
rutinitas pagi aldo sekarang bangun lebih pagi karena istrinya masih suka mual dipagi hari dan sebagai suami siaga aldo ikut bangun dan membantu istrinya. setelahnya ia bersiap dengan pakaian kerjanya dan melakukan sarapan pagi
"mas berangkat ya sayang, kamu jangan kemana-mana tanpa mas! butik sementara biar karyawan kamu saja yang urus" aldo tak mau dibantah masalah ini karena kondisi istrinya masih lemah
"iya mas hati-hati ya, semangat kerjanya" maya terlihat lebih kalem dan juga penurut semenjak hamil. ia mencium punggung tangan sang suami dan aldo seperti biasa selalu mendaratkan kecupan mesranya dikening istrinya
"bik kita ngapain ya, aku mulai bosan sudah satu minggu ngga boleh ngapa-ngapain" maya menemani bik marni yang sedang membereskan dapur dan sisa sarapan majikanya tadi
"ibu olahraga ibu hamil saja biar tak bosan" saran cemerlang dari bik marni
"boleh juga bik nanti aku izin mas aldo dulu" maya tampak senang namun setelah izin dengan sang suami dia tak diizinkanya
maya pun menonton tv acara kegemaranya saat ini yaitu menonton film kartun anak-anak. ia akan tertawa dan menangis sampai ketiduran di depan tv kadang juga ditemani oleh bik marni jika pekerjaanya sudah selesai
__ADS_1
dikantor aldo sedang sibuk untuk persiapan pembukaan pabrik baru yang akan mulai beropreasi sebentar lagi. aldo telah menyiapakan dokumen dan segala hal yang diperlukan karena sebelumnya pembukaan pabrik hanya akan dihadiri oleh pimpinan pabrik saja. namun baru saja aldo diberitahukan bahwa ia harus ikut selama satu bulan diluar kota sampai pabrik berjalan dengan baik
"angga pesankan 3 tiket pesawat untuk kita berangkat besok siang ke pembukaan pabrik baru" aldo memerintahkan angga untuk menyiapkan tiketnya pergi dia ingin istrinya ikut mendampinginya karena pejalanan dinas kali ini cukup lama yaitu 1 bulan
"baik pak, tapi sepertinya bu maya harus konsultasi dulu ke dokter apakah boleh ikut terbang dengab pesawat pak" angga memberikan saran pada aldo dan di anggukan kepala aldo tanda setuju
"oke terima kasih, kamu boleh kembali bekerja" angga pun keluar ruangan aldo
malam hari aldo pulang telat lagi karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum ia pergi selama satu bulan ke luar kota. ia lupa mengabarkan pada maya yang saat ini sedang panik. bahkan aldo tak sadar ponselnya habis baterainya
maya mondar mandir dari ruang tamu ke ruang tv dengan panik dan pikiran yang jauh kemana-mana. tak lama suara sebuah kendaraan memasuki ruang garasi rumahnya
"assalamualaikum sayang, kamu kenapa?" begitu aldo masuk ke rumah maya langsung memeluknya dan menangis. namun sekarang maya pun lega suaminya sudah pulang
__ADS_1
"mas dari mana saja? jahat banget ngga ngabarin aku! apa mas pikir aku bisa tenang sampai selarut ini mas baru pulang" maya terus mengomel dan aldo malah tertawa
"istri mas manis sekali sangat perhatian dengan mas" aldo memegang dagu istrinya dan mengecup bibir istrinya sekilas " ayo duduk dulu mas lelah" aldo menuntun maya ke kursi di meja makan
"ini mas minum dulu" maya sudah tenang saat ini dan duduk disamping sang suami " mas mau makan biar aku siapkan"
"mau makan kamu saja bisa?" ucap aldo
"jangan mulai deh, hari ini aku sudah bisa memasak lagi mas. aku tak mual bau nasi dan juga bawang" maya menceritakan kejadian hari ini ia mencoba beberapa resep masakan
"ya sudah mas mau makan hasil masakan istri cantikku ini" ucap aldo yang sebenarnya sudah kenyang namun ia tak mau membuat istrinnya kecewa
"kue apa ini? rasanya mas baru mencobanya" aldo merasakan kue yang dibuat istrinya
__ADS_1
"itu namanya karamel mas atau ada yang menyebutnya kue sarang semut" jelas maya
"kalau ini sarangheo" ucap aldo dengan menyatukan kedua jarinya membentuk love