
hari-hari berganti aldo menikmati kesedihanya dengan bekerja dan melakukan rutinitas harianya.
semetara maya sibuk membantu kakaknya ditoko dan mencoba mencari pekerjaan baru
maya tidak menghubungi dinda sama sekali, dan dinda pun tak tau kalau maya dan aldo sedang dalam masalah
sore hari dinda sedang pulang kerja, dia melihat maya ada ditoko yang pernah dia datangi
"mayaaaaa," teriak dinda turun dari mobilnya
"apa kabar din?" tanya maya singkat
"aku baik, maaf ngga sempet pamit aku sekarang kerja dikantor papi ku" ucap dinda
"ohh iya , tak apa" jawab maya
"kamu menginap disini, besok aku antar ke kantor ya" dinda tidak tahu kalau maya resign
"tidak usah din, terima kasih" jawab maya datar
"ya sudah, lain kali kita ketemu lagi ya aku pulang dulu"pamit dinda
maya yang sudah sedikit lupa, kini bersedih lagi jika ingat dinda. bahkan dia tak mengundangya untuk acara pertunanganya
"kak, aku ke kostan dulu ya ambil barang dan pamit pada ibu kost" ucap maya
maya akan pindah kerumah kakaknya sampai kakaknya lahiran
"iya dek, hati-hati ya" ucap kak liza
maya kembali ke tempat kost nya pada sore hari, sampai dikostan maya melihat aldo sedang menunggunya diteras kamarnya
__ADS_1
"may kamu dari mana saja, aku mencarimu"ucap aldo mendekati maya
"ada perlu apa kak aldo kesini?" ucap maya
"may tolong kasih waktu, dengerin dulu semuanya dan setelah itu kamu bebas mau marah sama aku atau ngga" ucap aldo
"baiklah, silahkan jelaskan" ucap maya
keduanya duduk bersama di kursi yang ada di teras, aldo menjelaskan semuanya tentang perjodohan dengan dinda tanpa terkecuali
maya masih sedikit ragu, namun dia mencoba percaya
"may , yang aku katakan itu benar. tolong maafkan aku tidak jujur dari awal" ucap aldo
"apa pak aldo sudah selesai" ucap maya datar
"may tolong jangan menjauh dariku, akuuuu.....aku mencintaimu maya anastasya" ucap aldo membuat maya diam membeku
"tolong jangan begini kak, jangan beri aku harapan yang lebih menyakitkan" ucap maya meloloskan air mata jatuh yang sudah ia tahab dari tadi
"aku tulus may, sungguh aku baru menyadarinya. maafkan aku yang telat membaca hati ku" ucap aldo
keduanya masih berpelukan dan saling meluapkan isi hati
"sebaiknya kak aldo pulang dan beristirahat, saya harus pergi sekarang" ucap maya
"kamu mau kemana may, jangan tinggalkan aku" ucap aldo
"aku harus pergi kak, karena kostanku sudah habis waktunya"ucap maya
"lalu kamu mau kemana, kenapa pindah may?" tanya aldo
__ADS_1
" besok kamar ini akan ada yang isi lagi kak, jadi aku harus keluar sekarang" ucap maya
"kalau begitu malam ini kamu menginap dihotel saja, besok kita cari kostan yang dekat sini" ucap aldo
"tidak usah repot kak, saya akan tinggal bersama kakak saya." ucap maya
" kamu belum menjawab may, apa kamu juga punya perasaan yang sama padaku " tanya aldo
"ini sudah malam kak, nanti kakak saya khawatir" ucap maya
"katakan dulu apa yang ada dihatimu may" ucap aldo
maya mengangguk dan berkata " meski rasa kita sama semua tak akan mungkin kak"
"apa yang tidak mungkin may, jika kita saling mencintai" ucap aldo
" may apa kami mau jadi kekasihku?" tanya aldo lagi
"aku belum tau kak, aku takut akan terluka lebih dalam lagi" jawab maya
"aku tidak akan mengecewakan mu lagi may, kita mulai semua dari awal"
"apa kamu mau may, mencobanya bersama ku" ucap aldo
"aku butuh waktu kak" ucap maya
" aku cuma butuh jawaban iya atau tidak may, kalau kamu memang tidak mau, aku janji akan pergi dari hidupmu, tapi jika iya kita akan memulai semua nya dari awal".
maya berfikir sejenak, "iya" maya mengangguk menyatakan setuju
"terima kasih sayang" ucap aldo memeluk dan mengec*up kening maya
__ADS_1
"aku sangat bahagia, I love you maya anastasya"