
" pagi bu" ucap aldo yang mulai pagi ini sudah bertugas menjemput dan mengantar dinda, bukan karena jabatan yang aldo inginkan tapi dia tak mau susah mencari pasangan. menurutnya menikah bukan soal cinta,
aldo pernah dikhianati dan begitu dalam sakitnya hingga tak percaya lagi dengan cinta, karena takut akan membuatnya bo*doh lagi seperti saat bersama ajeng
orang tua dinda juga sudah diberi tahu soal perjodohan ini oleh om nya yaitu pak candra
"pagi juga" ucap dinda dan masuk kedalam mobil aldo
mobil berjalan menuju kantor
"nanti saya turun di gerbang saja pak" ucap dinda
"kenapa memang bu, ada yang kamu sembunyikan?" tanya aldo
"panggil saja saya dinda pak" saya ngga mau ada yang lihat kita berangkat bersama" ucap dinda
"oke dan panggil saja aldo" lanjut aldo
"baiklah aldo, saya mau tanya kenapa kamu terima perjodohan ini, apa karena jabatan?"
aldo tersenyum dan melirik dinda sekilas
"tak apa jika kau berfikir begitu" ucap aldo
"lalu apakah kamu tidak punya pacar? " bukankan aku sering lihat kamu bersama beberapa wanita berbeda" ucap dinda
"itu semua hanya teman, apa salah nya dicoba kalau memang kita jodoh tidak ada yang tahu kan!" ucap aldo
"terserah deh, yang jelas saya ngga mau orang kantor sampai tahu" ucap dinda
"kenapa?, harusnya kamu bangga punya calon suami yang tampan dan mapan"sahut aldo
__ADS_1
"tapi kamu bukan tipe ku"jawab dinda
kedua saling diam sampai berada dikantor
dan masuk keruangan masing-masing
"pagi pak ini kopinya" ucap maya dan menaruhnya di meja kerja aldo
" terima kasih may, kopinya manis seperti yang bikin" ucap aldo
bluss, muka maya sudah memerah dan malu dengan pujian dari aldo
"jangan lupa makan siang ku" ucap aldo sebelum maya keluar
semua karyawan bekerja dan sibuk dengan kegiatan masing-masing
aldo menghubungi maya melalui telfon kantor
" may keruangan saya, siapkan dokumen keuangan bulan ini, dan juga makan siangku"
"permisi pak, ini dokumen yang bapak inginkan dan makan siang bapak" ucap maya
"tunggu apa lagi?" ucap aldo
"maksudnya pak" ucap maya bingung
"kami tidak lihat tangan saya sibuk, seperti biasa kamu suapin saya, saya lapar"
"tapi pak__"
"kamu mau kontrak kerjamu berakhir 2 bulan lagi?" ancam aldo yang sebenarnya senang mendapat perhatian maya. tapi kenapa aldo terima perjodohan dengan dinda? "
__ADS_1
"iya pak" maya membuka kotak bekalnya dan menyendok kan nasi ke mulut aldo, saat hendak membuka mulut tiba-tiba ada yang datang
"permisi pak, ucap riri yang akan minta tanda tangan. biasanya dokumen diserahkan kepada angga namun yang bersangkutan sedang cuti
"eheemmm" aldo dan maya kaget dan langsung menaruh makanya begitu saja, tapi jarak keduanya masih sangat dekat
"ini dokumenya pak, maaf mengganggu" ucap riri yang kesal kemudian keluar dari ruangan aldo
"pak bu riri lihat, bagaimana ini?" maya panik
"emang dia siapa, ibu kamu?" tanya aldo
" bukanya dia calon pacar pak aldo ya?" tanya maya lagi
"hahahahahaha" suara aldo menggelegar " mana ada calon pacar, kamu ini ada-ada saja may, ayo lanjutkan kerjamu" ucap aldo
" baik pak saya permisi" ucap maya
"mau kemana, kerjaan kamu kan nyuapi saya sekarang. ayo kesini buruan saya lapar" perintah aldo
maya mendekat dan melakukan perintah aldo dengan patuh , aldo terus mengancam maya dengan kontrak dan juga baju yang dibelikan aldo
*****
seminggu berlalu pekerjaan tambahan maya selesai karena dalam perjanjian hanya untuk satu minggu saya menuruti keinginan aldo yang setiap hari minta kopi dan disuapi dengan masakan maya
begitu pun dengan aldo yang mempunyai rutinitas baru, menjemput dan antar dinda ke kantor.
keduanya sepakat untuk menjadi teman saja, namun saat ada orang tua dinda akan berakting seolah olah mereka pacaran.
"akhirnya hari ini aku bebas" ucap maya
__ADS_1
pagi hari ia tak perlu repot memasak untuk makan siang aldo lagi
angga pun sudah masuk kembali ke kantor setelah cutinya seminggu untuk honeymoon