Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
ibu tidak berguna


__ADS_3

"kenapa bu?" ucap maya yang tak tau apa yang terjadi dengan sang mertua, aldo menyuruh maya minta maaf tanpa alasan


"maafkan maya bu kalau aku salah bicara" ucap maya yang makin sedih. suaminya kini tak bisa adil


"ya sudah ayo berangkat mas, ini bekalnya jangan lupa makan siang ya" ucap maya tak mau lagi ada perdebatan yang buat hatinya makin sakit lagi. aldo berangkat ke kantor mengendarai mobilnya


"tidak apa-apa ibu mengerti mungkin kamu menganggap ibu dari kampung jadi ngga bisa menjaga anaknmu" ucap bu sarah tiba-tiba setelah aldo berangkat kerja


"ngga begitu bu, ya sudah maya minta maaf ya atas sikap maya yang menyinggung perasaan ibu" ucap maya tulus pada bu sarah


"iya" jawab singkat bu sarah


"ibu mau gendong arvin?" ucap maya saat anaknya baru bangun dari tidurnya


"sini cucu oma sayang. cucu gantengnya oma " bu sarah menimang arvin dalam pangkuanya


"maya tinggal sebentar ya bu, maya mau mencuci baju arvin dulu" ucap maya tak mendapatkan sahutan dari bu sarah


"biar saya saja bu yang mencucinya" ucap bik marni

__ADS_1


"ngga usah bik, bik marni kan sudah lelah dengan pekerjaan lain" maya melangkah kebelakang untuk mencuci baju anaknya dengan tangannya bukan dengan mesin


"bu arvin sepertinyq menangis" ucap bik marni


"bik tolong jemurin ya, sudah bersih semua kok" ucap maya dengan cepat melangkahkan kakinya keanaknya yang digendong bu sarah


"maaf bu mungkin arvin haus, biar maya berikan asi dulu" ucap maya pelan takut mertuanya tersinggung lagi


"iya inih" bu sarah menyerahkan cucunya pada maya


"haus ya anak mama, ayo minum yang banyak sayang" maya bermonolog dengan anaknya dan mengusap wajah anaknya penuh kehangatan


seorang pria yang melakukan rapat melalui aplikasi online dengan maya. menyetujui design yang disampaikan oleh maya


keduanya akan mengadakan pertemuan dengan membawa calon pengantin wanitanya. pembicaraan itu didengar oleh bu sarah yang membuatnya makin membenci menantunya tanpa alasan


maya selesai dengan pekerjaanya mulai menghubungi asistenya di butik agar menyiapkan design yang diminta oleh klientnya. maya tak sadar anaknya sedang menangis karena setelah kerjaanya selesai ia melanjutkan memasak didapur.


"kamu jadi ibu ngga becus banget sih!" ucap bu sarah pada maya sambil menggendong arvin ditanganya yang sedang menangis

__ADS_1


"maaf bu saya ngga dengar, maya sedang__" ucapan maya terhenti mendapat tatapan tajam dari bu sarah


"sedang selingkuh maksdunya?" ucap bu sarah dengan berteriak membuat maya dan arvin kaget


"bu sini biar arvin saya berikan asi dulu" maya tak menghiraukan ucapan mertuanya yang membuatnya makin sakit hati


"jadi menantu ngga berguna jadi ibu juga ngga berguna, nyesel saya pernah setuju denganmu menjadi istri aldo" ucap bu sarah mengomel dan masuk kedalam kamarnya


maya masuk kekamar arvin dan mengunci pintu kamarnya. ia menangis sambil menahan suaranya agar anaknya tidak takut dengan suaranya. ia menangis hingga tak terasa tertidur bersama anaknya hingga sore. bahkan ia tak makan siang yang tadi sudah ia siapkan


"maya! sayang kamu didalam?" suara aldo mengetuk pintu dan juga memanggil maya setelah mendapat telfon dari bik marni maya tak keluar kamar arvin dari siang


maya mengerjapkan matanya mendengar suara aldo. " mas sudah pulang, maaf mas aku ketiduran" maya membuka pintunya dan dipeluk oleh aldo


"kamu ngga apa-apa kan sayang?" tanya aldo melihat matanya sembab


"ngga apa-apa mas, dibutik sedang ramai jadi tadi dira meminta bantuaku untuk meeting dengan salah satu klient. sepertinya ibu salah faham mas" ucap maya mengadu pada suaminya


"sudah nanti mas yang jelaskan pada ibu, sekarang ayo keluar makan dulu jangan buat mas khawatir lagi ya" aldo dengan penuh kelembutan dengan maya yang ditatap tak senang oleh bu sarah

__ADS_1


__ADS_2