
terima kasih pak atas tumpanganya maaf merepotkan bapak ucap dinda
sebelum turun dari mobil aldo
"maaf pak boleh minta tolong jangan bilang ke maya ya kalau bapak sudah tau tentang saya, saya mau mencari teman yang tulus seperti maya tanpa melihat siapa saya" lanjut dinda lagi
"insyaallah, saya simpan namun lebih baik jika berkata terus terang, seseorang yang tulus akan sangat kecewa bila tau dirinya dibohongi"
nasehat aldo
dijawab anggukan oleh dinda dan keluar dari mobil aldo lalu masuk ke ruangan papi tirta
sebenarnya dinda punya ruangan sendiri di kantor karena sudah dipersiapakan oleh papinya
flasback on
aldo bersama ajeng sudah menjalin hubungan selama 3 tahun semenjak aldo masuk ke universitas, keduanya bertemu saat kegiatan ospek penerimaan mahasiswa baru
aldo yang sudah beberapa kali memperhatikan ajeng, dia mengambil jurusan sastra bahasa inggris
sedangkan aldo jurusan ekonomi,
aldo merupakan salah satu mahasiswa yang berprestasi sehingga tidak terlalu merepotkan orang tua soal biaya,, karena aldo mendapatkan beasiswa dan setelah lulus pun aldo direkomendasikan universitas untuk magang di kantor yang sekarang menjadi tempatnya bekerja
setelah satu bulan berkenalan aldo dan ajeng memutuskan untuk menjalin hubungan
keduanya merasa bahagia dan menjadi lebih semangat saat dikampus selain belajar juga ada seseorang yang dinanti
aldo dulunya sedkit pendiam, cuek dan tidak mau dekat dengan wanita lain untuk menjaga perasaan ajeng
waktu berlalu keduanya masih menjalani hubungan yang romantis hingga akhirnya aldo menemukan sesuatu di ponsel ajeng yang tertinggal di kosan aldo
aldo tak sengaja membuka pesan singkat dari seseorang yang yang diberikan nama mentor oleh ajeng
dalam pesan tersebut berisi
sayang, nanti malam aku jemput ya orang tua kita akan datang menyusul ke acara pertunangan kita
__ADS_1
bagai disambar petir disiang hari aldo langsung lemas tak berdaya
ajeng yang selama ini menjadi semangat dan harapanya untuk masa depan ternyata meninggalkanya dan memilih pria lain yang tak tau dia siapa
tak lama ajeng kembali ke kosan aldo dan
dan mengambil ponselnya namun aldo berpura pura tak tau apa yang baru ia baca
"sayang ponsel aku ketinggalan" ucap ajeng yang tak merasa bersalah
"hemmm ini" ucap aldo singkat
"maaf ya aku buru-buru" ucap ajeng berlari dan menci*um pipi aldo kemudian pergi begitu saja
aldo yang marah tapi tak tau harus marah ke siapa, rasa cinta nya ke ajeng melebihi bencinya sehingga dia menyalahkan diri sendiri karena ajeng meninggalkanya
aldo mengikuti ajeng pergi ternyata ajeng pulang, aldo masih menunggu disamping rumah ajeng dengan sepeda motornya
tak lama setelah itu ada mobil mewah yang datang dan turun membukakan pintu untuk ajeng
aldo melihatnya dari kejauhan terpana, niat hatinya ingin menghampiri tapi ia sadar dengan keadaanya sekarang
beberapa bulan kemudian ajeng datang dan memutuskan hubunganya dengan aldo,
aldo pun tak terkejut karena sudah mengetahui jauh hari sebelum ajeng datang
aldo menerima dan hanya diam saat ajeng pergi
dia sudah berjanji akan menjadi sukses kemudian hari dan menunggu saat ajeng menjadi janda
ya ampun mas aldo jahat yaaa😁
flasback off
setibanya dikantor aldo masuk keruanganya dan duduk bersandar dikursi kebesaranya
dia mengingat ajeng yang sampai saat ini masih ia cintai,, entahlah itu cinta atau hanya obsesinya karena dulu terlalu menaruh harapan tinggi pada ajeng mantan nya
__ADS_1
suara pintu diketuk
dan muncul wajah maya yang masuk keruangnya
"maaf pak saya menggangu, tadi ada dokumen yang perlu bapak periksa dan tanda tangani sebelum saya serahkan ke bagian keuangan pusat" ucap maya
"bawa sini may,, biar saya periksan nanti nya taruh saja dimeja saya sedang kurang enak badan" ucap aldo
"bapak sakit,,? perlu saya belikan obat pak" ucap maya panik
"tidak perlu may, nanti kalau saya butuh sesuatu saya akan meminta kepada angga"
"maaf pak,, saya lupa ada pak angga "ucap maya tersenyum malu
"saya permisi pak"
"hemmm" ya
tak lama suaran ketukan pintu lagi namun yang masuk adalah riri
"ada apa lagi may " ucap aldo yang tak melihat siapa yang datang
"maaf pak saya" riri ucapnya
"ohhh bu riri ada perlu apa silahkan duduk..?"
riri karyawan senior berusia 30 tahun yang masih perawan hehehe makanya ngebet sama pak aldo
dan riri lebih dulu bekerja dikantor ini maka itu aldo memanggilnya bu
"saya mau mengantar laporan bulanan pak" ucap riri
"ohh itu,, bu mulai bulan ini tolong serahkan saja pada angga ya bu karena dia yang harus memeriksa terlebih dahulu"
"baik pak saya permisi" ucap riri berbalik dan keluar pintu ruangan yudha
awas kamu may ucap riri kesal
__ADS_1