
aldo kembali ke kamar hotelnya saat ini ia berjanji akan menemui intan lagi nanti setelah tenang dan bisa berfikir jernih
"halo sayang maaf mas semalam ketiduran karena kelelahan, mas harus lembur ini jadi belum bisa pulang ya maaf" aldo menahan segala kemelut dalam hatinya agar tak dicurigai istrinya
"mas bikin aku khawatir, harusnya aku marah sama mas tapi ngga bisa" maya memasang wajah memelas
"hahahaa, kamu nggemesin banget sih sayang. andai mas bilang menghilang sekarang mas culik kamu kesini" sejenak aldo melupakan masalahnya saat ini. aldo sangat merasa bersalah karena sudah menghianati istrinya dan juga berbohong jika ia lembur
"mas kok ketawa sih, mas bahagia banget ya? aku disini menahan rindu! lihatlah nak ayahmu tak merindukan kita hemm" maya mengelus perutnya yang mulai membuncit
"jangan mengadu dong sayang, nanti ayah pulang pasti rajin jengukin kok " aldo mengedipkan sebelah matanya menggoda istrinya
"hahaha" gantian maya yang tertawa kencang
"sayang sudah dulu ya, nanti malam mas telfon lagi angga sedang menunggu mas diluar" aldo berbohong padahal ia akan menemui intan saat ini untuk menyelesaikan masalahnya
__ADS_1
maya mengangguk dan menutup panggilan videonya. maya lebih semangat menjalani hari ini meski hanya melihat aldo melalui ponselnya namum ia sudah sangat bahagia
aldo berjalan menuju kamar hotel intan yang semalam terjadi masalah paling buruk dalam hidupnya
" masuk lah" intan membukakan pintu dan menyuruh aldo masuk ke kamarnya. aldo mengikuti intan masuk ke dalam kamarnya
"langsung saja, jadi apa maumu sekarang!" aldo tak merasa menyentuh intan sama sekali dan dia yakin tak terjadi apapun semalam
"maksudmu?" intan tak mengerti dengan ucapan aldo
"kamu mau membayarku, begitu maksudmu kan! saya tidak mau saya ingin kau menikahiku sekarang! " ucap intan mulai marah dan menangis
"saya tidak bisa! dan saya tidak mau melakukan hal yanh menyakiti hati istri saya! jika kamu mau kita akan buat perjanjian dengan asistenku dan setelah itu kita tak saling kenal" aldo memberi penawaran pada intan
"tak ku sangka kamu sejahat itu, dasar kamu ba* ngsat!" teriak intan
__ADS_1
"saya tidak menyentuhmu dan saya juga tidak sedang mabuk. jadi saya dengan sangat yakin saya tidak melakukan apapun padamu dan lagi saya tau siapa dulu kamu" ucap aldo kekeh dengan pendirianya
"saya tidak mau apapun saya tidak peduli apapun kamu harus menikahi saya atau saya akan beritahukan pada istrimu!" ancam intan yang tadinya lembut kini mulai melihatkan perangainya
"kalau kamu berani menyentuh istriku dan meneteskan sedikit saja air matanya, akan ku pastikan hidupmu bukan di dunia" aldo hendak berdiri dan pergi dari kamar intan
"setelah ini kamu hanya berurusan dengan asistenku, jangan coba berada dihadapanku lagi" aldo menutup pintu kamar dengan keras
"ahhhh s*ial kau aldo, aku akan membuatmu menjadi miliku apapun yang akan terjadi" intan membuang semua barang-barang diatas meja
aldo menemui angga dan menceritakan semuanya, aldo meminta bantuan angga untuk menyelidiki masalahnya secara diam-diam
angga mengangguk mengerti ia sudah mengenal aldo sejak lama. ia yakin dan percaya aldo tak akan melakukan hal yang akan merugikanya
"saya akan bantu pak aldo semaksimal mungkin" ucap angga
__ADS_1
"terima kasih angga, saya hanya percaya padamu saja" aldo beruntung memiliki asisten yang jujut dan tulus padanya