
"gimana sayang? enak sotonya!" aldo menyuapi maya hingga tak bersisa di piringnya
"mas kapan aku bisa pulang?" maya merasa tak nyaman
"sabar ya sayang besok pagi setelah USG kita bisa pulang" ucap aldo lembut mengusap istrinya
"sekarang mas lap dulu badannya ya, setelah itu kamu tidur mas ada kerjaan sedikit yang harus diselesaikan" aldo mengecup puncak kepala istrinya lalu duduk di sofa membuka laptop dan berkas di tasnya
"mas" panggil maya
"hemm, apa sayang?" aldo menghapiri maya
"temani tidur" muka maya bersemu merah saat mengatakanya
"kau menggodaku hmm?" aldo mengedipkan matanya
"hanya tidur mas, bukan yang lain" maya kesal dengan suaminya
"baiklah ayo tidur nona manis" aldo naik ke ranjang dan memeluk istrinya
"maafkan mas ya sayang" keduanya tertidur pulas dengan saling memeluk
pagi hari maya sudah diperiksa kembali dan hasilnya baik-baik saja. keduanya memutuskan pulang kerumah
__ADS_1
"bik marni tolong bawakan barang ibu ya" ucap aldo membuka pintu rumahnya
"iya pak" bik marni senang majikanya kembali akur dan mesra
"sayang istirahat dulu ya, mas ambilkan minum sebentar" ucap aldo merebahkan istrinya dikamar keduanya dan maya tak menolak
"iya mas, terima kasih ya" maya memegang tangan aldo
aldo mengangguk dan tersenyum manis untuk sang istri. lalu keluar kamar dan kembali membawa satu gelas susu untuk ibu hamil
"tidurlah nanti mas akan bangunkan untuk makan siang ya" maya mengangguk dan mulai tertidur
aldo membuka laptop dan berkasnya untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk, hari ini ia masih izin untuk menjaga istrinya dan besok juga sudah hari libur
keduanya makan bersama dan setelahnya keluar kamar menonton tv.
"mas gimana dengan intan?" maya memberanikan diri bertanya pada suaminya
"akan diurus angga sayang, aku tak mau berurusan dengan wanita itu lagi!" aldo sedikit mengeras namun tak membuat maya takut
"tapi kasihan mas, dia sedang hamil jangan masukan dia ke penjara. aku juga memaafkamu karena salah satu penjelasanya" maya merasa iba dengan kehidupan intan
"sudahlah, mas juga tak terlalu jahat padanya tapi mas tak mau melihatnya lagi disekitar kita" aldo mengusap perut istrinya dan menciumnya agar ia tak terbawa emosi
__ADS_1
"oh iya kemarin ibu telfon mas, sebentar lagi kan usia kandunganmu empat bulan. apa kamu punya rencana?" aldo mengalihkan pembicaraan
"iya mas, menurutku ingin mengadakan pengajian dan mengumpulkan saudara kita" ucap maya
"mas setuju saja, nanti mas hubungi yang lain agar membantu. istri mas tak boleh terlalu lelah paham?" sikap manis dan dewasa aldo membuat maya merasa bahagia dan selalu nyaman
"mau makan sesuatu?" tanya aldo lagi
"mau bakso hehe" maya tertawa menyeringai
"mas belikan atau mau ikut saja" aldo mengambil kunci mobilnya dan menggendong maya tanpa menunggu jawabanya
"mas turunin ah, malu kan dilihat orang" maya berteriak namun aldo seakan tuli
aldo memilih tempat makan yang tidak terlalu padat dan juga tempat yang luas. agar istrinya nyaman dan tak berdesakan
"kita makan terus jalan-jalan ke taman mau?" aldo seakan ingin menyenangkan istrinya saat ini. beberapa hari lalu ia kehilangan senyuman istrinya
"terima kasih sayang sudah memaafkan mas" aldo mengecup kening istrinya. kali ini keduanya duduk dikursi panjang taman yang berada dekat kolam air yang berisi banyak ikan. indah sejuk dan asri
**Bonus buat para readers setia
kalau autor buat cerita dinda dan reza kira-kira setuju ngga ya?
__ADS_1
jangan lupa like dan komen**