
sampai di butik maya keadaan sudah sepi dan tutup. waktu menunjukan pukul 7 malam, kemudian aldo meneruskan perjalananya ke rumah kakak maya. namun maya belum pulang dan pamit kepada kakaknya untuk pergi bersama temanya
aldo yang marah dan cemburu kembali kerumahnya dengan perasaan yang tak bisa dijelaskan.
kamu kemana may teriak aldo
tak lama aldo selesai mandi dan ponselnya berbunyi
"mas, aku...__" maya belum sempat mengucapkan kata sudah terputus
"dari mana saja kamu, hmmm. apa begini cara mu ketika jauh dariku" ucap aldo dengan nada keras
"aku habis ketemu dinda mas dan kak haikal saudara dinda" ucap maya takut
"jadi kau melupakan ku, untuk laki-laki itu"
"mas maaf, ponsel ku tadi silent jadi aku tak mendengar panggilanmu" ucap maya sedih
"jelaskan dirumah sekarang atau jangan temui aku lagi" panggilan telfon terputus
maya pamit kepada kakaknya untuk bertemu aldo karena ada salah paham yang terjadi. kak liza mengizinkan maya asal jangan pulang larut malam.
menggunakan jasa taxi online maya tiba dirumh aldo.
"assalamualaikum, mas" ucap maya mengetuk pintu
__ADS_1
"walaikumsalam" aldo membuka pintu
"mas benarkah kamu sudah pulang, kenapa ngga bilang pulang sekarang" maya senang dan memeluk aldo tanpa tau yang dipeluk sedang marah kepadanya
"mas kok diem aja sih, apa mas udah ngga kangen lagi sama aku?" maya menatap mata aldo yang tajam dan raut wajah yang sulit diartikan
"duduk dan jelaskan semuanya" ucap aldo
"jelaskan apa mas?"
aldo menunjukan foto maya berpelukan dengan haikal sepupu dinda
"sayang ku, apakah kau cemburu?" goda maya mendekatkan bibirnya kewajah aldo. aldo diam saja menahan gengsinya padahal rasa rindu nya sudah memuncak di ubun-ubun
"emang perlu pakai acara peluk-peluk segala, haaa... sudah tau kamu milik ku" ucap aldo
"tentu saja aku milikmu, dia memeluk berterima kasih dan juga mengucapkan perpisahan. karena setelah ini mereka akan kembali keluar negeri lagi" ucap maya
"apa kau berkata jujur" ucap aldo menatap mata maya
"lihatlah mataku, apa ada kebohongan di dalam nya?"
"hmmm aku percaya padamu saat ini tapi, jangan sampai ada laki-laki lain yang menyentuhnya sekalipun ayah mu" ucap aldo
"om pencemburu apakah kau ingat umurmu, hahaha"
__ADS_1
"emmm" maya melenguh merasakan bibirnya sudah disambar dengan cepat olehn om mesumnya
"mas,, ihhh katanya marah tapi naf*su juga" ledek maya
aldo memeluk maya erat tak mengeluarkan satu kata pun. aldo bernafas lega karena penjelasan maya yang jauh dari apa yang dilihatnya di foto.
"maaf kan mas, ya sayang" ucap aldo menyesal
"sudah mas tak perlu minta maaf, aku juga salah tak menggangkat panggilan telfonmu tadi" ucap maya
"kamu tidur sini ya?" pinta aldo
"mas, jangan mulai deh. sabar sedikit lagi hanya 2 minggu" ucap maya
" baiklah, aku antar pulang sebelum aku hilaf nanti" ajak aldo
"huuuu takut" maya lari ke luar rumah aldo
aldo mengantar maya pulang, keduanya kembali mesra seperti sebelumnya. kecupan kening selalu tak tertinggal saat pasangan romantis ini bertemu dan berpisah
"mas langsung pulang ya, hari ini lelah sekali" ucap aldo melajukan mobilnya kembali ke rumah dengan perasaan bahagia
tak sabar menunggu 2 minggu lagi untuk menjadi resmi memperistri maya
aldo sudah mulai mengurus surat dan berkas yang dibutuhkan untuk syarat pernikahan
__ADS_1