
"dira saya titip butik ya, kami akan keluar dulu" ucap maya pada asistenya
"iya bu, hati-hati" jawab dira dan juga karyawan lainya
aldo dan maya berangkat untuk melihat perumahan yang tak jauh dari tempat kerja keduanya seperti kesepakatan bersama. aldi telah menghubungi bik marni agar mulai mengepak barang yang diperlukan saja sisanya akan dibiarkan saja dirumah sebelumnya. maya meminta agar bik marni tetap mengikutinya pindah rumah dan bik marni menyetujuinya
"kita lihat perumahan didepan sayang, rekomendasi dari angga seseuai yang kamu minta ada halaman belakang dan depan yang cukup luas. dan rumahnya lantai dua apa kamu mau coba melihatnya?" tanya aldo
"tapi pasti harganya akan sangat mahal mas, aku tak mau membebanimu!" maya merasa tak enak karenanya tak mau kembali kerumah membuat aldo harus membeli rumah baru untuknya
"apa kau lupa suamimu ini sekarang wakil direktur, jadi buat apa mas kerja keras jika bukan untuk anak dan istri mas ini" ucap aldo mengusap kepala maya
"terima kasih mas, maaf membuatmu repot" ucap maya lagi
__ADS_1
"ayo kita turun, kita lihat contoh rumahnya jika kamu cocok kita akan langsung liat rumah yang jual, satu hal lagi jangan berkata apapun yang membuatmu sedih apapun akan mas lakukan untuk kalian" ucap aldo lembut
melihat contoh rumah yang ditunjukan oleh marketing perumahannya, maya merasa cocok dengan salah satu bentuk rumah yang minimalis tapi dibagian belakang dan depan rumahnya masih ada lahan kosong dan itulah yang maya inginkan agar dapat dibuat taman atau kebun sayuran mini untuk mengahabiskan waktu liburnya
" yang itu bagus mas ada empat kamar dan juga halamanya luas nanti arvin pasti akan senang jika mulai belajar berjalan" ucap maya dengan tersenyum manis
"kalau gitu ayo kita tanyakan pada marketingnya" ajak aldo. arvin saat ini tertidur pulas dalam gendongan aldo
"masih pak, mari kami antar jika mau melihat langsung rumahnya" jawab pegawai marketingnya
maya dan aldo mengikutinya sampai dirumah yang diinginkan maya, perumahannya terdiri dari beberapa cluster yang berbeda. setelah melihat-lihat keduanya cocok dan akan membicarakan untuk proses pembelianya
setelah kembali kekantor aldo menanyakan berapa harga rumah yang akan mereka beli dan juga yang diinginkan istrinya.
__ADS_1
"jadi apakah rumah itu sudah bisa langsung ditempati mba?" tanya aldo yang tak sabar pindah melihat istrinya yang bersemangat
"rumah sudah siap huni pak, jika bapak akan segera menempatinya kami tinggal bersihkan saja" ucap marketingnya lagi
"kalau begitu saya akan beli sekarang dan dua hari lagi kami akan pindah, untuk pembayaranya bisa saya transfer saja mba" tanya aldo
"baik pak kami akan urus surat-suratnya terlebih dahulu, ini untuk daftar harganya pak" pegawai marketing memberikan daftar harga yang harus dibayar aldo untuk rumah barunya
"mas ini mahal banget!" bisik maya pada aldo setelah tau harga rumahnya senilai 2,5 Miliyar
"kita cari yang lain saja yuk, yang harganya dibawah segitu" ajak maya menarik tangan aldo tapi aldo menahannya
"mas tak akan langsung miskin jika membeilkanmu rumah ini, sudah tak apa lagi pula mas belum pernah memberikan hadiah mewah untukmu! tunggu sebentar lagi kita akan pindah dan sementara ini kita akan tinggal dihotel saja dulu
__ADS_1