Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
makan malam


__ADS_3

pagi hari, badan aldo terasa segar karena semalam meraskan bahagia yang belum pernah lagi aldo rasakan semenjak putus dengan ajeng


ponsel aldo bergetar tanda panggilan masuk


"selamat pagi pak?" jawab aldo


"nanti malam saya tidak ada jadwa, ada yang bisa saya bantu"


"jam 19.00 saya ditempat pak"


"selamat pagi"


aldo baru saja menerima panggilan telfon dari atasanya yaitu pak candra, yang meminta aldo untuk datang ke rumah dinda pada malam hari.


aldo mengiyakan permintaan pak candra dan sore harinya bersiap untuk berangkat ke rumah dinda


tak butuh waktu lama sebelum jam 19.00 aldo sudah sampai dirumah dinda, segera turun dari mobil dan memasuki rumah dinda


"assalamualaikum" ucap aldo yang hendak masuk kerumah dinda


"walaikumsalam, masuk nak aldo" ucap mami kirana ibunya dinda "silahkan duduk"


aldo menyalami semua orang yang ada disana termasuk pak candra


"dinda, sayang ini ada nak aldo"ucap mami kirana memanggil anak nya


"iya mi" jawab dinda


"sini sayang, duduk dekat mami "


"kok tumben ngumpul begini, ada acara apa?" dinda yang bingung tanpa pemberitahuan kalau dirumahnya akan ada keluarga besarnya


"ayo kita makan malam dulu, nanti kita ngobrol lagi setelah makan malam" ajak pak tirta


aldo bertanya pada dinda, namun dinda juga tak mengetahui kalau ada aldo juga dirumahnya


makan malam bersama adalah tujuan untuk memperkenalkan aldo kepada saudara dan keluarga dinda,


selesai makan malam semuanya kembali keruang keluarga untuk membahas masalah perjodohan

__ADS_1


" kenalkan ini aldo calon tunangan dinda" ucap pak candra


membuat kedua orang yang disebut namanya berdiri kompak


hahahahah"kalian kompak sekali ucap para keluarga yang melihat keduanya berdiri. padahal hendak menolak apa yang diucapkan om nya dinda


"sebentar saya mau bicara dulu dengan aldo" ucap dinda dan menarik aldo keluar


"sabar dinda" ucap salah satu anggota keluarga dinda


" aldo ini maksudnya apa?, bukan kah kita sepakat untuk berteman" tanya dinda kesal


"saya juga tidak tahu, tadi pagi pak candra meminta saya kesini dan tidak memberitahukan alasanya" ucap aldo


"lalu kita harus bagaimana?" ucap dinda panik


"apa kalian sedang membohongi semua orang" ucap seseorang yang baru datang


"pak reza,!! astaga bahaya ini. papi bisa tau masalah ini " Bisik dinda pada aldo


"pak reza ngga denger apa-apa kan?" tanya dinda


"dasarr orang aneh" teriak dinda


"aldo ayo kita masuk, kita akan tetap berpura-pura sampai saya punya pasangan" ucap dinda


aldo mengangguk setuju dengan ide dinda karena saat ini aldo juga merasa ada yang aneh tentang perasaanya dengan maya


keduanya kembali berkumpul dengan keluarga yang lain


"sudah ngobrolnya, jadi kapan acara pertunangan kalian dilaksanakan?, tanya pak candra yang paling semangat dengan perjodohan ini


"emmmm,, tunggu dulu ya om,pi ,mi kita harus menentukan hari dan juga perlu bicara ke keluarga aldo" jawab dinda


"jadi kapan orang tua aldo kesini? " tanya pak tirta


"saya akan bicara dulu pak, nanti baru mereka datang kesini "ucap aldo


"saya kasih waktu 2 minggu lagi dan tanggal pertunangan harus sudah ada," tekan pak tirta

__ADS_1


kedua nya terdiam, memikirkan cara apa yang bisa menolak acara pertunangannya


waktu semakin malam, aldo pamit untuk pulang kerumahnya. jam menunjukan pukul 21.00 aldo tak langsung pulang namun datang ke kostan maya.


tok..tok..tokk


"may, kamu ada didalam?"


"siapa?" maya bertanya dari balik pintu


"saya may, aldo kamu sudah tidur?"


maya membuka pintu kamarnya, " kak aldo ngapain disini malam-malam"


aldo langsung memeluk maya, "biarkan begini may sebentar saja"


maya hanya berdiri terdiam dan membiarkan aldo memeluknya, rasanya nyaman dan hangat sam seperti maya memeluk orang tuanya


"terima kasih may" ucap aldo melepaskan pelukanya


"emmm iya kak, duduk dulu saya ambil minum dulu" maya kedalam mengambilkan aldo minum dan memberikan pada aldo


"kak aldo kenapa?" tanya maya


"tak apa may, hanya ingin ketemu kamu" ucap aldo yang tak mau jujur masalahnya kepada maya


aldo belum bilang apapun kepada orang tuanya soal perjodohan dengan dinda, sekarang hatinya mulai bimbang akan meneruskan perjodohan atau mendalami rasa bersama maya


"kak aldo masih saja bercanda" maya memukul lengan aldo


"auuu" yang dipukul tersenyum


"saya pulang ya may" ucap aldo


"kenapa buru-buru" ucap maya


"emmm apa kamu sedang menahanku disini" goda aldo


"ahhh tidak maksud saya, iya hati-hati sampai bertemu dikantor" maya menutup pintu kamarnya dan berdiri dibalik pintu dengan detak jantung tak beraturan dan pipi yang memerah

__ADS_1


__ADS_2