
begitu pun dengan aldo yang jam 7.00 pagi sudah sampai dikantor dan mulai berkutat dengan laptop dan juga dokumen yang perlu ia periksa,
aldo mencari kopi yang biasa sudah ada dimejanya tapi hari ini masih kosong
aldo keluar mencari angga pun belum sampai, karena jam kantor masuk adalah jam 8.00
yang ada hanya maya dimejanya
"may, tolong kalau melihat OB suruh buatkan kopi seperti biasa ya"
"maaf pak OB sudah pulang karena ada saudaranya yang meninggal" ucap maya
bapak biasa dibuatkan kopi hitam atau pakai susu tanya maya
setiap devisi memiliki satu orang OB nya sendiri jadi tidak bisa minta OB lain untuk menggantikanya
"tidak usah may, biar saya buat sendiri saja"
"tak apa pak, saya akan buatkan sekalian saya juga akan membuat teh hijau" ucap maya
"baiklah, terima kasih sebelumnya saya kopi hitam saja tapi bukan yang instan "pinta aldo
"baik pak silahkan tunggu saja diruangan nanti saya antar"
aldo kembali ke ruangan dan maya menuju pantry kantor
maya membuat teh hijau untuknya dan secangkir kopi untuk aldo
kemudian mengantarkan kopi keruangan aldo
tok tok tok
"permisi pak ini kopinya, tolong dicicipi jika ada yang kurang biar saya bisa tambahkan"
"bawa sini may,, hemmm ini enak may,
besok tolong ajarkan OB bikin sepert racikan mu ya" ucap aldo dan meletakan cangkir kopinya dimeja
"benarkah pak,, iya pak saya permisi dulu"
__ADS_1
"hemmm" jawab aldo
maya dan aldo kembali dengan kerjaan masing masing hingga makan siang tiba
biasanya maya yang disamperin dinda kali ini sepertinya dinda sibuk jadi maya yang berinisiatif datang keruangan dinda
"dinda makan siang yuk, aku bawa bekal 2 nih" ajak maya namun dinda sedang ada urusan
"maaf ya cinta aku ada rapat diluar bersama team sekalian makan siang,
maaf ya" ucap dinda dan mengatupkan kedua tanganya
maya tersenyum dan berkata "tak apa dinda besok kita makan bersama lagi ya"
maya berbalik kembali keruangan
mukanya murung karena tak ada teman untuk makan siang dan bekal satunya tak ada yang makan
"kenapa may "tanya aldo
yang melihat wajah maya tak seperti biasanya
"tidak apa pak, hanya tak ada teman makan bekal" jawab maya jujur yang masih lemas dan duduk sambil memangku wajahnya
"ini pak hanya sop dan ayam goreng dan sambel tomat " jawab maya
"ada nasinya" tanya aldo lagi
"pasti ada dong pak" jawab maya
"ya sudah bawa sini, saya sedang berhemat jadi kebetulan ada yang gratis" ucap aldo menyenangkan maya
"beneran bapak mau makanan beginian" ucap maya
"memang kenapa ini juga makanan manusia kan " ucap aldo dan mengambil kotak bekal makan siang maya yang satu dan kembali ke dalam ruangan
aldo duduk disofa tamu yang ada diruanganya dan membuka makanan dari maya
sepertinya ini enak,, aldo mencoba satu sendok sopnya yang pertama
__ADS_1
hemmm ini enak, coba setiap hari ada yang memasak begini buatku aldo bermonolog
maya senang bekalnya hari ini tak sia sia mulai besok dia akan bertanya dulu dengan dinda supaya tidak terulang lagi kejadian seperti ini,,
maya merasa tak enak dengan aldo yang harus makan masakanya
namun aldo malah bahagia karena menemukan masakan yang cocok dengan lidahnya setelah masakan ibunya
jam berjalan waktu sudah menunjukan waktu untuk karyawan pulang
semua pulang dengan tertib ada yang membawa kendaraan sendiri, dijemput juga ada yang menggunakan transportrasi umum
maya yang sengaja pulang agak terakhir agar tak berdesakan di pintu keluar
sampai digerbang ada seseorang yang melambaikan tangan kepadanya,
dia adalah haikal sepupu dinda yang berniat menjemput dan mengantarkanya pulang ke kosan
haikal menghampiri maya, dan mengajaknya kemobil untuk diantarkan pulang
didalam mobil
"may ngga apa-apa kan aku jemput, tidak ada yang marah kan?" tanya haikal
"tidak kak, selama kakak mengantarku dengan selamat hehe"
"kamu ini lucu may,, tentu saja aku akan melindungimu sampai ke kosan dengan utuh" jawab haikal
"tapi kalau bisa sih pinginya bawa pulang kerumah aku aja boleh ?" lanjutnya
"hahahaha" maya tertawa lepas
tak terasa sampai didepan kosan maya
"terima kasih kak,"
"tidak diajak mampir" tanya haikal
"ehh iya kakak mau mampir" tanya maya
__ADS_1
"tidak lain kali saja" ucap haikal dengan tersenyum manis
"daaa maya "melambaikan tangan saat mobil haikal mulai melaju