
hari ini tepat 4 minggu setelah maya cek kehamilan pertama kali dan aldo akan mengantarkan istrinya untuk cek up kandunganya ke rumah sakit
"mas libur hari ini" maya melihat suaminya mengenakan baju santai setelah mandi dan duduk di ruang tv setelah sarapan pagi
"iya sayang sini duduk mas mau beritahu sesuatu untukmu" aldo meminta maya untuk menghamipirinya dan mayapun menuruti suaminya duduk di sofa samping aldo
"ada apa mas, sepertinya serius sekali!" maya menatap suaminya dengan penasaran
"gini mas ada dinas luar untuk pembukaan pabrik baru yang dulu pernah kita datangi bersama" aldo menjeda kalimatnya "mas sekitar satu bulan disana untuk meninjau pembukaan dan pengoprasian pabriknya sampai stabil"
"kok lama banget sih mas, aku gimana?" maya sudah hendak meneteskan air matanya dan diseka oleh aldo. ibu hamil memang perasaanya lebih sensitif apalagi maya membayangkan jika dirinya tanpa aldo saat ia membutuhkan begini
"sayang jangan menangis nanti anak kita ikut bersedih" aldo memeluk istrinya yang masih sesenggukan itu
__ADS_1
"nanti kita kedokter dulu kita cek perkembangan anak kita dan juga kita tanyakan apakah boleh ibu hamil terbang dengan pesawat" aldo mengusap puncak kepala maya dan mengecupnya
"sudah jangan sedih mas akan usahakan kamu ikut dengan mas ya, mas juga tak bisa lama-lama jauh dari istri cantik mas ini" aldo mengecup bibir merah istrinya. maya menggangguk mengerti dengan penjelasan sang suami.
"kapan mas berangkatnya?" maya mulai buka suara setelah tangisnya reda
"nanti sore sayang, siangnya kita cek up kandungan kamu dulu" ucap aldo lembut pada istrinya
"iya mas" maya mengeratkan pelukanya pada suaminya
"siang dokter" sapa aldo dan menjabat seorang dokter kandungan yang bertugas
"siang juga ibu, bapak. ada yang bisa saya bantu" ucap dokter kandungan
__ADS_1
"ini dokter saya mau cek perkembangan kehamilan saya" maya menyerahkan catatan hasil cek up bulan sebelumnya
"mari biar saya periksa dulu" dokter mengarahkan maya untuk tidur dikasur yang disediakan untuk pasien yang akan di cek
setelah selesai diperiksa maya kembali duduk disamping suaminya. "gimana dok, apa baik-baik saja" aldo tak sabar menunggu hasil pemeriksaan
"kandunganya baik-baik saja pak, perkembanganya juga sangat baik calon bayinya sehat ibunya juga, namun tolong terus dijaga makananya ya pak" dokter memberikan saran pada keduanya
"oh iya dok apakah istri saya bisa naik pesawat saat ini" tanya aldo
"seperti nya saat ini belum bisa pak, harus menunggu untuk melewati trisemester pertama" deg jantung maya seakan berhenti berdetak, jawaban dari dokter menandakan dirinya harua berpisah dari suaminya untuk sekian lama. hampir saja maya menangis namun ia masih bisa menahan air matanya.
"apa tidak ada cara lain dok, untuk istri saya bisa ikut terbang" aldo penuh harap agar ada cara supaya maya bisa ikut bersamanya. perasaanya juga kalut ia tak mungkin meninggalkan istrinya yang sedang hamil muda. tapi ia juga punya tanggung jawab pekerjaan
__ADS_1
"saya sangat tidak menyarankan pak, karena usia kandungan pada masa ini masih sangat rentan" dokter menjelaskan beberapa hal kepada keduanya dan mereka pun mengerti
maya dan aldo kembali kerumah dan mediskusikan dan masalahnya. bagaimana mendapatkan solusi yang terbaik untuk keduanya