Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
tangisan arvin


__ADS_3

malam hari aldo pulang dari tempat kerjanya dengan wajah kusut dan berantakan. lelah bekerja yang tidak fokua memikirkan nasib rumah tangganya


aldo melangkahkan kakinya menuju parkiran mobilnya dan melajukan mobilnya kearah dimana butik maya berada


suasana malam sekitar jam 21.00 jalanan mulai sepi dan tibalah aldo didepan ruko berlantai dua yang tidak terlalu besar. ia masih melihay keadaan sekitar dan nampak sudah tak ada pelanggan. lampu yang sudah dimatikan menjadikan ruangan bagaikan tak berpenghuni


aldo keluar dari mobilnya yang sudah terparkir dihalaman butik maya. ia berjalan mengarah ke pintu masuk gedung


tok.tok.tok


"sayang buka pintunya" aldo mengetuk pintunya meski tak ada sahutan


"maya"


"arvin"


"sayang tolong buka pintunya, mas yakin kalian didalam" teriak aldo dengan suara parau menahan tangisnya


maya mendengar suara aldo lalu membawa arvin kekamar yang ada dibutik tersebut. arvin sudah terlelap sejak tadi dan maya masih terjaga untuk menyelesaikan pekerjaanya


"maya sayang kita bicara dulu mas mohon


arvin papa datang nak" aldo terus menggedor pintu meski maya tak menyahutinya

__ADS_1


sudah hampir satu jam aldo terus mengetuk pintu dan maya tak bergeming dengan pendirianya


dia masih tetap diam hingg suara tangis arvin terdengar dalam kesunyian malam.


"ssssstt sayang ini mama nak, ayo minum asi dulu ya sayang" maya menggendong arvin dan memberikanya asi namun arvin masih tetap menangis. anaknya seperti tau jika papanya terus saja memanggil


"maya buka pintunya atau aku dobrak, aku tau kalian didalam dan aku dengar arvin menangis" teriak aldo yang membuat orang yang lewat disekitarnya menatap penuh curiga


"saya suaminya pemilik butik ini pak" ucap aldo saat dihampiri beberapa orang laki-laki


"ahhh maling mana ada yang mau ngaku!" ucap salah seorang bapak tadi


"saya ngga bohong pak, dengarkan saya dulu!" teriak aldo suara orang pun makin ramai didepan butik maya


"tunggu!" maya berlari turun tangga dan membuka pintu butiknya


"tunggu mau dibawa kemana, dia suami saya" ucap maya melihat aldo lemas dengan wajah berdarah dibagian bibirnya


"benar ini suami ibu?" tanya warga yang membawa aldo


" iya benar saya ada buktinya jika dibutuhkan. tolong lepaskan" ucap maya menarik aldo dari pegangan tangan warga


"kenapa dibiarkan diluar suaminya bu, jika ada masalah diselesaikan bukan begini" nasehat salah satu warga

__ADS_1


"iya pak maaf, tadi saya ngga dengar suami saya datang" maya memohon maaf pada warga dan membawa aldo masuk


tanpa kata apapun maya membawa aldo duduk dikursi butiknya, lalu mengambil obat dikotak P3k


bahkan luka tangan bekas serpihan kaca belum kering ini sudah bertambah lagi . dengan pelan maya mengobati wajah suaminya yang kesakitan


"terima kasih" ucap aldo maya masih diam tak mau menjawab


"saay, emm may mas mau minta maaf terutama untuk ibu dan juga untukku, pulanglah bersama mas, mas butuh kalian berdua" aldo mulai berbicara


"biarkan dulu salepnya kering, jangan banyak bicara apapun dulu" ucap maya melangkah pergi kedapur


"sayang" aldo mengikuti maya dan memeluknya dari belakang


"tolong lepaskan saya mau ambilkan minum dulu. setelah itu mas boleh pulang" ucap maya datar


"mas harus bagaimana sayang pulanglah!" aldo tak mau lagi masalah dikeluarganya terus berlanjut


"aku butuh waktu!" maya melepaskan tangan aldo dan berjalan mengambil air minum


"beri kami waktu untuk memutuskan dan aku harap apapun keputusanya kita harus saling menerima, aku janji tak akan memisahkanmu dengan arvin jika sesuatu terjadi diantara kita" ucap maya


suara arvin menangia membuat keduanya segera menghampiri sang anak yang berada dilantai dua. keduanya takut terjadi sesuatu pada anaknya

__ADS_1


__ADS_2