Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Buah Musiman


__ADS_3

aldo mengelilingi jalanan memberhentikan mobilnya disetiap toko buah yang ada di pinggir jalan.


"pak ada buah manggis?" aldo langsung bertanya pada penjual buahnya


"belum musim pak, kami belum menjualnya" ucap penjual buah tadi


sudah ada 7 toko buah yang ia tanyai dan semua tidak menyediakanya


aldo pun terus mencari buah yang diinginkan sang istri yang sedang nyidam kalau orang bilang. "aku tanya angga saja apa ya?"


"halo angga kamu tau dimana ada yang jual buah manggis?" aldo melakukan panggilan telfon pada angga


"iya pak, kemarin saya lihat disekitar toko rumah saya. biar nanti saya antarkan pak" angga berniat membantu atasanya untuk membeli buah musiman itu. angga pernah merasakan betapa susahnya menuruti istri yang nyidam karena terkadang aneh dan susah dicari


"tidak usah, saya mau usaha sendiri buat anak saya. kirimkan alamatmu saja" aldo mengakhiri panggilan telfonya dengan angga. tak lama angga mengirim alamatnya yang cukup jauh dari rumahnya


"tak apa biar anak ku tidak ileran" batin aldo dengan senyum manis di bibirnya


sekitar setengah jam perlanan aldo sampai di toko buah yang diberitahukan angga padanya

__ADS_1


"pak ada buah manggis?" aldo turun dari mobil dan menghampiri pedang buah tersebut


"ada pak, baru saja kami dikirim dari petani ini masih fres namun tidak banyak" pedagang buah menjelaskan buah itu masih belum musimnya sehingga masih jarang toko yang menyediakan


"saya beli satu karung itu berapa pak?" aldo ingin membeli semua stok yang ada di toko tersebut


"jangan semua pak, ini sudah ada pesanan orang juga, bapak bisa membeli 2 atau 3 kg" penjual buah melarang aldo memborongnya karena takut ada pelanggan yang kecewa jika barang permintaan mereka kosong


"ya sudah segitu saja pak" aldo menyerahkan uangnya dan memberikan kembalianya kepada penjual buah karena merasa bahagia apa yang dicarikan ditemukan


sekarang sekitar jam 21.00 maya sudah lelah menunggu aldo hingga tertidur di sofa ruang tv. bik marni meminta maya untuk pindah ke kamar tapi dia masih menunggu permintaanya datang. dan mungkin sudah tidak ia inginkan lagi


"assalamualaikum" aldo masuk kerumah setelah dibukakan pintu oleh bik marni. ia melihat suasana rumah sudah sepi "ibu mana bik?" aldo berjalan menuju kamar namun langkahnya terhenti


"ya sudah tak apa tolong bawakan ini ke meja makan" aldo menyerahkan kantung kresek berisi buah manggis dan juga jeruk kecil berwarna kuning dengan rasa asam manis yng segar. bik marni melakukan perintah aldo


aldo menggendong istrinya untuk dipindahkan ke kamar tidur mereka berdua, "mas mana manggisnya?" maya terbangun saat aldo membawanya berjalan


"suami mu ini kalah dengan manggis ya sekarang!" aldo pura-pura ngambek pada istrinya

__ADS_1


"buuukan, bukan gitu mas tapi kan__" maya tak melanjutkan ucapanya


cup aldo memberikan kecupan manisnya pada kening sang istri yang selalu membuat maya meleleh. "kenapa diam apa kurang hmm?"


aldo menurunkan lagi istrinya di sofa yang tadi ia tidur


"mas ambilkan dulu ya, kamu disini saja" aldo membawa pesanan istrinya dan menghampirinya


"kamu boleh makan tapi jangan banyak-banyak ini sudah malam! mas mandi dulu sebentar biar ngga bau nanti kesini lagi" maya mengangguk dengan mulutnya sudah mengunyah manggis. aldo tersenyum senang meski harus lelah mencari


beberapa saat aldo sudah segar dengan rambut basahnya, ia menggunakan kaos hitam tanpa lengan dan celana pendek berwarna cream membuat maya terpesona dan metatap suaminya itu. padahal sudah hampir 5 bulan ia menikah namun maya merasa aldo makin tampan saja


"enak sayang" aldo membuyarkan lamunan maya "mas boleh minta?" aldo menggoda maya


"boleh tapi hanya satu saja!" maya menyembunyikan kantong kresek berisi buah manggis tadi


"astaga selain irit sepertinya anak ku kelak akan pelit ya " aldo terkekeh sendiri karena ucapanya pasti akan membuat bumil ngambek. dan benar saja maya memasang wajah cemberut


"uhh makin gemes deh kalau lagi ngambek begini, jadi makin sayang" cup aldo menciumin wajah maya bertubi-tubi. bik marni yang melihat dibalik lemari kaca dekat dapur ikut merasakan bahagia majikanya terlihat mesra

__ADS_1


"sudah malam orang hamil tidak boleh tidur terlalu malam" aldo menggendong tubuh maya dengan perut yang masih rata . ia membisikan sesuatu " permintaanmu sudah aku penuhi" maya merasa ada yang aneh dengan ucapan suaminya "sekang ayahnya mau mengengok anaknya" aldo menatap maya dengan wajah penuh damba


"mas ihh" maya menyubit pinggang aldo dan keduanya tertawa bersama dilanjut dengan gulang-guling di ranjang sesuai dengan permintaan calon ayah tampan


__ADS_2