
maya mendapatkan kabar bahwa suaminya sudah sampai dengan selamat merasa tenang, malam ini maya hanya berdua bersama bik marni. aldo sudah berpesan agar maya tak kemana-mana demi keamanannya
"mas sudah bangun belum, jangan lupa makan ya" maya mengirimkan pesan singkat pada aldo yang baru selesai mandi setelah bangun dari tidurnya
"halo sayang" aldo langsung melakukan panggilan video dari ponselnya pada maya
"iya mas, baru selesai mandi ya? seger banget jadi_" maya menggantungkan ucapanya
"jadi apa sayang? please! jangan menggodaku saat in," ucap aldo dengan wajah memohon pasalnya ia tak pernah jauh dengan istrinya yang membuatnya takut jika sedang menginginkan sesuatu
"tidak mas, aku hanya ingin bilang mas makin tampan saja" maya menutup mulutnya menahan malu dengan ucapanya itu
"tentu saja mas memang dari dulu sudah tampan bukan? mas rindu sayang" aldo mengucapkan apa yang ada dihatinya saat ini . meski belum genap satu hari keduanya berpisah namun aldo sudah merasa sangat lama tak bertemu
"aku juga rindu mas, ranjang ini kosong tanpamu" maya mengelus-elus tempat di ranjang biasa suaminya tidur dan memeluknya
"sabar ya sayang, mas usahakan tidak sampai satu bulan mas sudah menyelesaikan semua disini" aldo memberikan penjelasan dan sang istri mengangguk mengerti
__ADS_1
malam pun berlalu keduanya terlelap sambil melakukan video call, saat tengah malam aldo terbangun karena lapar pasalnya tadi ia melewatkan makan malamnya karena sedang menghubungi istrinya
waktu sekitar pukul 01.00 dini hari aldo keluar hotel dan mencari makan di pinggir jalan sambil mencari udara segar
"copet! tolong copet " teriak seorang wanita yang ponselnya disambar pencopet saat sedang berjalan
buuggg
suara orang tertabrak aldo membantu orang mengejar pencopet tadi. para warga menghakimi pencopet dan dibawa ke kantor polisi sedang ponselnya diambil aldo dan diberikan pada pemiliknya
"terima kasih aldo" ucap intan, iya orang yang aldo tolong adalah intan orang yang ia temui di pesawat tadi
"sama-sama" aldo tampak cuek dan terus berjalan
"mas nasi goreng pedas satu porsi ya" aldo memesan makananya dan duduk dikursi tunggu
"satu lagi samain ya pak" intan memesan nasi goreng ditempat yang sama dengan aldo dan duduk disamping aldo yang sibuk dengan ponselnya. intan melihat aldo sedang memeriksa dokumen dari emailnya
__ADS_1
"sibuk banget sih al" intan sok akrab dengan aldo padahal tak ditanggapi oleh aldo
aldo pura- pura tak mendengar apa yang diucapkan oleh intan. aldo paham orang seperti apa intan jika ia menanggapinya maka tidak akan berhenti
"aldo itu makanan sudah jadi ayo makan keburu dingin" ucap intan mendekatkan piring berisi nasi goreng pada aldo. aldo pun masih tak lepas dari ponselnya
"aldo!" intan berteriak
"ohh iya terima kasih" aldo melahap makananya dengan segera dan hendak membayar makananya
"sudah aku bayar al, maaf ya tidak izin dulu tapi itu hanya ucapan terima kasih sudah menolongku tadi" intan bersikap sangat manis berharap akan diantarkan oleh aldo ke hotel tempatnya menginap
"harusnya tak perlu repot saya bisa bayar sendiri dan lagi pula saya hanya menolong karena ada yang butuh pertolongan saja. terima kasih traktiranya" aldo berlalu begitu saja
"sial baru kali ini aku diginiin lelaki, lihat saja aku akan mendapatkan mu!" ucap intan pelan dan penuh rasa kesal dalam hatinya
intan pun kembali ke hotel tempatnya menginap. ia akan berada satu minggu untuk menghabiskan masa liburanya
__ADS_1