
maya dan riko akan pergi ke butik milik maya menggunakan mobil yang dibelikan aldo untuk sang istri namun anehnya maya tak boleh mengemudikan mobilnya sendiri.
"bik kami pergi dulu ya, jaga rumah baik-baik" ucap maya sebelum pergi meninggalkan rumahnya
"iya bu" jawab bik marni
keduanya berangkat ke butik setelah mendapatkan izin dari aldo. maya mengatakan jika riko akan mengantarkannya dan juga akan mengajak riko jalan-jalan
dalam perjalanan menuju butik membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit saja karena jaraknya tak terlalu jauh
"dek depan pertigaan itu belok kanan ya, butik kakak ada disebelah kiri" ucap maya mengarahkan pada sang adik ipar
mobil telah terparkir di halaman butik maya. keduanya turun dan masuk kedalam butik " masuk dek kakak akan bekerja sebentar ya, tak akan lebih dari satu jam" ucap maya pada riko dan langsung memulai pekerjaanya
ada beberapa file yang harus diselesaikan dan ditanda tangani oleh maya berhubungan dengan kerjasama dengan client
riko berjalan mengelilingi butik yang terdapat juga ruangan design dan juga ruangan khusus untuk menjahit. jumlah karyawan maya memang tak terlalu banyak hanya sekitar tujuh orang pada bagianya masing-masing
riko merasa tertarik untuk melihat prosesnya.
__ADS_1
"dek ayo pulang" ajak maya sudah sekitar satu jam maya berkutat dengana pekerjaanya dan riko tak merasa lama menunggu karena ia banyak berbicara dengan beberapa karyawan yang menjelaskan keingintahuan riko
"sudah selesai kak, cepat sekali aku betah disini sepertinya hehe" riko nyengir bagai kuda
"sudah kok, kamu mau makan apa? sebentar lagi makan siang" tanya maya pada riko karena maya janji akan mengajaknya jalan-jalan jika mau mengantarkan maya ke butik
"apa saja kak, yang penting enak" jawab riko asal karena ia bingung mau makan apa saat ini
"halo mas" maya mengangkat panggilan telfon dari suaminya
"sayang dimana?" tanya aldo
"bagaimana jika kalian makan dikafe dekat kantor mas saja, sebentar lagi mas tiba dikantor" aldo memberikan ide
"baiklah kami langsung kesana sekarang" ucap maya dan menutup panggilan telfonnya
"dek ayo kita ke kafe dekat kantor mas aldo saja dia akan menunggu disana" ajak maya dan juga berpamitan pada karyawanya
dalam waktu sekitar dua puluh menit keduanya tiba di kafe dekat kantor yang aldo sebutkan tadi. aldo sudah menunggu disebuah meja bersama dengan angga sang asisten yang tak pernah ketinggalan.
__ADS_1
"sayang!" aldo melambaikan tanganya saat maya masuk kedalam kafe tersebut. maya dan riko pun menuju kearah aldo duduk saat ini
"sudah lama mas, pak angga" maya menyapa kedua pria yang ada di meja itu
"baru saja sayang, ayo duduk" aldo memundurkan kursi untuk istrinya dan mencium pipi istrinya. hal itu sekarang sudah tak menjadi hal aneh bagi maya karena suaminya selalu saja melakukan hal tersebut disembarang tempat
"kalian pesan apa? tulis saja disini" aldo memberikan menu makanan pada angga dan riko sedang untuknya dan maya sudah dipesankan oleh aldo sendiri
"bagaimana sidaknya tadi mas, apa lancar?" maya bertanya pada aldo sambil menunggu makanan datang
"alhamdulillah lancar sayang, dengan sistem baru dan bantuan dari angga semuanya berjalan cepat" puji aldo pada asistenya
uhukk..uhukkk angga pura-pura terbatuk "sejak kapan bos kita ini bisa memuji orang lain" ucap angga membuat maya dan riko tertawa
"hahahaha, benar!" maya membenarkan ucapan angga dan diberikan lirikan tajam oleh suaminya
"hehehe maaf mas" maya mengusap lengan suaminya agar tak marah justru aldo mencium tangan istrinya
"mas ih,, kebiasaan deh!" maya merasa malu karena didepannya ada riko dan angga, sedangkan aldo hanya cuek saja
__ADS_1