
jam istirahat aldo dan angga mecari makan siang diluar disebuah cafe yang agak jauh dari kantor karena setelahnya akan ada rapat dengan client
keduanya memesan makanan dan melahapnya sambil menunggu sang Ceo yaitu paman dinda dan client yang akan bekerja sama sebagai suplier bahan baku produksi pabrik
setelah selesai makan siang,, keduanya kembali memesan kopi
dan tak lama yang ditunggu datang,
"itu pak candra" ucap angga
"siang pak", ucap angga
kemudian aldo
"siang juga, sudah makan siang" tanya sang Ceo pak candra
"sudah pak baru selesai, bapak mau pesan makanan apa" tanya angga
"tidak usah saya sudah makan dikantor tadi,"
setibanya dua orang client yang akan bekerja sama dengan perusahaan milik pak candra, keduanya mempresentasikan proposal kerjasama dan pembagian keuntungannya
satu jam lama nya rapat pun selesai, pak candra hendak pergi tapi melihat sang ponakan bersama asisten kakaknya yaitu reza
candra berinisiatif untuk memperkenalkan dinda dengan aldo
"dinda", panggil pak candra
"iya om," dinda menghampiri beserta reza
"kamu ngapain disini?"
"mau makan siang lah om,, papi bilang disini makananya enak-enak" jawab dinda
"dimana papi mu,"
__ADS_1
"papi makan siang sama mami om,"
"ya sudah disini saja bersama om, reza kamu boleh kembali ke kantor " ucap pak candra
"baik pak, saya permisi dulu"
"dinda kenalkan ini aldo dan angga"
"siang pak,,"
"om dia kan atasan dinda kalau tau dinda ponakan om nanti diperlakukan berbeda" bisik dinda
"tenang saja, "jawab om candra
om candra menjodohkan dinda dengan aldo karena anak pak candra keduanya laki laki
yang pertama sudah menikah dan mengurus kantor yang diluar negeri
yang satunya juga masih kuliah S2 di luar negeri
kalau saja punya anak perempuan pasti sudah lebih dulu menjodohkanya
"aldo ini keponakan saya tapi perlakukan dia seperti karyawan biasa saja,
dia ingin belajar tentang perusahaan dari nol"
ucap pak candra
"dan satu lagi jangan beri tahu siapa pun tentang ini" lanjut pak candra
"baik pak" jawab aldo dan juga angga
"kamu mau pesan apa sayang,, oh ya minggu depan adikmu sedang libur dan akan pulang ke indonesia"
"benarkah om wahh asik,, dinda punya teman nonton lagi " ucap dinda senang seperti anak kecil yang dikasih permen
__ADS_1
padahal umur dinda sudah 25 tahun tapi karena keluarga memanjakanya dia jadi kurang dewasa
tapi setelah bertemu maya,, dia sedikit berubah merasa menjadi seorang kakak dan sedikit berkurang sifat manjanya
"benar dong kapan om bohong,, sudah lanjutkan makan mu om duluan,"
"hmmm" jawab dinda yang mengunyah makanan
"aldo saya titip dinda ya,, tolong antar kan dia setelah ini" ucap pak candra
"baik pak" jawab aldo pak candra pun pergi
"tidak usah pak aldo saya bisa pulang sendiri, lagian kantor papi saya jauh dari sini biar nanti saya di jemput sopir saja" ucap dinda canggung dengan atasanya yang sudah tau jati dirinya
"tidak apa, ini amanah saya sudah meng iyakan artinya saya bertanggung jawab untuk melakukanya" ucap aldo tegas namun terlihat manis
"oh dinda mimpi apa kamu,,, dia tampan sekali kalau sedang begini, tapi dia bukan tipe ku" batin dinda
"oke,, saya selesaikan makan dulu"
"angga kamu kembali saja ke kantor biar saya antar bu dinda dulu " ucap aldo
membuat dinda menggangga kaget
"pak saya bawahan bapak jangan panggil bu" ucap dinda tak terima
"itu kalau dikantor," ucap aldo
"saya sudah selesai" ucap dinda minum dan mengelap mulutnya
"mari lewat sini ucap aldo, mobil saya disebelah sana"
"hemmm,, "ucap dinda mengikuti
dalam perjalanan dinda mendengarkan musik dari ear phone
__ADS_1
keduanya tak saling bicara kecuali menanyakan arah jalan kekantor papi dinda
tiga puluh menit berlalu mobil pun sampai digerbang besar sebuah perusahaan yang hampir sama dengan gedung kantor pak candra juga