
"pak, bu kami pulang dulu ya. kami kabari jika sudah sampai tujuan" pamit maya dan aldo menyalami satu per satu anggota keluarga yang mengantar kepergian keduanya. melanjutkan liburan ke rumah orang tua maya
pelukan penuh haru dirasakan oleh keduanya. saat hendak melangkah menaiki mobil yang sudah terparkir di halaman depan rumah
lambaian tangan menyertai kepergian mobil aldo meninggalkan halaman rumah. "kamu siap mas, kata ibu dirumah sedang musim panen durian. mas suka durian kan?" tanya maya pada suaminya.
"suka dong, apa lagi belah durian sama kamu" kedipan mata aldo yang selalu senang menggoda sang istri. saat ini maya sedang kesal dan malu. ucapan suaminya itu tak jauh dari hal bercocok tanam saja jika sedang berdua.
"mas..ihhh, awas ya kalau di rumah ibu minta yang aneh-aneh" ancam maya kesal dengan suaminya
"selain durian musim apa lagi sayang?" tanya aldo untuk mengalihkan suasana hati istrinya yang terlihat sedang malu bercampur kesal.
__ADS_1
"emmm kalau buah sih itu yang lagi musim, kalai yang lain aku kurang tau. nanti kita lihat saja di kebun belakang rumah ibu" maya memainkan ponselnya sedang memutar lagu untuk menemani perjalanan keduanya
waktu yang ditempuh dari rumah aldo ke rumah orang tua maya hanya butuh dua jam saja. tidak terlalu jauh juga tidak dekat. keduanya juga tak mengetahui sebelumnya jika berasal dari kota yang sama
"masih jauh ngga sayang, kalau jauh kita istirahat dulu sebentar mencari kopi. mas agak ngantuk semalam nonton bola sampai tengah malam"
"emmm kalau mau istirahat berhenti aja dulu mas, masih butuh waktu sekitar 30 menit lagi. sambil beli oleh-oleh untuk orang rumah" ajak maya, aldo pun menepikan mobilnya disalah satu warung pinggir jalan. ia hanya memesan kopi hitam dan es lemon tea untuk sang istri. sementara maya sudah sibuk dengan belanjaan beberapa cemilan untuk oleh-olehnya kerumah mertua
"ngga apa-apa sayang, kalau kurang kamu boleh tambahin lagi" selama ini maya mendapatkan kartu debit dari aldo yang berisi uang belanja dan juga keperluan maya sendiri. namun penghasilan maya dari butiknya dan juga membantu toko kakaknya juga cukup lumayan.
"ngga usah mas, ini cukup buat dibagi-bagi tetangga sekitar saja" maya tak pernah lupa bawa oleh-oleh untuk tetangga rumah orang tuanya yang beberapa bekerja di kebun ayahnya
__ADS_1
beberapa saat kemudian keduanya sampai di rumah orang tua maya. bu sari dan pak adi sudah menyambut kedatangan anaknya karena diberi tahu kak liza kalau maya akan datang hari ini.
"ayo makan siang dulu, biar tasnya dibawakan mbak ani ke kamar " ajak bu sari diikuti oleh ayah, aldo dan juga maya. meski tinggal agak jauh dari kota namun orang tua maya memiliki seseorang yang membantu ibu sari di rumahnya.
makan siang selesai semua orang berkumpul di ruanh tv. maya terus menempel pada sang ibu yang setelah menikah belum lagi ia temui. "lihat pak, si adek sudah punya suami masih aja nempel pada ibu" goda bu sari aldo yang mendengar istrinya digoda ibunya sekuatnya menahan tawa agar istrinya tak kesal.
"iya may sana istirahat sama aldo ke kamar. pasti lelah menyetir mobil perjalanan jauh" ucap pak adi menyuruh anaknya beristirahat. keduanya menurut dan masuk kamar yang dulu ditempatin maya semasa gadisnya
"kamarnya nyaman sayang, sepertinya mas betah tinggal disini. aldo merebahkan tubuhnya di ranjang yang tidak terkalu luas namun cukup untuk berdua
keduanya tidur siang bersama hingga waktu menjelang sore mereka bangun. dengan wajh dan tubuh yang segar
__ADS_1
"ayo mas kita lihat kebun belakang rumah, pasti ada durian" ajak maya bersemangat. aldo mengikuti maya berjalan kearah belakang rumah mertuanya. telihat banyak sekali berbagai macam pepohan namun yang dominan adalah pohon durian