
pagi hari dirumah dinda
"papi dinda sudah boleh bawa mobil kan?"
"ngga ada, " ucap papi tirta
"ayo lah mi, pi dinda bawa mobil sendiri ya?"
"sayang, dengerin kata papi ya" ucap mami kirana
dinda menunduk dan lemas " baiklah" ucap dinda
" mulai hari ini reza akan menjadi sopir antar jemput mu setelah nya baru kekantor" ucap papi tirta
dinda hanya pasrah, karena ucapan orang tuanya tak pernah bisa di bantah.
dinda keluar rumah dan menuju mobil, reza sudah siap dengan mobilnya untuk mengantar dinda
"sudah siap non" tanya reza
"ayo" jawab dinda singkat karena malas dengan reza yang cuek dan datar
mobil melaju ke arah kantor tempat dinda bekerja, " non dinda kenapa ngga kerja dikantor pak tirta saja?" tanya reza
"ngga usah panggil non pak, panggil nama saja.
saya belum mau mengambil alih perusahaan" jawab dinda
"ohhh" jawab reza
beberapa saat kemudian dinda sampai digerbang kantor.
"sudah pak saya turun sini saja", ucap dinda
"iya din" ucap reza
" nah gitu lebih oke" ucap dinda dan keluar dari mobil dan memasuki gedung bertingkat dimana dia kerja
reza memutar arah ke kantor pak tirta,
sampai dikantor ia menemui bos nya dan melaporkan telah mengantar dinda sampai ditempat
*****
__ADS_1
pagi berlalu jam makan siang pun tiba
pak candra telah pulang liburan bersama istrinya.
hari ini pak candra berencana mengajak dinda dan aldo untuk makan siang bersama diruanganya
beberapa saat yang lalu aldo dan juga dinda dipanggil oleh assisten pak candra untuk menghadap
"may aku ada meeting dengan om ku hari ini, sekalian makan siang" bisik dinda pada maya
"oke" dibalas maya dengan menyatukan jari telunjuk dan jempolnya
tak lama aldo pun berlalu keluar ruangan menuju ruangan pak candra, aldo mengirim kan maya pesan singkat " makan siang ku hari ini letakan saja diruanganku!"
maya tak membalasnya dan melakukan apa yang diperintahkan oleh aldo
kemudian maya makan siang bersama dengan temanya.
hari ini maya hanya membawakan masakan untuk aldo.
"kekantin yuk tin, al" ajak maya ketiganya ke kantin dan memesan makanan untuk makan siang.
****
"siang om" ucap dinda masuk keruangan pak candra dan duduk di sofa untuk tamu
"siang pak" aldo yang baru masuk dan dipersilahkan duduk oleh pak candra bersama dinda, kemudian pak candra mendekati dan duduk bersama di sofa
"temani saya makan" ucap pak candra yang biasanya makan diluar atau dibawakan oleh istrinya yang juga hoby memasak.
"mau ada rapat apa ya om" tanya dinda
"nanti saja kita makan dulu, keburu dingin makananya" ucap pak candra
aldo hanya menurut saja apa yang di mau bosnya, ketiga nya makan siang bersama.
ada perasaan berasalah aldo karena tidak memakan masakan maya
dulu maya pernah bersedih karena bekalnya tidak ada yang makan. dan aldo yang menggantikan untuk memakan bekal dari maya
selesai makan pak candra membuka obrolan
"dinda kamu sudah punya pacar?" tanya pak candra
__ADS_1
"emmm, itu om ada.... eh belum maksudnya lagi ada yang dekat" bohong dinda karena paling malas kalau membahas tentang pasangan
"kamu aldo?" tanya pak candra kepada aldo
"belum pak" jawab aldo singkat
"bagus kalau begitu, saya ingin kamu dan dinda menjalim hubungan mulai sekarang" ucap pak candra
"aapaaa" teriak dinda dan aldo bersamaan
"om ini apa-apaan!" ucap dinda tak terima
"pak, maksudnya gimana ya?" ucap
"saya pikir kalian cocok, aldo kamu bisa membimbing dinda ke arah yang lebih baik.
kalian masih sama-sama single, jadi tak ada masalah kan?" ucap pak candra
"tapi pak_" ucap aldo terputus
"sudah, saya ngga mau tau kalau kamu dinda, menolak ini kamu harus segera ambil alih perusahaan papi mu"
"dan kamu aldo, kalau kamu mau nanti kamu tinggal pilih mau jabatan mana yang kamu inginkan" ucap pak candra
dinda terdiam karena itu lah kelemahan terbesar, sedangkan aldo merasa tersinggung pasalnya dia bisa di posisi sekarang karena kerja kerasnya.
"kalian tak perlu buru-buru, jalani saja dulu kalian pendekatan . saya kasih waktu satu bulan, aldo harus antar jemput dinda setiap hari, agar kalian saling mengenal" ucap pak candra lagi
"lalu, kalau saya menolak pak?" tanya aldo
"saya rasa orang tuamu akan setuju, dan memang itu kan yang sedang orang tua mu inginkan?"
aldo bingung, mungkinkah dia menerima karena benar saat ini belum ada siapa pun yang menjadi pasangan resminya, aldo pun sudah tidak lagi memikirkan tentang cinta.
namun mengapa ada sekilas bayangan maya yang menggangu pikiranya.
sedangkan dinda hanya terdiam saja tak tau bagimana cara nya menolak, dia pun sedang tidak dekat dengan siapa pun
"bagaimana?" tanya pak candra
"saya akan mencoba tapi saya tidak berjanji pak, saya permisi dulu" ucap aldo
dinda yang berharap aldo akan menolaknya dan menentang tapi malah mengiyakan begitu saja
__ADS_1
kedua nya kembali ke ruangan masing-masing