menarik riko dan memaksanya untuk mengemudikan mobilnya berjalan pulang
__ADS_1
aldo makin frustasi dengan keadaanya saat ini.namu karena pekerjaan aldo kembali ke kantornya untuk menyelesaikan tugasnya