Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Ditinggal sendiri


__ADS_3

kondisi maya yang tak memungkinkan untuk ikut suaminya pergi jauh membuat keduanya sedih, namun aldo berjanji saat akhir pekan akan pulang dan kembali lagi setelah waktu masuk kerja


keduanya sepakat karena tak ada jalan lain saat ini keselamatan anak dan istrinya menjadi pertimbangan penting bagi aldo


"sayang maafin mas ya, mas juga berat tapi bagaimana lagi" aldo sedih saat melangkah keluar dengan sebelah tangan menarik koper dan sebelah lagi memeluk sang istri


"kamu jaga kesehatan ya, harus rajin kabarin mas. dan nanti mas akan minta ibu untuk datang menemanimu" aldo mengecup puncak kepala istrinya maya hanya terdiam tak bis bersuara


"iya mas, mas jangan lupain kami ya, huaaaaa" maya menangis kencang seperti anak kecil yang tak diberikan mainan oleh ibunya


"cup cup cup sayang jangan beginu mas jadi tak bisa pergi" aldo mengeratkan pelukan dan menciumi wajah istrinya


"permisi pak, apa sudah siap?" angga muncul dari balik pintu untuk mengingatkan aldo jam keberangkatan pesawat sudah tak lama lagi


akhirnya maya melepaskan sang suami dengan tersenyum paksa karena ia tak mau suaminya khawatir dan tak jadi berangkat


"dadah ayah, hati-hati dijalan kami selalu menunggumu!" maya sekuat tenaga mengeluarkan suara emasnya dan dibalas senyuman hangat oleh aldo

__ADS_1


mobil pun mulai melaju menuju bandara "pak tolong agak cepat ya kami hampir terlambat" aldo miminta supir untuk melajukan mobilnya dengan cepat untuk memburu waktu keberangkatan pesawat


beberapa saat keduanya masuk kedalam pesawat kemudian mencari tempat duduk yang telah dipesan oleh angga


aldo dan angga duduk terpisah karena hanya bangku itu yang tersedia saat angga memesan tiket secara online, angga memesan tiket pesawat setelah menunggu kabar dari aldo bahwa maya tidak jadi ikut


"aldo kan ya" tanya seseorang wanita cantik yang duduk di sebelah kursi aldo


"maaf anda kenal dengan saya?" aldo mencoba mengingat lagi namun tak sedikitpun terlintas bayangan wanita di sampingnya itu


"saya intan kita satu angkatan dulu, saya jurusan manajemen" intan coba mengingatkan aldo memang dulu aldo tak terlalu akrab dengan intan, intan sangat kenal dengan aldo bahkan kisah cintanya dengan ajeng namun ia tak tau jika saat ini aldo menikah dengan orang lain


"tak apa itu sudah sangat lama. kau mau kemana?" intan penasaran dengan aldo yang memang dulu sempat ia sukai saat kuliah


"saya ada perjalanan dinas, kamu sendiri mau kemana" aldo pun berbasa-basi


"saya mau liburan saja, menghilangkan penat di hati" intan tersenyum getir hatinya sedang sakit karena diputuskan oleh kekasihnya namun juga ada guratan bahagia bertemu dengan aldo. aldo memang tak memakai cincin kawinya sehingga orang masih bisa menganggapnya lajang

__ADS_1


"ohh" aldo hanya ber oh saja dan kembali membaca majalah bisnis


dia pasti orang yang sukses sekarang, dia juga belum memakai cincin ditanganya batin intan


keduanya tertidur hingga pesawat sudah mendarat dengan aman dibandara tujuanya. aldo keluar lebih dulu dan tak lagi menyapa intan yang masih mengerjapkan matanya baru bangun tidur


"sial aku lupa meminta nomer ponselnya" gumam intan pelan


aldo dan angga menuju hotel yang sudah disiapkan oleh angga sebelumnya. keduanya dijemput mobil dan diantarkan ke hotel yang di sebutkan oleh angga


"terima kasih pak" ucap aldo dan angga bergantian pada sopir mobil yang mengantarkan keduanya ke hotel dengan baik


"iya pak" sang sopir pun berlalu melajukan mobilnya


"ini kunci kamar bapak" angga menyerahkan kunci kamar tidur aldo yang berdampingan dengan angga setelah dia cek in di hotel


"kita istrirahat dulu setelah itu kita makan malam bersama" aldo membuka dan menutup pintunya

__ADS_1


"sayang mas baru saja sampai hotel, mas istirahat dulu ya sayang nanti mas telfon setelah bangun" aldo mengirim pesa singkat pada istrinya di rumah


__ADS_2