
H-1 acara pernikahan aldo dan maya, seluruh anggota keluarga sudah berkumpul dan menginap di hotel yang akan menjadi tempat bersejarah bagi aldo dan maya.
semua persiapan sudah 90% tinggal pelaksaanya saja. gaun dan juga stelan jas yang akan digunakan maya adalah buatan designer dari butik maya sendiri. bukan aldo tak mau membelinya ditempat yang mahal namun aldo ingin mewujudkan impian istrinya mendesign baju pernikahanya sendiri.
kedua nya sudah berada di hotel yang sama namun masih dilarang untuk bertemu,
"sayang apa kau baik-baik saja tak bertemu denganku" aldo melakukan panggilan telfon dengan maya
"tentu saja, aku masih hidup dan sangat bahagia" goda maya dengan menahan senyumnya. ia tau pasti saat ini aldo sedang kesal dengan ucapanya
"ahhh, rasanya aku yang gila sendiri disini tanpamu, tapi kau malah sangat bahagia rupanya" kesal aldo
"sudah jangan cemberut, bukan kah tinggal 1 malam saja. ini tak akan lama sayang. aku akan menghabiskan malam ini untuk keluargaku sebelum ada yang menguasai malam-malamku nanti" ucap maya
"baiklah, aku orang yang sabar. lihatlah malam selanjutnya akan ku buat kau tidak bisa kemana-mana"ucap aldo
"ihhhhh,, takuttt.. bye sayang" ucap maya menutup sambungan telfonya
aldo dan maya kembali bergabung dengan keluarganya. keduanya menyibukan diri untuk menahan rindu yang sudah saling terpendam
*****
hari yang di tunggu untuk kedua calon pengantin sudah tiba, sejak pagi maya sudah di make up oleh make up artis ternama.
"kamu sangat cantik may" ucap seseorang yang baru datang
"hai dinda" keduanya berpelukan
"selamat ya sayang, ngga nyangka kamu bisa nikah lebih dulu dari ku" ucap dinda yang sedih dengan kisah cintanya
"kamu pasti akan mendapatkan yang terbaik sebentar lagi" ucap maya menyemangati sahabatnya itu
__ADS_1
"selesai" ucap salah satu orang yang mendadani maya
"woy dek, kamu beda banget. makin cantik" ucap kak liza
"bu" maya menghampiri ibunya yang terharu anak bungsunya sebentar lagi akan diambil orang
"heiii jangan nagis dong, ini kan make upnya sudah kece badai" ucap tukang make up
semuanya tertawa melihat maya dilarang menangis.
acara sudah dimulai oleh pembawa acara yang disiapkan. sebelum ke acara inti ada beberapa rangkaian acara.
tiba saat acara ijab akan dilakukan pengantin pria sudah duduk didepan calon mertua dan penghulu dengan gugup, dan selanjutnya pemanggilan untuk calon pengantin wanita menuju meja ijab kabul
maya datang dengan di iringi kak liza dan juga kakak iparnya istri dari kakak aldo.
aldo menatap maya tanpa mengedip, betapa cantiknya calon istrinya saat ini dengan make up yang tidak terlalu tebal namum membuat maya bagaikan bidadari yang turun dari khayangan
"tunggu sebentar lagi al, bersabar sedikit" bisik kak dimas dari belakang aldo
maya duduk disamping aldo tak berani menatapnya karena sangant gugup.
"bisa kita mulai" tanya pak penghulu
"bisa pak!" suara aldo lantang
yang lain hanya tertawa melihat aldo yang sangat gugup dan tidak sabaran.
acara ijab kabul berjalan lancar, saat saksi mengucapkan kata SAH, semua berbahagia dengan sekali tarikan nafas aldo mengucapkan ijab kabulnya dengan sangat lancar
"alhamdulillah" ucap seluruh keluarga
__ADS_1
kedua pasangan pengantin yang baru sah itu tersenyum sumringah, seperti sudah hilang beban berat yang dibawanya tadi.
aldo memasangkan cincin dijari manis maya yang sebelah kanan, dan maya melakukan sebaliknya. aldo mengecup kening maya dengan sangat romantis
"apa kau lega mas" tanya maya
"sangat sayang, aku sangat gugup tadi apa lagi melihay bidadari datang dan duduk disampingku" ucap aldo
bluss, pipi maya memerah malu
"kau makin cantik dan menggemaskan saat malu "ucap aldo membuat pipi maya makin panas
semua tamu undangan menikmati makanan yang disediakan didalam pesta. resepsi akan langsung diadakan bersamaan. kedua pengantin kembali kekamar yang sudah dihias dengan cantik untuk mengganti baju selanjutnya
ceklek
maya dan aldo kedalam kamar
" mas aku ganti baju dulu ya, karena pasti lebih lama" ucap maya
"oke sayang" aldo menghirup udara segar di balkon kamar hotel tempatnya akan menginap dengan maya
"masss" teriak maya aldo langsung menghampiri
"ada apa sayang" tanya aldo panik takut terjadi sesuatu pada maya
"mas bajunya dimana" maya mencari gaun disegala tempat namun tak ditemukan.
aldo menghubungi seseorang yang bertanggung jawab dengan baju yang akan dikenakan maya pada saat resepsi.
orang tersebut sudah mengantarkan bajunya tepat dikamar yang diperintahkan. maya panik dan menelfon kak liza
__ADS_1
"bagaimana bisa terjadi"ucap dinda yang ikut datang ke kamar maya bersama dengan kak liza