
sore hari acara peresmian pabrik telah selesai semua tamu acara dan juga pimpinan sudah membubarkan diri. aldo dan angga pun kembali ke hotel untuk beristirahat setelah seharian sibuk dengan aktivitasnya. siang hari saat makan siang aldo menyempatkan diri untuk melakukan panggilan video dengan istrinya
"saya mau makan malam di kamar saja, kalau kamu mau makan diluar tidak usah memanggil saya" ucap aldo pada angga saat membuka pintu kamarnya
"iya pak, sepertinya saya juga sama akan makan malam di kamar saja" angga menjawab aldo dan keduanya masuk ke kamar masing-masing
"halo sayang, apa yang kamu lakukan seharian di rumah hemm?" aldo menghubungi istrinya dengan video call.
"aku seperti biasa hanya menonton tv, makan dan tidur saja seharian. mungkin sebentar lagi badanku akan seperti truk besar" maya mengambek karena masih belum bisa keluar rumah walau hanya kepasar ataupun ke butik
"mau kamu seperti apapun mas tetap cinta" aldo tersenyum istrinya makin menggemaskan saat ini dan rasanya ingin menyubit kedua pipinya yang memang sedikit terlihat gembul
"bohong! nanti kalau lihat cewek cantik putih langsing pasti mas lirik-lirik kan?" maya membantah ucapan aldo yang terlihat menggombal
"wanita cantik yang kamu sebutkan sangat banyak sayang! tapi yang mas cinta itu hanya maya anastasya seorang" aldo berucap jujur dengan sorot mata yang tak bisa dipungkiri
"hmm mas, apa acaranya tadi lancar? aku sangat merindukanmu sayang" jarang sekali kata sayang terdengar dari mulut manis maya.
__ADS_1
"coba ulangi lagi sayang" ucap aldo
"apanya mas yang di ulangi" maya pura-pura tak tau
keduanya bercerita banyak hal kemudian aldo memutuskan panggilan telfonya karena sang istri sudah tertidur dan ia pun mandi meski sudah malam kemudian memesan makanan untuk makan malamnya
****
sudah hampir satu minggu aldo berada di kota tersebut dengan pekerjaan dari kantornya. ia sering lembur hingga tengah malam agar pekerjaanya cepat selesai dan bisa kembali pulang ke rumahnya.
hari ini adalah hari jum'at dimana malam hari aldo berencana akan pulang menemui istrinya saat libur akhir pekan.
"baiklah hati-hati, mungkin nanti sore saya akan berangkat ke kota J dan akan kembali lagi minggu sore" aldo menyampaikan rencananya pada angga sebelum ia berangkat. aldo sudah memesan tiket pesawat untuk kepulanganya nanti malam dan saat ini ia akan makan dulu di restoran hotel
tampak seorang wanita yang sudah menunggunya dengan senyum yang sulit diartikan
"hai al, bisakah saya duduk disini?" intan masih tak lelah mencoba mendekati aldo.
__ADS_1
"silahkan saja ini milik umum!" aldo tak menoleh sedikit pun pada intan yang membuatnya kesal karena terus mendekatinya meski sudah dicueki oleh aldo
"terima kasih al" intan yang tak tau malu duduk disamping aldo dan ikut memesan makanan.
"awww maaf al aku tak sengaja" ucap intan padahal dengan sengaja menyenggol kopi aldo dan mengenai bajunya
aldo berlalu ke toilet untuk membersihkan bajunya yang kotor terkena tumpahan kopinya. saat aldo kembali ke meja makannya kopinya sudah berganti dengan yang baru
"saya sudah pesankan yang baru, maafkan saya mengganggumu!" intan pergi meninggalka aldo begitu saja. aldo melihat intan pergi merasa bersalah mungkin dirinya terlalu kejam pada intan yang memang hanya ingin menyapa
aldo menyelesaikan makan malamnya yang masih sore hari agar tak kelaparan saat terbang dengan waktu yang cukup lama. mungkin tengah malam ia baru sampai rumahnya dan itu akan menjadi kejutan untuk istrinya
"kenapa terasa gelap, apa mati lampu" aldo bergumam
gubrak
aldo terjatuh dilantai dan ada dua orang pria berpakaian hitam mengangkat aldo dan membawanya ke sebuah kamar
__ADS_1
"terima kasih, buka semua pakaianya dan tidurkan di ranjang itu! ini bayaran kalian jika ini berhasil sisanya akan saya transfer secepatnya" ucal seorang wanita kepada kedua pria berpakaian hitam dengan wajah seram