
maya terus mengurung dirinya dalam kamar entah apa yang ia rasakan saat ini yang jelas maya tak mau bercerita tentang masalah rumah tangganya dengan keluarganya karena tak mau membuat khawatir dan juga maya masih belum bisa mempercayai semua, ia yakin suaminya tak mungkin melakukan hal yang buruk namun entah mengapa hatinya bagai tersayat-sayat
"bu ayo makan dulu, kasian loh dede bayinya" ucap bik marni membawa makanan karena dari siang maya belum memasukan makananya sama sekali
"nanti saya makan bik, taruh saja disitu" maya menunjuk nakas disamping ranjangnya
"baiklah bu, saya permisi dulu kalau ibu butuh yang lain panggil saya saja" bik marni menaruh makananya di nakas dan keluar kamar maya. bik marni merasa sedih melihat majikanya yang biasa selalu mesra dan penuh canda tawa ini keduanya seperti tak saling mengenal
aldo baru saja pulang dari pertemuanya dengan dinda dan suaminya, setelah menceritakan semua masalahnya pada dinda dan suaminya aldo meminta bantuan agar dapat mencari tahu tentang fadil orang yang sudah menjebaknya,
Reza yang ternyata adalah anak dari pengusaha di bidang perhotelan dan salah satunya adalah yang ditinggali aldo saat menginap di luar kota waktu itu. Reza berjanji akan membantu aldo karena juga untuk menjaga nama baik hotelnya
__ADS_1
"ibu sudah tidur bik? " tanya aldo yang baru saja pulang dengan wajah yang tak bisa diartikan
"sudah pak dan ibu hanya makan sangat sedikit hari ini, juga tak keluar kamar sama sekali" ucap bik marni
aldo membuka pintu kamar maya yang tak dikunci. aldo mendekati maya yang tertidur pulas ia menatap wajah cantik istrinya yang saat ini sembab akibat banyaknya air mata yang keluar.
"maafkan mas sayang, mas berjanji ini tak akan lama! " aldo mengecup kening istrinya dengan lembut dan menyelimuti tubuhnya lalu aldo kembali ke kamarnya ia tak mau mengganggu maya
"pagi pak, silahkan sarapan" ucap bik marni menyiapkan piring untuk aldo karena maya kembali ke kamar saat sudah selesai masak untuk srapan aldo
"tolong pastikan ibu makan dengan baik ya bik, saya mungkin akan pulang larut" ucap aldo berlalu pergi setelah sarapanya selesai
__ADS_1
"buka!" aldo menggedor pintu rumah intan
"aaada apa?" tanya intan takut melihat sorot mata aldo yang tajam seakan membunuh
"kamu harus jadi saksi untuk kasusku nanti, dan kamu juga harus menjelaskan semua pada istri saya! jadi sebelum itu kamu jangan kemana pun atau kamu juga akan masuk penjara" aldo memberi amplop coklat berisi uang kertas untuk intan
"pakai ini selama kamu berada disini dan tak perlu bekerja agar kau tak di temukan orang lain. anggap saja itu bayaran mu menjadi saksiku"
aldo melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan melaju kencang ke kantor
maya bangun dan menuju ruang tv, ia mencari hiburan agar tak membuatnya semakin stres dan menggangu perkembangan bayi yang ada dalam kandunganya
__ADS_1
Sementara aldo sibuk mengerjakan pekerjaanya dikantor yang terbengkalai akibat masalahnya. ada orang yang tersenyum dengan keadaan aldo sekarang dan memang ini yang orang tersebut inginkan yaitu fadil yang sudah bekerja lebih lama dari aldo namun ia tak juga naik jabatan