
"terima kasih ya mas, sudah diajak jalan-jalan" setelah menyegarkan pikiran berjalan-jalan di taman kota. "lain kali mau ke tempat lain" maya mencium pipi suaminya dengan gemas
"ehemmm" suara deheman seseorang yang sedang duduk di sofa ruang tamu milik pasangan baru itu
"eh ada tamu" maya malu ketahuan orang lain sedang mencium aldo. meski sudah halal namun tetap saja membuatnya salah tingkah
"pengantin baru mah kerjaanya begitu ya tak tau tempat" ucap putra teman aldo yang jugas seorang dokter
"ini kan rumah gue, ngapain lo sore hari bertamu" ucap aldo kesal temanya ini selalu saja mengejeknya. dulu saat belum punya pasangan dia orang yang paling sering membuli aldo
"mas kok gitu sih sama tamu, sebentar saya buatkan minum dulu ya" maya melangkah kan kaki kedapur. membuat minuman untuk tamunya, ternyata sudah dibuatkan oleh bik marni dan maya membawanya ke ruang tamu
"silahkan diminum, saya permisi dulu" tangan maya dicekal oleh aldo dan menariknya duduk disampingnya.
"disini saja, temani mengobrol" aldo kembali menanyakan pada putra "ada keperluan apa put lo kesini, tumben banget"
"ini ada undangan acara ulang tahun anak gue, sekaligus acara 7 bulanan buat calon anak ke dua" putra tersenyum malu
__ADS_1
"wahhh gue pikir lo mau kawin lagi, hahhaha" aldo dihadiahi pukulan bantal dari sang istri.
"mas kalau ngomong jangan sembarangan dong, emang mas punya pikiran mau nikah lagi?"
"hahahahaa" gantian putra yang menertawakan aldo karena membuat istrinya marah
"diem lo! dasar kompor" aldo melotot ke putra
"engga lah sayang mana mungkin mas mendua sedang hati ini sudah milikmu semua" ucap aldo malu merayu istri cantiknya didepan putra
"uhuuukk..uhukkk" hari gini masih gombal aja putra menyahut maya pun terlihat pipinya memerah entah karena rayuan aldo atau perkataan putra
aldo dan putra asik mengobrol semua bidang dari barat sampai ke timur, sedangkan maya sibuk memasak di dapur
"mau masak apa buat makan malam bu?" tanya bik marni
"sepertinya nasi goreng kambing enak ya bik, masih ada sedikit daging kambing kan ya bik?" maya mencari bahan-bahan yang akan dimasaknya.
__ADS_1
"masih ada bu satu bungkus di frezer" bik marni membantu mengambilkan bahan yang dibutuhkan maya
tak butuh waktu lama masakan pun sudah siap disajikan di meja makan.
"ayo mas, makanan sudah siap" maya menghampiri aldo ke ruang tamu dan mengajaknya untuk makan malam bersama temannya
"gimana enak ngga?" tanya aldo pada putra yang sudah menyuapkan nasi ke mulutnya beberapa kali
"emmm sangat enak!" jawab putra yang tak henti menyendok makanan dari piringnya
"silahkan ditambah pak" tawaran maya pada putra yang tanpa malu menyendok lagi nasi ke piringnya. "mas mau nambah?" tanya maya pada sang suami dan dibalas anggukan kepala
selesai dengan acara makan malamnya, putra berpamitan untuk pulang "terima kasih makan malamnya, seperti saya akan sering kesini numpang makan" kata putra bercanda
"tentu saja jika kau membayar uang bulanannya" jawab aldo
"dasar mata duitan" sahut putra lagi
__ADS_1
"sama kau juga begitu" aldo tak mau kalah maya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kedua orang dewasa yang seperti anak kecil.
"kalau begitu saya pulang, saya tunggu kedatanganya besok" putra menyalami maya dan melangkahkan kakinya keluar rumah aldo