Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Kebahagian istri


__ADS_3

Di rumah sakit, maya dan aldo baru saja selesai dengan jadwal chek up dengan dokter kandungan. untuk mengetahui perkembangan bayi kedua


"Kita mau kemana sayang? mas hari ini akan menemani seharian tuan putri kemana pun yang diinginkan" aldo bertanya pada maya. ia ingin menggantikan hari-hari yang telah ia lewati meninggalkan istrinya yang kini sedang mengandung buah hatinya


"mau jalan-jalan mas, tapi ngga mau ke mall" ucap maya


"emmm bagaimana jika kita ke puncak? tapi tidak bisa menginap karena mas besok sudah masuk kerja" ucap aldo


" ide bagus mas, aku suka tempat dingin dan sejuk" maya membayangkan hamparan kebun teh yang sangat luas


keduanya mengendarai mobil menuju tempat yang akan didatangi, puncak merupakan tempat yang menyajikan pemandangan pegunungan dengan hamparan hijau pepohonan dan juga hawa yang sejuk. hingga tak sedikit orang yang ingin berlibur disana


memakan waktu kurang lebih tiga jam keduanya sampai ditempat yang diinginkan maya. "ayo mas turun kita foto-foto dulu" maya bersemangat mengajak aldo turun dari mobil untuk mengabadikan momennya hari ini


"iya sayang hati-hati, nanti kamu jatuh" aldo menggandeng tangan maya mencari tempat foto yang bagus

__ADS_1


"ayo tersenyum mas yang akan mengambil gambarnya dari sini" ucap aldo sudah menyiapkan kameranya di ponselnya


"apakah bagus mas? badanku pasti terlihat sangat besar ya? " maya penasaran dengan hasil jepretan suaminya


"tidak! siapa bilang. kau ini hanya mo*ntok dan mas lebih suka itu" aldo mencubit pipi cabi istrinya yang makin membuatnya gemas


"benarkah? ayo kita foto berdua disana pemandanganya lebih bagus mas" ajak maya dan menarik tangan aldo berpindah tempat foto


aldo hanya mengikutti saja keinginan maya, dia merasa sangat bersalah meninggalkanya dalam waktu yang cukup lama dan juga masih terbayang dipikiran aldo apa yang terjadi denganya dan juga intan malam itu. meski ia yakin dirinya hanya dijebak namun tetap saja itu sebuah rahasia yang jika diketahui istrinya bisa jadi masalah yang sangat besar. terlebih sekarang intan menjadi tetangga dan dekat dengan maya


"yang penting sekarang mas sudah kembali dan jangan pergi lebih lama lagi, paham!" maya menekankan kata karena baginya berpisah dengan suaminya sangat menyakitkan


"tentu saja sayang tak ada lain kali lagi, kemana pun mas pergi kau harus ada disamping mas" aldo memeluk istrinya yang mulai kedinginan dengan hawa sejuk pegunungan


"kita cari makanan ya mas, sepertinya anakmu lapar" ucap maya membuat aldo menggelengkan kepalanya

__ADS_1


" ayo anak ayah mau makan apa? " aldo menirukan suara anak kecil membuat maya memukul lengan suaminya


"aku mau asinan itu mas, sepertinya sangat enak" ucap maya menunjuk salah satu pedagang yang ada ditempat itu


keduanya membeli asinan susuai dengan inginnya maya. aldo pun ikut menyicipi namun ia lebih memilih nasi timbel yang juga dijual pedagang disana. lelah dengan berfoto dan melihat keindahan ciptaan yang kuasa keduanya memutuskan pulang ke rumah karena hari sudah senja takut kemalaman dijalan.


diperjalanan pulang " mas kasihan ya intan, dia itu diputusin pacarnya saat sedang hamil" maya mebuka obrolan dengan  membahas tetangga baru


"ehemm" aldo berdehem terkejut " sudah tidak usah ikut campur urusan orang sayang. kita tidak pernah tau apa permasalahan mereka" aldo mengalihkan pembicaraan


apa mungkin itu, ahhh tidak! tidak ada yang terjadi malam itu. itu pasti anaknya dan pacarnya batin aldo


"iya mas hanya saja pacar jahat sekali! dan juga sekarang dia masih menganggur karena habis kontrak  " maya  merasa kasihan dengan intan


keduanya diam sejenak " aku lelah sayang tidurlah, perjalanan kita masih jauh" ucap aldo tak ada sahutan ternyata sang istri sudah tertidur pulas dengan suara dengkuran halus terdengar. aldo membelai wajah maya dan menggengam tanganya

__ADS_1


"akan mas selesaikan masalah ini tanpa menyakitimu sayang, mas bersumpah mas tak menghianatimu" gumam aldo pelan dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


__ADS_2