Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Tanda-tanda


__ADS_3

"huek...huek" perut maya terasa mual saat bangun tidur dipagi hari. ia berlari ke kamar mandi dan menumpahkan yang ada diperutnya


"kenapa sayang?" aldo panik mendengar maya mual dan menyusulnya ke kamar mandi. "sayang ayo mas bantu" maya terduduk lemas merasakan badanya tak bertenaga. "kita ke dokter ya? atau mas panggil putra saja kesini" maya terlihat pucat dan lemas


"ngga usah mas, aku hanya sedikit pusing nanti pasti sembuh" maya merebahkan lagi tubuhnya di ranjang dibantu oleh suaminya


"ya sudah istirahat dulu mas ambil air hangat dulu ya" aldo melangkahkan kakinya ke dapur.


"bik marni! tolong buatkan teh hangat buat ibu ya" aldo meminta bik marni untuk membuat minuman hangat untuk maya dan dia kembali lagi ke kamar


"sayang kita ke dokter aja yuk, mas khawatir kalau begini" aldo memijat kepala sang istri dengab lembut


suara ketukan pintu dari bik marni, " masuk bik tidak di kunci" aldo menyuruh bik marni masuk dan memberikan teh hangat untuk maya


"sarapanya saya saja yang masak ya bu?" bik marni izin dulu pada maya untuk memasak. karena biasanya maya akan memasak sendiri makananya.


"iya bik, tolong buatkan rawon ya bik" ucap maya tanpa sadar membuat aldo dan bik marni heran. pasalnya maya tak pernah sekali pun memasak rawon dan tidak pernah memakanya sebelumnya


"buatkan saja bik, mungkin ibu ingin yang berkuah" aldo memerintahkan bik marni menuruti permintaan sang istri

__ADS_1


"apa masih mual sayang? ayo tehnya diminum lagi sedikit" maya menuruti perintah aldo


"mas siap-siap saja nanti telat loh! aku hari ini ingin di rumah dulu" maya melihat jam sudah pukul 06.00 seperti biasa dijam segitu aldo sudah berpakaian rapih


"mas izin aja sayang, mas mau nemenin kamu di rumah" aldo tak tega melihat istrinya yang sedang sakit


"aku ngga apa-apa mas, kan ada bik marni juga di rumah" ucap maya


"ya sudah tapi kalau ada apa-apa langsung telfon mas, setelah makan siang mas usahakan pulang" aldo mengecup kening istrinya dan berlalu ke kamar mandi


aldo berangkat ke kantor dengan sedikit khawatir, namun pagi ini ia ada rapat dengan seluruh kepala devisi kantor pusat yang tak bisa ia tinggalkan


"boleh bik tapi aku tak mau pakai nasi, baunya tidak enak" maya merasa nasi menjadi makanan yang harus dihindari saat ini


bik marni hanya mengangguk dan melakukan keinginan maya


"ibu terakhir datang bulan kapan?" tanya bik marni spontan membuat maya hampir tersedak makanan


"hmmm sepertinya bulan lalu belum lama, kenapa bik?" maya tak sadar tentang pertanyaan bik marni menjurus kemana

__ADS_1


"tidak apa bu hanya bertanya saja. saya ke dapur dulu bu" bik marni pamit untuk membersihkan dapur


maya kembali ke kamar dan menghubungi karyawanya di butik. ia mengatakan sedang tidak enak badan dan tidak datang ke butik lalu mempercayakan karyawanya untuk mengurusnya. maya keluar kamar lagi kemudian duduk di ruang tv menonton film kartun anak-anak. entah sejak kapan dia ingin menonton film itu


tak terasa maya tertidur di sofa panjang yang ada di ruang tvnya. seseorang masuk dari arah luar melangkahkam kaki mendekati maya.


"kenapa tidur disini sayang?" ucapan aldo tak didengar maya yang tidur pulas hingga terdengar dengkuran kecil. aldo hanya menggelengkan kepalanya kemudian mengangkat tubuh ramping istrinya untuk dipindahkan ke ranjang kamar tidurnya


aldo keluar kamar mencari bik marni "bik marni!" aldo melangkah ke arah ruangan samping dapur " bik marni"


bik marni kaget panggilan sang majikan tiba-tiba " iya pak maaf saya tidak dengar" marni sedikit takut


"iya tak apa, tolong siapkan makan malam ya! kenapa ibu dibiarkan tidur di sofa?" tanya aldo


"anu itu pak dari pagi ibu nonton tv dan tak mau pindah sampai ketiduran tv tidak boleh dimatikan" bik marni merasa tak enak


" ya sudah tak apa, lain kali tolong ingatkan ibu jangan tidur di sofa lagi"


"baik pak" bik marni mengangguk mengerti

__ADS_1


__ADS_2