
kedatangan kak liza ke butik untuk menanyakan hal rumah tangga adiknya, bukan ingin ikut campur tapi niat kak liza adalah untuk mencoba menjadi penengah. saat datang ke rumah adiknya kak liza mendengar cerita dari bik marni yang dipaksa bicara karena melihat ada keanehan saat aldo datang kerumahnya
"hai kak, kok sendirian?" tanya maya yang mendekati kakaknya dengan mengendong arvin
"iya kakak baru mengantarkan anak kakak kesekolah, duduklah dimana aldo?" ucap kak liza
"sedang mandi kak tunggu sebentar, kakak mau minum apa biar maya buatkan!" tanya maya
"tak usah nanti saja" kak liza sedikit tegang
setelah aldo datang dan ketiganya pun duduk bersama arvin dititipkan sebentar dengan dira asisten maya. kak liza mengatakan jika ingin tahu permasalahan sebenarnya dan akan membantu mencarikan solusi, kak liza juga pernah merasakan sulitnya masa awal pernikahan dan tak mau adiknya mengalami hal yang sama. tanpa ada yang ditutupi lagi keduanya bercerita pada kak liza dan juga meminta agar masalah ini sampai ke telinga orang tua maya. aldo dan maya merasa bersalah dan tak mau membuat orang tuanya khawatir
__ADS_1
"jadi apa keputusanmu dek?" tanya kak liza pada maya
"aku belum tau kak, rasanya masih sulit untuk pulang kerumah tapi aku sudah memaafkan semuanya dan keadaan ini. aku tak mau jika banyak fikiran dan akan mengganggu asiku nantinya" maya menuturkan isi hatinya
"jika tak mau kembali lagi kerumah itu bagaimana jika kita mencari rumah baru dan sementara akan tinggal di hotel saja, disini tak begitu nyaman untuk arvim" ucap aldo memberikan ide
"kakak tak akan menyalahkan siapa pun termasuk ibumu al, tapi perlu diingat jika suatu saat terjadi seperti ini lagi dan kamu tak bisa memilih maka antarkan saja maya padaku, kakak tak mau memberi lagi kesempatan kedua!" meski kak liza netral pada keduanya tapi dalam masalah ini maya tak bersalah jadi sekuat hati ia akan melindungi adiknya
"oke! kakak anggap ini sudah selesai jika memang maya tak mau kembali, benar yang dikatakan aldo jika kalian beli saja rumah yang baru dan sementara tinggal dihotel atau rumah kakak saja, pikirkan juga kebaikan arvin jangan jadi orang tua yang egois" kak liza memberikan nasehat pada kedua adiknya dan juga tak lama berpamitan untuk pulang
ia merasa lega masalah adiknya ternyata tak terlalu rumit yang ia bayangkan, ada rasa sedih karena adiknya terluka namun kak liza tak mau mencampuri terlalu jauh lagi dalam urusan rumah tangga adiknya.
__ADS_1
aldo mengambil arvin dari asisten maya dan menggendongnya dengan mengajak anaknya berbicara. maya tersenyum melihatnya ia tak salah memilih lelaki yang akan menemaninya seumur hidup. meski masalah selalu datang tapi aldo selalu menggengam tangan maya
"mas arvin harus minum asi dulu" maya meminta arvin pada aldo
"papanya juga mau ma" ucap aldo datar tanpa berdosa untung saja saat ini tak ada orang lain diruangan maya
maya hanya membalasnya dengan lirikan saja, aldo mendekat dan memeluk maya yang sedang memberikan asi pada anaknya
"kita cari rumah hari ini ya! mas akan mencari tempat yang tak jauh dari kantor dan juga dari butik biar kita lebih mudah saat bekerja, jika mas kangen kalian bisa menyempatkan waktu pulang" ucap aldo
"iya mas terserah saja, yang pasti jangan terlalu besar juga tapi ada halaman depan dan belakang untuk taman" ucap maya
__ADS_1
"kita cari sesuai keinginan mu sayang" aldo mengecup kening istrinya