
malam pun tiba dirumah aldo semua berkumpul ayah dan aldo sedang bermain catur, riko sedang menonton joget joget diaplikasi tok.tok
sedangkan bu sarah sedang bergosip dengan menantunya yang ada dirumahnya melalui panggilan video call dari ponsel
"kak, sepertinya ibu mau punya mantu lagi" kata bu sarah yang memulai bahan gosipnya yaitu anak keduanya yang sudah memasuki usia matang untuk berumah tangga
"ahh yang bener bu,, aldo kan memang suka nya baperin anak gadis orang tapi ngga diseriusin" jawab kakak iparnya yang satu server dengan mertuanya
"tapi kali ini beda kak, perhatian aldo seperti tak biasa dan perempuan itu bisa masak yang disukai aldo"
"anggota baru bu,,,, kita bertambah teman gosipnya" ucap sang mantu
"iya ibu juga sepertinya cocok,,, dia kalem dan sopan seperti kamu dulu"
"semoga beneran jodohnya aldo ya bu,,,"
"aamiin ibu berharap begitu"
"sudah dulu ibu mau nonton drakor dulu nanti tertinggal
dah sayang hati-hati dirumah"
bu sarah menutup telfonya dan ikut bergabung bersama yang lainya namun tv dikuasai bu sarah yang akan menonton drakor katanya
pagi hari aldo olahraga dirumahnya yang menyediakan alat olahraga yang membuat tubuh aldo sehat dan perutnya seperti roti sobek
selesai dengan olahraga aldo sarapan dan tak lupa tetap mengecek email masuk meskipun libur tapi kegiatan dipabrik tetap berjalan sehingga aldo tidak pernah bersantai tanpe melihat pekerjaan
maklum masih jomblo hehehe
"sudah sarapanya al", tanya ayah
"sudah yah, ayah mau jalan jalan kemana hari ini biar aldo antar?"
"tidak ada ayah sudah rindu rumah dan kebun" ucap sang ayah yang keseharianya mengawasi para pegawainya dikebun kelapa sawit miliknya
__ADS_1
"ayahhh,,,"ucap riko kesal karena belum kemana -mana tapi ayahnya sibuk minta pulang
"ayah tidak betah disini?" ucap aldo,,,
"bukan nak,,bukan tak betah..." bantah ayah aldo
"nanti aldo belikan ayah media tanam biar ayah bikin rumah aldo jadi adem" ucap aldo merayu ayahnya
"boleh juga,,"
"nanti sore kita akan pergi bersama mencari tanaman
dan ke mall biar ibu dan riko puas berjalan-jalan" ucap aldo
"setuju,,ucap riko dan bu sarah"
*****
senin pagi maya diantar kakaknya kekantor yang sekalian berangkat ke toko, tadinya maya akan menumpang pada dinda tapi lupa belum punya nomer ponsel dinda
"ehhemmmm anak baru setelanya baru terus" sindir riri
maya yang pura pura tak dengar kerena malas menanggapi riri yang selalu cari maslah
karena maya hanya diam riri pun berlalu begitu saja dengan wajah kesal
"sabar ya may" , ucap tina
"iya tin maksih ya,"
"pagi pak" ucap salah satu karyawan yang bertemu dengan aldo
"pagi juga " aldo membalas
__ADS_1
"pagi may " ucap aldo
"iya pak pagi,,"maya canggung karena disapa atasanya
hari ini dinda tak masuk kerja dan tak ada yang tau kabarnya
maya mencari dinda pada jam istirahat dan dinda masih belum ada di tempat
dirumah dinda
"dinda kamu hari ini ikut papi ke kantor, meskipun kamu bekerja dikantor om kamu tapi kamu tetap pewaris papi jadi sesekali kamu harus ikut, papi sudah hubungi om mu hari ini izin
papi tidak terima penolakan"
"iya pi," jawab dinda lemas
dimobil
"ayo berangkat ini sudah siang, gara gara kamu papi telat hadir dirapat"
"papi kan bos,, jadi bebas dong" ucap dinda
papi tirta nama ayah dari dinda, "jadi kalau bos macam kamu perusahaan sehari bisa bangkrut" ucap papinya
"kalau begitu jangan aku dong pi jadi bosnya" jawab dinda
"baiklah,, kalau kamu memang tidak mau"
"reza, kamu siapakan dokumen dan notaris saya mau bikin wasiat kalau saya mati berikan semua kekayaan saya kepada panti asuhan, jangan sisakan untuk anak saya sedikit pun ucap pak tirta " yang kesal dengan anaknya
"tapi pak,pi" reza dan dinda kompak
__ADS_1
"nkalian sangat serasi,,, kenapaaa suka sekali membantah saya" ucapa pak tirta
reza adalah asisten pak tirta ayah dari dinda sekaligus body guard karena reza mahir ilmu bela diri